Manusia penjual soto dan miras di belakang Kampung Rambutan Jakarta ini telah menjengkelkan masyarakat dengan tingkah polahnya. Pekerjaannya pun memicu mabuknya orang karena di samping jualan soto lamongan jual pula miras dengan berbagai jenisnya.

Bukan hanya jual miras tapi dia diberitakan tengah mabuk, tengkar dengan isteri, membunuh isteri, lalu memutilasinya (memotong-motong) mayat isterinya yang telah dibunuh itu jadi 6 bagian, lalu dibuang di Jalan Tol Cikampek.

Setelah tertangkap dan digelandang, lalu diancam hukuman mati.

Kekesalan masyarakat pun diungkpkan oleh tetangganya.

Bagi yang jeli, ini merupakan tamparan atas penguasa negeri ini yang merusak rakyatnya terutama menteri dalam negeri yang telah mencabut perda-perda miras, hingga para penjaja miras semakin merajalela. Hingga meresahkan masyarakat, dan menimbulkan kejahatan yang sangat nekat ketika dia mabuk seperti pembunuh dan pemutilasi ini.

Inilah beritanya.

***

Kamis, 07/03/2013 04:13 WIB

Kasus Mutilasi, BS Tengah Mabuk Saat Bertengkar dengan Istri

Hendrik I Raseukiy – detikNews

Jakarta – Sebelum memutilasi istrinya, BS (36) terlibat pertengkaran. Saat itu BS dan istrinya Darna Sri Astuti diduga dalam keadaan mabuk.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes (Pol) Mulyadi Kaharni menerangkan, pertengkaran antara BS dan DSA sudah berlangsung lama. Pertengkaran tersebut diduga disebabkan kabar perselingkuhan DSA dengan pria idaman lain.

Puncaknya, pada hari Sabtu (2/3), keduanya terlibat cek-cok di dalam kamar tidur. “Ketika bertengkar sama-sama mabuk,” kata Mulyadi di kantornya, Jalan Jatinegara, Jaktim, Rabu (6/3/2013) malam.

BS memukul istrinya dengan tongkat hingga terjatuh dan akhirnya tak bernyawa. Panik istrinya meninggal, BS pun kemudian terpikir untuk membuang jasad korban dengan terlebih dahulu memotong tubuhnya.

Sang pembantu, T kemudian disuruh BS untuk membeli kantong plastik guna membungkus potongan jasad korban dan sempat menyimpannya beberapa hari dalam kamar tidur.

Potongan tubuh korban dibuang di Tol Cawang. Pada hari Selasa (5/3), polisi menemukan potongan tubuh di KM 0+200 ditemukan kaki kanan; KM 1+200 ditemukan tangan kanan; KM 2+200 ditemukan tangan kiri dan dada bagian kiri; KM 2+600 ditemukan usus dan organ dalam yang dimasukan dalam plastik; KM 3+300 ditemukan kaki kiri; KM 3+800 ditemukan kepala.

“Untuk potongan tubuh yang lain, terutama bagian dalam tubuh dibuang ke sungai,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno menerangkan dalam jumpa pers.

BS dan istrinya sudah 10 tahun membina biduk rumah tangga, tapi belum memiliki anak.

Dalam perkara ini, polisi juga menetapkan pembantu BS berinisial T sebagai tersangka. T diduga ikut membantu membuang potongan tubuh DSA yang juga majikannya.

(fdn/fdn).

***

Selain Soto Lamongan, BS Juga Ternyata Jualan Miras

Grobak Soto_84365237943

(Foto: Isnaini/Okezone)

JAKARTA – Garis polisi melintang membatasi warung bedeng sederhana milik BS (36), tempat itu menjadi saksi bisu proses pemotongan jasad Darna Sri Astuti (32), korban mutilasi yang dilakukan oleh suaminya sendiri.

Tercium aroma tuak anggur dari warung soto khas lamongan itu. Aneh? Tentu tidak, warung yang kesehariannya menjual soto ayam Lamongan itu juga menjual minuman keras seperti tuak anggur dan beberapa merk lainya.

Bukan hanya menjual, warung sederhana bercat kuning itu pun kerap dijadikan tempat nongkrong para sopir angkutan untuk mabuk-mabukan, melihat lokasinya tepat berada di belakang terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

“Disini jadi tempat jual tuak, warga sekitar sudah banyak yang protes, tapi enggak didengerin,” ujar Ahmad Harifudin, tetangga korban saat berbincang dengan Okezone, Kamis (7/3/2013).

Tersangka BS juga dikenal sebagai pemabuk, banyak warga yang kesal dengan tingkah lakunya yang dinilai menggangu warga sekitar. Dari mulai keributan, pertengkaran rumah tangga pasangan tersebut yang disertai kekerasan, hingga sifat yang tempramental tersangka.

“Warga disini sudah muak sama tingkahnya dia, orangnya itu reseh dan ngerugiin orang lain,” ungkap Ahmad.

Isnaini – Okezone

Kamis, 7 Maret 2013 05:51 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 578 kali, 1 untuk hari ini)