Simbol Palu – Arit digunakan sejumlah peserta karnaval peringatan HUT RI di Kabupaten Pamekasan Madura, pada Sabtu (15/8). (Foto : @kompas)

Metrosulawesi.com – Peringatan HUT RI ke 70 tahun diwarnai dengan munculnya simbol-simbol kelompok gerakan terlarang di Indonesia, Partai Komunis Indonesia (PKI) disejumlah daerah.

Kasus pertama terjadi Kabupaten Pamekasan Madura, simbol Palu – Arit digunakan sejumlah peserta karnaval peringatan HUT RI pada Sabtu (15/8).

PKI004

Foto : @google

Komandan Kodim Pamekasan, Madura, Letkol Arm Mawardi sendiri mengaku kecolongan dengan munculnya lambang Palu Arit milik PKI tersebut, namun pihaknya langsung membakar seluruh atribut tersebut. Dandim juga langsung menginstruksikan seluruh intel untuk mendalami kasus ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Alwi Beiq kepada MADURATIMES menuturkan, setelah acara karnaval selesai, panitia langsung dipanggil Polisi untuk dimintai klarifikasi.

Alwi menjelaskan, munculnya simbol-simbol PKI dalam karnaval itu semata-mata untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat bahwa PKI itu pernah membuat sejarah kelam dan memberontak terhadap keabsahan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

PKI005

Grafiti logo PKI diduga di Universitas Jember. (Foto : @google)

Sebelumnya, graffiti logo PKI juga terlibat banyak bertebaran di tembok-tembok Universitas Jember.

Anggota Komisi III Aboe Bakar, seperti diberitakan lensaindonesia menyatakan, bahaya laten Komunis terlihat mulai menggeliat di Indonesia, setelah di media sosial banyak dihebohkan pengibaran bendera PKI di Salatiga, kemudian munculnya grafiti logo PKI di tembok Universitas Jember, serta penggunaan lambang PKI pada karnaval Agustusan di Pamekasan.

“Sepertinya, ini merupakan salah satu indikator masih adanya paham komunis di Indonesia. Riak yang demikian seharusnya tidak boleh dibiarkan oleh aparat penegak hukum,” kata Aboe Bakar di Jakarta, Minggu (16/8).

Kasus munculnya symbol PKI dibeberapa daerah, menimbulkan pertanyaan ditengah masyarakat, tentang sikap beringas Negara, yang selama ini direpresentasikan melalui perilaku Densus 88 Polri, yang begitu ganas terhadap warga yang mengenakan simbol-simbol Islam “garis keras”, tapi tak ada sikap dan gerak apapun begitu simbol PKI bermunculan dimana-mana.

Bila aparat terlihat gagah ketika menangkap Ade penjual Es Cendol dari Tegal yang menggunakan kaos berlogo mirip ISIS, seharusnya lebih tegas lagi tindakannya kepada para pengguna atribut PKI.

“Tindakan ini memiliki landasan hukum yang sangat kuat. Jangan malah kehilangan fokus dengan menangkap pemakai kaos yang mirip logo ISIS, yang sampai saat ini belum ada legal standing pelarangan,” pungkasnya.

Munculnya symbol-simbol PKI ini, juga disebut-sebut sebagai upaya pihak-pihak tertentu, yang selama ini berupaya memberikan label kepada Presiden Joko Widodo,  sebagai agen komunis.

Sayangnya, baik Densus 88 maupun aparat TNI, hingga saat ini belum mengambil langkah cepat dan sikap atas munculnya logo PKI, kelompok yang memiliki catatan kelam terhadap bangsa, Negara dan utamanya korps TNI.

by Joko Santoso

August 16, 2015

http://www.metrosulawesi.com/article/logo-pki-bertebaran-densus-88-dan-tni-dimana#sthash.G3pa5nIg.dpuf

(nahimunkar.com)

(Dibaca 36.988 kali, 1 untuk hari ini)