LPPOM MUI lembaga di MUI secara tidak langsung menampar keras MUI yang sampai kini belum mengeluarkan fatwa tentang sesatnya syiah.
Dengan lantang LPPOM MUI berani mengatakan Wisata Kawin Mut’ah di Puncak Bogor Wajib Ditutup.
Di antara alasannya, karena perzinaan atas nama agama (syiah, dengan menghalalkan nikah mut’ah) itu sudah sangat meresahkan masyarakat.
Bahkan sesuai dengan keahlian LPPOM MUI bekaitan dengan hal halal, dianalogikan dengan negeri Jepang.
Dikatakan, sangat memalukan. Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat Islm terbesar di dunia dijadikan arena kawin mut’ah (alias zina) para wisatawan Timur Tengah, sedangkan Jepang saja sudah melaksanakan pariwisata halal termasuk makanan di restoran dan berbagai hotel syariah di sana.

Mestinya dengan ketegasan LPPOM MUI yang selama ini MUI mati-matian mempertahankannya dari pihak-pihak yang ingin merebutnya itu jadi malu. Kenapa LPPOM MUI yang dipertahankan oleh MUI saja berani berkata begitu yang kaitannya dengan nikah mut’ahnya Syiah, kok malah MUI-nya sendiri belum berani memfatwakan sesatnya syiah. Malu kan? Kalau begitu MUI tidak usah mempertahankan LPPOM dong. Berani ga’?

Sebentar lagi MUI juga akan dilabrak sejumlah ulama dan para tokoh secara nasional, kenapa sampai sekarang belum-belum juga memfatwakan sesatnya syiah. Padahal MUI Jawa Timur sudah jelas memfatwakan sesatnya syiah. Dan Juga petinggi MUI sudah lama berjanji untuk memfatwakan sesatnya syiah. Namun sampai kini belum terlaksana juga.
Pantas saja LPPOM MUI sendiri dapat dimaknakan sampai berani secara tidak langsung “menampar” MUI.
Inilah beritanya.
***

Direktur LPPOM MUI: Wisata Kawin Mut’ah di Puncak Wajib Ditutup

BOGOR- Banyaknya wisatawan dari Timur Tengah yang datang ke Puncak, Kabupaten Bogor, dengan tujuan untuk melaksanakan kawin mut’ah (kawin kontrak) dengan wanita Indonesia, sudah sangat meresahkan masyarakat di sekitar Puncak.
Pasalnya, perilaku para wisatawan Arab Timur Tengah itu sungguh memalukan, karena mereka yang berkantong tebal datang ke Indonesia tujuannya hanya untuk melampiaskan nafsunya saja.

“Saya sudah meminta kepada Bupati Bogor agar segera melarang kawin mut’ah yang dilakukan wisatawan dari Timur Tengah, dengan cara membubarkan kawin mut’ah di Puncak,” ungkap Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, seusai acara Silaturrahmi dan Halal bi Halal di Gedung Global Halal Center, Bogor, Kamis (21/8).

Menurutnya, saat ini jumlah wisatawan Timur Tengah yang datang ke Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan dari total jumlah wisatawan asing yang berkunjung mencapai 8 juta orang tahun lalu, dan mayoritas mereka berkantong tebal.
Harap maklum, mereka berasal dari berbagai negara Arab di Timur Tengah yang dikenal sebagai negara penghasil utama minyak dunia seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, UEA bahkan Iran.
Sebenarnya sangat memalukan jika Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat Islm terbesar di dunia dijadikan arena kawin mut’ah para wisatawan Timur Tengah, sebab Jepang saja sudah melaksanakan pariwisata halal termasuk makanan di restoran dan berbagai hotel syariah disana.
Jepang sudah membudayakan pariwisata halal dalam restoran dimana hanya menyediakan menu makanan halal serta informasi halal. “Wisata halal kita masih tertinggal dari Jepang, dimana restoran disana sudah menyediakan menu halal dan berbagai informasi halal,” tegas Lukmanul Hakim, dimana LPPOM MUI yang dipimpinnya siap mencanangkan Indonesia Sebagai Pusat Halal Dunia. (Abdul Halim/Voa-Islam.Com) Jum’at, 26 Syawwal 1435 H / 22 Agutus 2014 21:59 wib
***

Syiah bukan islam

Syiah bukan islam

Pelacuran dengan Sebutan Kawin Kontrak/Nikah Mut’ah (Ajaran Syi’ah Kafir) di Puncak-Bogor

By nahimunkar.com on 10 October 2013

Apakah Puncak Bogor tempat maraknya zina dengan nama kawin kontrak itu ingin diadzab secara total sebagaimana tempat pelacuran di pantai Pangandaran Jawa Barat telah dihancur leburkan oleh Allah Ta’ala tahun 2006 yang lalu ?

Pelacuran dengan nama kawin kontrak telah nyata diketahui umum. Permesuman itu wajib diberantas. Namun sampai kini tampaknya para pelacur dan bajingan serta rangkaian pendukungnya kemungkinan bersatu padu dalam mengikuti syahwat dan syetan. Bahkan proses pemfilman pun khabarnya telah ditempuh.

Negeri ini sebenarnya sudah dipermalukan orang. Salah satu televisi Barat dengan berbahasa Arab pernah menyiarkan lakon pelacuran di Puncak Bogor dengan judul Zina Halal di Indonesia. Namun kini tampaknya pelacur di Puncak itu sendiri tampak bangga, sebagaimana diberitakan dalam kaitan dengan akan difilmkannya lakon bejat itu. Padahal lakon bejat ini kalau dibiarkan bahkan disebarkan lewat film, maka sama dengan menampar Indonesia itu sendiri, di samping sama dengan « menantang » terhadap adzab Allah Ta’ala. Karena sudah ada ancaman :

ذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ .

Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu negeri maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi).
Ancaman adzab sudah nyata, namun bejatnya akhlaq manusia telah menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan di berbagai tempat di Indonesia.
Ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ فَيُعْلِنُوا بِهَا إلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

Tidaklah merajalela kekejian di suatu kaum sama sekali, lantas mereka MELAKUKAN KEMAKSIATAN SECARA TERANG-TERANGAN kecuali mereka akan dilanda penyakit (wabah) tho’un dan penyakit yang belum pernah terjadi pada umat dahulu-dahulunya yang telah lalu. (HR Ibnu Majah, Abu Nu’aim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Ibnu ‘Asakir).
Kenyataan memalukan dan terancam adzab namun justru pelakunya bangga, itu perlu diingatkan benar-benar dengan kasus bencana yang menghancurkan pantai Pangandaran tempat pelacuran. Inilah kejadian adzab di Pangandaran:

Luluh lantaknya pantai Pangandaran tempat pelacuran

Pantai Pangandaran, Benarkah Terkena Adzab Allah

Pantai Pangandaran, Benarkah Terkena Adzab Allah

Anehnya, pelacuran bahkan diberi tempat, diselenggarakan perzinaan untuk umum, dan masih dijaga lagi. Ini keadaan macam apa sebenarnya. Makanya Allah Ta’ala murka, di antaranya lokasi pelacuran seluas 7 hektare di pantai Pangandaran Jawa Barat disapu dengan bencana hingga ratusan manusianya mati seketika. Pantai Pangandaran, tempat pelacuran seluas 7 (tujuh) hektare di Jawa Barat yang direstui penguasa setempat dengan dalih pariwisata pun luluh lantak. Gempa bumi dan tsunami menghantam wilayah Jawa Barat telah meluluhlantakkan wilayah pantai Jawa Barat itu 17/07 2006. Sedikitnya 119 orang dinyatakan meninggal dunia, 84 hilang, dan 70 orang luka tersebar di lima kecamatan yakni Cimekar, Parigii, Pengandaran, Cijulang dan Sidomulis. Sedangkan kerusakan bangunan mencapai 500 rumah hancur. Sadarlah wahai manusia, sekalipun berdalih menegakkan hukum, tetapi hukum Allah Ta’ala dan hukuman-Nya lebih perlu diperhatikan. Bukan malah orang mengikuti hukum Allah Ta’ala secara sah justru diseret-seret ke tahanan kemudian ke pengadilan. Murka Allah yang telah jatuh ke negeri ini dengan aneka adzab dan bencana, perlu jadi pelajaran. Dan doa orang yang didhalimi itu tiada dinding (pembatas) antara dia dengan Allah Ta’ala. (Redaksi nahimunkar.com).
https://www.nahimunkar.org/syekh-puji-divonis-bebas/

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ .

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu desa maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka.” (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi)

Pantai Pangandaran, tempat pelacuran seluas 7 (tujuh) hektare di Jawa Barat yang direstui penguasa setempat dengan dalih pariwisata ini luluh lantak. Gempa bumi dan tsunami menghantam wilayah Jawa Barat telah meluluhlantakkan wilayah pantai Jawa Barat itu 17/07 2006. Sedikitnya 119 orang dinyatakan meninggal dunia, 84 hilang, dan 70 orang luka tersebar di lima kecamatan yakni Cimekar, Parigii, Pengandaran, Cijulang dan Sidomulis. Sedangkan kerusakan bangunan mencapai 500 rumah hancur.
Dan inilah tanda-tandanya:

 حَدِيثُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا .

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Di antara tanda-tanda hampir Kiamat ialah terhapusnya ilmu Islam, meratanya kejahilan, ramainya peminum arak dan perzinaan dilakukan secara terang-terangan * (Muttafaq ‘alaih).
Siapa saja yang terlibat dalam pelacuran itu walau mungkin di dunia ini masih selamat, tetap akan mendapatkan adzab atau bagian dosanya. Karena Allah Ta’ala berfirman:

مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا(85)

Barangsiapa yang memberikan syafa`at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) daripadanya. Dan barangsiapa yang memberi syafa`at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) daripadanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS An-Nisaa’: 85).
Imam Ibnu Katsir menjelaskan, maksudnya, barangsiapa yang mengupayakan suatu perkara yang membawa kebaikan, niscaya ia akan mendapatkan bagiannya dalam kebaikan itu. Dan barangsiapa yang memberi syafa`at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) daripadanya, yakni akan mendapatkan dosa dari keburukan yang ia usahakan dan ia niatkan. (Tafsir Ibnu Katsir, ayat 85 Surat An-Nisaa’).
Apakah maraknya kawin kontrak alias zina di Puncak Bogor Jawa Barat yang kini justru akan difilmkan itu akan menyusul adzab yang telah ditimpakan kepada para pelacur dan para pendukungnya di tempat mesum pantai Pangandaran Jawa Barat 2006 yang lalu?
Yang penting, kini sudah diperingatkan. Kalau toh para punggawa dan para penjahat lainnya tetap nekat mendukung kemaksiatan itu, terserah Allah akan mengadzabnya atau membagaimanakannya.
Inilah berita yang sangat mengusik dada setiap orang yang beriman.
***

Logo Film Kawin Kontrak 3 dikecam nahimunkar.com

Logo Film Kawin Kontrak 3 dikecam nahimunkar.com

Puncak-Bogor, Jawa Barat) Film KAWIN KONTRAK siap menjadi trilogi dengan selesainya syuting KAWIN KONTRAK 3. Cerita film ini diangkat dari kisah nyata fenomena kawin kontrak di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat. Mereka melakukan pernikahan dengan jangka waktu tertentu. Biasanya pernikahan ini dilakukan oleh turis yang sedang berlibur di puncak. – See more at: https://www.nahimunkar.org/pelacuran-dengan-sebutan-kawin-kontraknikah-mutah-ajaran-syiah-kafir-di-puncak-bogor/#sthash.2gBmJxzH.dpuf

(nahimunkar.com)

(Dibaca 562 kali, 1 untuk hari ini)