Lukisan Jokowi sedang buang air besar dengan latar belakang Monas dipajang di Jalan Kiyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat, Kamis (20/3/2014).

.

 

Wartakotalive.com/Feryanto Hadi

 

  • “Jokowi nyapres itu bentuk pelecehan terhadap warga Jakarta,” kata Yahya di sela aktivitas protesnya. Yahya melihat, pencapresan Jokowiadalah bentuk haus terhadap kekuasaan. “Makanya saya gambarkan dia (Jokowi) lagi ngeberakin Jakarta. Padahal saat kampanye pilkada DKI, banyak janji yang dia ucapkan, terutama menuntaskan permasalahan yang ada di Jakarta,” kata Yahya yang juga Ketua RW 16 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan.

Inilah beritanya.

***

Lukisan Jokowi Berakin Monas Dipajang di Samping Trisakti Jakbar

Kamis, 20 Maret 2014 13:53 WIB

MONAS— Protes terhadap pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai presiden RI  terus mengalir. Kali ini dilakukan seorang Seniman bernama Yahya TS. Ia menggelar protes dengan melukis sosok Jokowi yang sedang buang air besar (BAB) di Monas, Jakarta Pusat.

Lukisan di atas kanvas berukuran 100 cm x 60 cm itu dipampang di pinggir Jalan Kiyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat, tepatnya di samping Universitas Trisakti, Kamis (20/3). Dalam lukisan berlatar biru gelap tersebut, tergambar Jokowi berkemeja putih dan berdasi, berjas hitam tengah jongkok laiknya seseorang yang sedang BAB.

Wajah Capres Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) itu berlatar kubah emas Monas. Dalam lukisan itu juga, tampak JokowiBAB di atas banyaknya masalah di Jakarta yang belum terselesaikan, seperti banjir, sampah, kemacetan, pedagang kaki lima dan pemukiman kumuh.

“Jokowi nyapres itu bentuk pelecehan terhadap warga Jakarta,” kata Yahya di sela aktivitas protesnya. Yahya melihat, pencapresan Jokowiadalah bentuk haus terhadap kekuasaan. “Makanya saya gambarkan dia (Jokowi) lagi ngeberakin Jakarta. Padahal saat kampanye pilkada DKI, banyak janji yang dia ucapkan, terutama menuntaskan permasalahan yang ada di Jakarta,” kata Yahya yang juga Ketua RW 16 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan.

Jokowi ibarat telah cerai dengan warga Jakarta

Yahya mengungkapkan, mencalonkan diri sebagai presiden memang hak setiap orang. Tetapi, kata dia, Jokowi harusnya ingat dengan janji-janji kampanyenya. “Mencalonkan diri menjadi RI1 itu berarti meninggalkan Jakarta begitu saja. Dia meninggalkan tanggung jawabnya,” katanya.

Maka dari itu, Yahya mengajak warga Jakarta untuk tidak memilihJokowi dalam pemilihan presiden nanti, karena Jokowi sudah meninggalkan warga Jakarta. “Ibarat cerai, Jokowi itu sudah memberikan talak 1 kepada warga Jakarta. Saya harap warga Jakarta cerdas, tidak hanya ikut-ikutan. Jangan hanya karena Jokowi sedang jadi pembicaraan di seluruh Indonesia terus kita lupa bahwa dia sudah meninggalkan tanggung jawabnya kepada rakyat Jakarta,” kata Yahya.

Aksi protes yang dilakukan Yahya sempat menjadi perhatian masyarakat dan pengendara yang melintas. Mukmin (30), seorang penonton mengatakan, aksi yang dilakukan Yahya merupakan bentuk protes yang dilakukan secara kreatif.

“Ya mungkin itu sebagai bentuk protes atau kekecewaan dia karenaJokowi mencalonkan diri sebagai presiden. Setiap orang kan punya pendapat,” kata warga Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat. Ia

Dia berpendapat seharusnya Jokowi menyelesaikan terlebih dulu tanggung jawabnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. “Warga Jakarta memilih dia sebagai gubernur kan berharap banyak kepada dia. Sekarang, persoalan utama di Jakarta belum selesai, dia mau meninggalkan rakyat Jakarta. Harusnya Pak Jokowi berpikir dua kali untuk masalah ini,” katanya./ WARTA KOTA.

 

(nahimnkar.com)

(Dibaca 1.726 kali, 1 untuk hari ini)