Sodikin Maulana, on November 7, 2012

KEDUA calon Presiden Amerika memang pro-Yahudi. Namun kemana sebenarnya warga Yahudi menjatuhkan pilihannya, masih menjadi tanda tanya. Tentu ada beberapa alasan yang menguatkan kaum Yahudi memilih salah satu kandidat. Sebuah survei dilakukan oleh sebuah organisasi non partisan bernama iVoteIsrael, menyebutkan warga Yahudi di Amerika Serikat lebih mendukung kandidat presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama. Sedangkan warga Amerika di Israel justru mendukung kandidat presiden dari Partai Republik, Mitt Romney.
Berikut beberapa alasan pemilih Yahudi di Amerika lebih memilih Obama.

  1. 1.    Kemanan Israel adalah sacral

Barack Obama mengatakan di hadapan kelompok lobi Yahudi di Amerika, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), keamanan Israel adalah hal yang “sakral” dan “tidak bisa dibantah”.

  1. 2.    Obama tidak sepakat dengan Presiden Mahmud Abbas

Obama tidak sepakat dengan langkah Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk meminta pengakuan secara sepihak kepada PBB atas negara Palestina. Obama lebih mendorong terwujudnya kemerdekaan Palestina melalui perundingan antara Palestina dan Israel.

Tentu saja hal itu bisa dikatakan mustahil. Negosiasi di antara kedua pihak kerap mentok di tiga isu utama, yakni perbatasan sebelum 1967, pemulangan pengungsi Palestina, dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina.

  1. 3.    Obama tidak mendesak Israel mengakhiri blokade Jalur Gaza Palestina

Obama memang menolak pembangunan permukiman Yahudi, tapi dia tidak bisa memaksa Netanyahu untuk membongkar seluruh permukiman ilegal itu di Tepi Barat. Obama juga tidak mendesak Israel merobohkan Tembok Pemisah. Dinding pembatas ini sudah dibangun sejak satu dekade lalu dan bakal melalui seluruh wilayah di Tepi Barat. Panjangnya lebih dari 750 kilometer.

  1. 4.    Obama mendukung Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Obama ikut mendorong agar piagam Partai Demokrat memasukkan kembali pengakuan soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia tetap mempertahankan undang-undang yang mewajibkan Gedung Putih memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hingga saat ini, akta itu belum dilaksanakan karena isu itu sangat sensitif dan bisa berdampak amat serius.

  1. 5.    Obama membangun gudang senjata di Israel

Obama menjadi presiden pertama Amerika yang membangun gudang senjata di Israel setahun setelah dia terpilih. Tel Aviv cukup memberi tahu saja tanpa perlu izin buat menggunakan semua senjata dan amunisi di gudang itu. [sm/islampos/shabestan]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.885 kali, 1 untuk hari ini)