JAKARTA,— Puluhan mahasiswa Universitas Indonesia yang berunjuk rasa di Polda Metro Jaya, Kamis (13/8/2014) siang, menuntut agar Sitok Srengenge segera ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perbuatan tidak menyenangkan terhadap mahasiswa universitas tersebut, RW.

Koordinator aksi, Tama, mengatakan bahwa dia sudah bertemu dengan penyidik dari Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. “Tadi sempat bertemu dengan Kasubdit Kamneg. Penjelasan mereka normatif, menjelaskan bahwa kasus ini akan tetap diproses,” katanya.

Para mahasiswa yang menamakan diri “Solidaritas Mahasiswa UI untuk #AdiliSitok” itu mengajukan tiga tuntutan. Ketua BEM UI Irvan Riansa menjelaskan, tuntutan pertama adalah menerapkan percepatan hukum bagi kasus Sitok.

Kedua, mengembalikan proses penyidikan kasus tersebut ke Subdit Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya agar sesuai dengan kondisi kasusnya. Sementara itu, tuntutan ketiga adalah segera menetapkan Sitok Srengenge sebagai tersangka.

Irvan mengatakan, ada diskriminasi terhadap RW. “Sebagai korban, RW menerima beberapa sikap diskriminasi, antara lain kasusnya yang tidak lagi ditangani oleh Ditreskrimum Subdit Renakta, tetapi oleh Subdit Kamneg,” ujarnya.

Seperti diberitakan, RW mengadukan Sitok atas perbuatan tidak menyenangkan pada 29 November 2013. Mulanya, pengaduannya diterima oleh Subdit Renakta Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dan dijerat dengan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Kemudian, kasus ini dilimpahkan ke Subdit Kamneg lantaran dalam prosesnya menyedot perhatian publik.

 

KASUS SITOK SRENGENGE: RW Sempat Beberapa Kali Coba Bunuh Diri

NewswireSelasa, 03/12/2013 12:03 WIB

Kabar24.com, JAKARTA – Kasus dugaan perkosaan yang dilakukan penyair Sitok Srengenge terhadap mahasiswi berinisial RW ternyata menyimpan sejumlah kisah.

Berdasar keterangan Badan Eksekutif Mahasiswa UI di situs bem.fib.ui.ac.id, korban RW sempat beberapa kali mencoba bunuh diri setelah mengalami kejadian yang mengguncang dirinya.

“Menyoal musibah yang menimpa salah satu keluarga kami, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dengan ini ingin meluruskan informasi yang saat ini berkembang secara luas,” demikian tertulis di situs resmi BEM UI tersebut

Disebutkan bahwa tulisan yang mereka buat disusun berdasarkan keterangan dari pengacara korban dan beberapa alumni yang terlibat menangani kasus dugaan perkosaan ini.

“Salah seorang mahasiswi FIB UI menjadi korban pemerkosaan secara halus dengan intimidasi mental oleh seorang seniman bernama Sitok Srengenge,” lanjut pihak BEM UI.

Belakangan diketahui bahwa korban sempat melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri yang berakhir gagal, lanjut keterangan di halaman muka situs bem.fib.ui.ac.id. (Kabar24.com)

(nahimunkarcom)

(Dibaca 335 kali, 1 untuk hari ini)