Penyelenggara acara bagi-bagi sembako di Monas, Forum Untukmu Indonesia (FUI) mendapat hukuman keras dari wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. FUI langsung dicoret dari daftar ormas. Ke depan, FUI sudah tidak dapat membuat acara lagi di Monas, Jakarta.

“Udah pasti, kita tidak akan memberikan kesempatan lagi kepada mereka,” ujar dia di Kementrian Koperasi dan UKM, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2018).

Sandi juga geram karena ada pencatutan logo pemprov DKI pada spanduk acara tersebut.

Pihak FUI harus meminta maaf kepada Pemprov DKI, serta bertanggung jawab atas kematian 2 orang anak akibat dehidrasi saat pembagian sembako.

“Satu adalah mengganti kerugian. Kedua memastikan sarana prasarana kembali normal. Ketiga pencatutan logo pemprov DKI harus ada permintaan maaf dari pihak penyelenggara. Terakhir tentunya menanggung akibat dan berpartisipasi dalam, masalah hukum yang diselesakan dengan aparat hukum. Dan denga keluarga korban,” tutup Sandi.

Sumber: news.bersamadakwah.net

***

MUI Desak Polri Usut Tuntas Kasus Sembako Monas

Sejumlah warga berdesakan untuk mengambil sembako gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4). / Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Dua anak tewas dalam kegiatan pembagian sembako di Lapangan Monas, Sabtu pekan lalu.

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menduga ada kelalaian yang dilakukan oleh para panitia penyelenggara atas meninggalnya dua orang anak dalam acara amal pembagian sembako. MUI pun mendesak Polri untuk tegas mengusut kasus tersebut.

“Ini karena kelalaian maka wajib polisi mengusut tragedi ini. Jangan main-main ya ini tragedi loh ada dua anak meninggal,” ujar Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan MUI, Ikhsan Abdullah saat dihubungi Republika, Rabu (2/5).

Menurut dia, sebagai pihak penyelenggara maka wajib hukumnya bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada acara yang diselenggarakan. Begitupun ketika ada peristiwa hukum yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.

Nah ini kan kemudian mengakibatkan dua orang meninggal, jadi panitia wajib diusut dan bertanggung jawab sebagai mana pasal 359 KUHP dan ancaman hukuman penjata di atas lima tahun, jelasnya.

Untuk diketahui, MJ (12 tahun) dan AR (10) meninggal dunia pascamengikuti pembagian sembako gratis di Monas pada Sabtu (28/4) lalu. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di RS Tarakan.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, Polri akan mengusut kasus pembagian sembako gratis pada acara “Untukmu Indonesia”, yang diadakan di Monas, Sabtu (28/4). “Oke akan kita proses,” ujar Wakapolri singkat kepada Republika, Rabu (2/5).

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus sembako berujung maut tersebut. Argo mengatakan, sementara ini berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, dua anak meninggal karena heat stroke dan suhu panas yang tinggi. Sehingga, menyebabkan nyawa keduanya tidak dapat tertolong lagi.

“Menurut keterangan dokter yang memeriksa korban (meninggal) karena heat stroke dan suhu panas yang tinggi,” ujar Argo kepada Republika, Rabu (2/5).

Kendati demikian lanjut Argo, penyidik akan menindaklanjuti kasus itu kembali. Termasuk akan memanggil pihak-pihak terkait.

“Polisi lakukan penyelidikan terhadap meninggalnya dua orang tersebut,” ujar Argo

Rep: Mabruroh/ Red: Andri Saubani / nasional.republika.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.573 kali, 1 untuk hari ini)