Hartono Ahmad Jaiz

Sekularisme ala Eropa menyangkut pihak gereja dan kekaisaran. Memisahkan antara urusan kaisar (dunia) dengan urusan gereja (agama). Usaha melepaskan manusia dari bimbingan agama dalam keduniawian.

Sekularisme yang menyusup ke dunia Islam.
Sekularsime menjangikiti kaum terpelajar Islam hingga jatuh ke kubangan kemusyrikan baru berupa liberalisme agama, inklusifisme, pluralisme agama, dan multikulturalisme.

Sekularisme yang bahkan meyusup ke para pegiat dan pengikut pengajian. Hingga kalau ada orang Muslim membahas folitik, walau membahas kezaliman yang ditimpakan kepada umat, tidak jarang justru mereka (pengikut pengajian) gerah dan tak suka (sadar atau tidak telah terjerumus ke jurang yang menjurus ke arah penjilatan terhadap penguasa zalim). Padahal dalam Islam, kezaliman itu tidak boleh dibiarkan.

Jadi sesat dan diazab jika membiarkan kezaliman.
Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu ia berkata

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ لَتَقْرَؤُوْنَ هَذِهِ الآيَةَ :ياأيها الذين آمَنُوْا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لاَ يَضُرُكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ وَإِنِّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: “إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوْا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ (رَوَاهُ أبو داود والترمذي وَغَيْرُهُمَا)

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian benar-benar membaca ayat ini ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk’ (Al-Maidah:105), karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sungguh manusia bila mereka menyaksikan orang zhalim namun tidak menghentikannya, dikhawatirkan Allah akan menjatuhkan hukumanNya pada mereka semua’ “ (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya, sanadnya shahih).

Macam-macam sekularisme itu setelah terbukti tidak sesuai dengan Islam, maka tentunya berbahaya bagi Umat Islam.

Masalah ini bila dibahas secara ilmiyah dalam bentuk tulisan yang baik dan benar, insya Allah bermanfaat. Bahkan penulisnya bisa meraih gelar akademis, baik sarjana, magister, maupun bahkan doktor. Dan bila dibukukan kemudian diedarkan, insya Allah bermanfaat pula.

Ditunggu.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.879 kali, 1 untuk hari ini)