Mahasiswa Tolak TKA China Komunis, Imigrasi Kendari Ditagih Kesepakatan Kemarin untuk Sidak Bersama terhadap TKA

  • “Saat itu kami bersepakat untuk melakukan sidak bersama untuk memastikan TKA yang datang ini benar tenaga ahli dan mereka betul dalam kondisi bebas dari Covid-19 tetapi sampai saat ini belum juga ada kejelasan padahal TKA tahap dua akan kembali terjadi” ungkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) Pandyi Priyono, Selasa (30/6/2020)

     

1 min read


 
 

 
 

KENDARI – Kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Sulawesi Tenggara masih terus mendapatkan penolakan dari berbagai elemen mahasiswa dan pemuda. Terlebih dikabarkan bahwa gelombang kedua dijadwalkan akan masuk hari ini, Selasa (30/6/2020).

Diketahui sebelumnya, dari 500 TKA tersebut, sudah ada yang masuk sebanyak 156 orang pada gelombang pertama, Selasa (23/6/2020). Bahkan kedatangan para TKA tersebut menuai banyak sorotan dan aksi unjuk rasa besar besaran di Sultra hingga berujung bentrok dengan aparat kepolisian.

Yang paling keras menolak datangnya TKA China yakni Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) Pandyi Priyono yang saat itu melakukan aksi demonstrasi penolakan TKA yang tergabung dalam Aliansi Bem Se-Sultra menagih komitmen kepala kantor imigrasi Kelas 1 kendari.

Pasalnya dalam aksi saat itu di depan kantor Imigrasi Kelas 1 Kendari Kepala kantor Imigrasi Hajar aswad menyetujui permintaan massa aksi yang semua itu tertuang dalam pernyataan sikap sebagai bukti komitmen bersama dalam pernyataan sikap tersebut disepakati salah satuya bahwa imigrasi kendari akan melakukan sidak bersama kepada TKA tahap satu yang masuk ke kendari.

“Saat itu kami bersepakat untuk melakukan sidak bersama untuk memastikan TKA yang datang ini benar tenaga ahli dan mereka betul dalam kondisi bebas dari Covid-19 tetapi sampai saat ini belum juga ada kejelasan padahal TKA tahap dua akan kembali terjadi” ungkapnya, Selasa (30/6/2020)

Dia mengatakan bahwa selain sidak bersama pihak imigrasi juga berjanji akan memberikan data 500 TKA asal China dan data TKA yang masuk di Kendari dalam beberapa tahun belakangan sampai saat ini.

“Selain sidak kami juga minta data 500 TKA asal China itu tetapi saat itu yang di berikan data semua TKA yang datang Tahap 1 sisanya katanya akan diberikan namun butuh waktu 1 sampai 2 hari tetapi sampai saat ini juga belum ada kejelasan,” bebernya.

Dengan tidak diberikan data tersebut, Pandyi sangat menyayangkan sikap Imigrasi Kelas 1 Kendari yang menganggap Imigrasi kelas 1 kendari tidak komitmen dan terkesan menyembunyikan data-data itu di tengah keresahan masyarakat terkait datangnya TKA asal China ini.

Lanjut ia, sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan sikap tersebut jika semua poin yang disepakati bersmaa tidak di penuhi oleh kepala kantor imigrasi maka harus siap mundur dari jabatannya.

“Kalau benar 500 TKA itu tenaga ahli dan telah memenuhi semua syarat dan melewati prosedur yang di tetapkan kenapa saat ini terkesan ada hal yang janggal dan kami tetap tagih janji itu jika memang tidak bisa dipenuhi kepala imigrasi harusnya lepas jabatan” tutup Pandyi.

Sekedar informasi, desas desus masuknya TKA China di bumi anoa sudah mengeruak sejak April lalu. Dimana saat itu dari Gubernur, Forkompinda, dan DPRD Sultra sepakat menolak atau menunda kedatangan para TKA tersebut dengan memperhatikan kondisi kebatinan masyarakat Sultra yang masih berjuang melawan virus corona atau Covid-19.

Namun, pada 12 Juni 2020 lalu, lewat rapat koordinasi di Rujab Gubernur Sultra yang membahas soal ketenagakerjaan, Gubernur dan Forkompinda Sultra akhirnya menyetujui masuknya TKA China yang merupakan tenaga ahli, serta mempertimbangkan keberlangsungan perekonomian daerah. Sedangkan kubu DPRD Sultra terbelah ada yang mendukung dan ada juga yang menolak dengan berbagai pertimbangan yang ada. Sementara gejolak penolakan dari berbagai elemen terus disuarakan.

Para TKA tersebut akan bekerja di perusahaan tambang PT. VDNI dan PT. OSS yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra.

Laporan : TIM

sultraline.id, 5 jam ago

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 134 kali, 1 untuk hari ini)