“Turunkan Jokowi-JK. Kebanyakan janji manis prorakyat. Padahal proasing terus. Turunkan saja,” teriak orator aksi dan disambut para demonstran lainnya.

Demo mahasiswa0

foto solopos

Demo mahasiswa00

Demo depan Istana: Bakar Pocong, Kamis, 21 Mei 2015  / Foto Humas Polda Metro

Kebanyakan Janji, Mahasiswa Tuntut Jokowi-JK Turun Takhta

KAMIS, 21 MEI 2015 , 19:14:00

JAKARTA- Para mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Istana Merdeka semakin berani melontarkan tuntutannya. Tak tanggung-tanggung, mahasiswa dari berbagai universitas itu menuntut Joko Widodo-Jusuf Kalla lengser keprabon.

“Turunkan Jokowi-JK. Kebanyakan janji manis prorakyat. Padahal proasing terus. Turunkan saja,” teriak orator aksi dan disambut para demonstran lainnya.

Tak hanya itu, para demonstran tersebut juga menciptakan sejumlah lagu untuk mencela Jokowi. Mereka juga bertekad bertahan di Istana Merdeka sampai Jokowi kembali dari kunjungan kerja di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Para demonstran juga meminta Jokowi-JK mengembalikan sistem harga BBM yang stabil dan tidak menyusahkan masyarakat. “Kalau Jokowi enggak datang, bakar saja istana. Bakar istana, bakar istana,” seru para mahasiswa.

Sambil membawa spanduk bertuliskan Pulangkan Jokowi ke Solo, para mahasiswa meneriakkan yel-yel yang meminta Jokowi-JK turun takhta. (flo/jpnn)

***

Bakar Replika Pocong.

Demo di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, mahasiswa sempat membakar sebuah replika boneka berbentuk pocong.

Mahasiswa menganalogikan replika ini sebagai simbol korban rezim Presiden Jokowi. Para mahasiswa dengan baju almamater berwarna merah terlihat mengelilingi pocong tersebut. Di sekeliling pocong telah dikumpulkan spanduk-spanduk. Beberapa mahasiswa kemudian datang dan menyulut api. Alhasil pocong tersebut pun terbakar. Mahasiswa bersorak-sorai sambil bernyanyi dengan nada mengejek . Pocong yang dibakar ini dibawa oleh sekelompok mahasiswa dengan almamater berwarna biru. Lengkap dengan sebuah keranda jenazah, yang bertuliskan “korban PHP” (Pemberi Harapan Palsu). Hingga sore hari pukul 16.40, aksi mahasiswa masih berlangsung dengan pengawalan ketat kepolisian./ newshanter.com

***

Kamis, 21 Mei 2015 , 18:02:00

Demo di Depan Istana Rusuh, Ada yang Ditangkap

JAKARTA–Kericuhan terjadi saat aksi unjukrasa ratusan mahasiswa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis petang (21/5).

Aksi unjukrasa ini semakin memanas setelah seorang mahasiwa membakar pocong yang dianggap sebagai simbol rakyat korban janji palsu dari Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Api yang membesar itu berusaha dipadamkan oleh personel polisi yang berjaga depan Istana. Namun, upaya polisi itu justru mengundang kemarahan mahasiswa.

Bukannya api yang mati, justru kemarahan kedua pihak yang tersulut karena aksi tersebut. Saling dorong-dorongan pun terjadi antara polisi dan mahasiswa.

“Jangan terprovokasi teman-teman mahasiswa. Itu polisi, jangan terprovokasi,” seru orator aksi dari atas mobil yang dilengkapi pengeras suara.

Aksi lempar-lemparan botol dengan polisi pun sempat terjadi. Namun, berhasil dikendalikan.

“Bakar Jokowi sekarang Juga. Pembakaran ini bukan fisik, ini pembakaran terhadap kemunafikan dan kebohongan. Bakar kebobrokan di tubuh Jokowi. Bakar semua antek-antek asing di sekeililing Jokowi,” seru orator sehinggga suasana makin memanas.

Polisi pun mengamankan seorang pria bernama Syamsul yang diduga memprovokasi para mahasiswa melakukan aksi anarkis. (flo/jpnn)

***

“Era Jokowi, kami melihat anak kecil mati kelaparan. Di era Jokowi pula kami mahasiswa melihat seorang ibu mencuri beras. Maka dari itu kami meminta Jokowi segera tinggalkan kursi kepresidenan,” tegas orator mahasiswa dari Bandung.

***

Banyaknya Pencitraan & Kebohongan, Mahasiswa Minta Jokowi Turun

JAKARTA (voa-islam.com)- Dalam aksinya mahasiswa menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tak lebih hanyalah sebuah pencitraan yang diciptakan oleh orang-orang yang ingin merusak Negara Indonesia.

Mahasiswa pun mengharapkan agar Jokowi dengan legowo turun dari tampuk kekuasaannya. Salah satu orator bahkan menyebut akan menunggu Jokowi untuk pulang ke Solo.

Joko Widodo hanya pencitraan saja. Kami himbau agar Bapak Jokowi untuk segera pulang ke Solo,” ajaknya yang disambut pekikan ‘pulangkan jokowi’ siang tadi (21/05/2015) di depan Istana Negara.

Selain itu, mahasiswa Bandung yang menjadi orator juga meminta hal yang sama, yakni memulangkan presiden Joko Widodo ke kampung halamannya di Solo. “Era Jokowi, kami melihat anak kecil mati kelaparan. Di era Jokowi pula kami mahasiswa melihat seorang ibu mencuri beras. Maka dari kami meminta Jokowi segera tinggalkan kursi kepresidenan,” tegasnya.

Dengan kepemimpinan Jokowi, mahasiswa menilai kesejahteraan rakyat tidak direalisasikan. Jokowi pun, menurut mahasiswa hanya memikirkan orang dekatnya untuk dijadikan kaya secara politis. Belum lagi, masih menurut mahasiswa, Jokowi berlaku banyak kebohongan dengan segala ucapannya.

“Jokowi ucapkan kemajuan untuk negeri hanyalah kebohongan. Yang ada ia (Jokowi) hanya memperkaya orang-orang dekatnya dengan cara politis,” sebutnya.

Mahasiswa, dengan kekuatan dari segala penjuru mengaku akan mampu menurunkan Jokowi. “Kami datang dari Timur, Barat, Selatan, Timur, Utara, dan Pusat meminta bapak Jokowi turun sebagai presiden,” tutup serang orator.

Ribuan aparat yang mengawal kebebasan ekspresi ini diperkirakan berjumlah ribuan,. Aparat juga dipersenjatai oleh alat untuk mengusir massa jika terjadi kericuhan.

(Robigusta Suryanto/voa-islam.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 655 kali, 1 untuk hari ini)