Rina Atriana – detikNews

Kamis, 13/12/2012

daging_832742653784Jakarta – Harga daging sapi yang mahal membuat sebagian pedagang bakso mengoplos baksonya dengan daging babi. Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI bekerja sama dengan PT Perkindo Mitra Analitika menandatangani nota kesepakatan untuk mengadakan alat khusus mendeteksi keberadaan protein babi pada makanan.

“Porcine Detection Kit (PDK) lebih cepat untuk mengidentifikasi ada tidaknya protein spesifik babi pada makanan. Maksimal waktu uji 25 menit,” kata Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, di kantor LPPOM MUI, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Lukmanul menjelaskan alat PDK tersebut berukuran mecil, mirip. �dengan uji test kehamilan. PDK warna hijau untuk menguji daging yang belum diolah dan warna biru untuk yang sudah diolah.

Cara kerjanya ambil sampel sedikit saja dari makanan kemudian dihancurkan dan diberi sedikit air. Lalu masukkan alat PDK ke air tersebut. Dalam waktu 5 menit sudah dapat terdeteksi, ditandai dengan munculnya dua garis merah di PDK. Jika hanya muncul satu garis itu tandanya negatif.

Peran LPPOM dalam kerjasama ini adalah untuk memanajemen pendistribusian alat dan melakukan sosialisasi alat PDK yang diproduksi oleh PT Prekindo. Karena alat PDK ini tidak dijual bebas, hanya pihak tertentu yang dapat menggunakannya.

“Pihak yang dapat menggunakan alat ini antara lain, LPPOM MUI dalam proses sertifikasi halal, perusahaan dalam rangka internal audit, dan petugas instansi pemerintah dalam upaya pengawasan,” ujar Lukmanul.

Berapapun alat PDK yang diminta LPPOM akan disediakan oleh PT Prekindo.

“Isu halal di indonesia sangat sensitif. Apalagi indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Kami ingin membantu LPPOM MUI dalam pengetesan halal agar lebih mudah cepat dan murah,” ungkap Direktur Pemasaran PT Prekindo Wilayah Asia Pasifik, Boon Chun Tan.

(gah/mad)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 428 kali, 1 untuk hari ini)