Jakarta (Voa-Islam.Com) – Innalillah, sudah menjadi sejarah hitam Komisi Pemilihan Umum (KPU), dimana dalam setiap Pemilu ada sebagian pimpinan KPU tidak netral dan berpihak pada Parpol atau Capres tertentu. Padahal mereka sudah disumpah untuk amanah dan independen dalam menjalankan tugasnya.

Pada Pemilu 1999 lalu ketika Anas Urbaningrum menjadi salah seorang pimpinan KPU diduga tidak netral, demikian pula Andi Nurpati pada Pemilu 2009 lalu tidak netral dan berpihak kepada Partai Demokrat sehingga memenangkan Partai Demokrat dan SBY untuk masa jabatannya keduanya.

Demikian halnya pada Pilpres 2014 sekarang ini ada beberapa oknum pimpinan KPU yang diduga tidak netral, salah satunya Hadar Gumay yang melakukan pertemuan rahasia di sebuah restoran di Menteng dengan petinggi Polri Komjen (Pol) Budi Gunawan yang dikenal pro Megawati dan anggota Timses Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan.

Kepada Voa-Islam.Com yang menemuinya di Rumah Polonia, Kamis (10/7), Ketua Tim Sukses Prabowo Hatta, Mahfud MD ketika ditanya soal ketidak-netralan KPU pada Pilpres kali ini, dengan tegas mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada KPU jika ingin netral atau berpihak: “Itu terserah KPU”, tegas Mahfud MD.

Sementara itu kepada Voa-Islam.Com, anggota Tim Sukses Prabowo-Hatta, Mahendradatta dengan tegas memperingatkan jika ada anggota KPU yang tidak netral, apalagi nanti pada tanggal 22 Juli akan diumumkan siapa pemenang Pilpres.

“Saya peringatkan, KPU jangan main api seperti sebelumnya, sebab sekarang susah sekali untuk bermain api. Memang diduga kuat ada oknum pimpinan KPU yang tidak netral,” tegas pengacara kondang tersebut.

Untuk itu sebagai anggota Tim Sukses Prabowo-Hatta, Mahendradatta meminta agar dalam tubuh KPU perlu dibangun kekuatan untuk mengembalikannya pada jalurnya yang benar, sehingga netralitas KPU benar-benar dijaga dengan baik, tidak seperti KPU sebelumnya.

Pemilu dan demokrasi seakan mubazir, dengan menghabiskan dana Rp 20 triliun namun oknum KPU dan berbagai pihak berlaku curang, menodai kepercayaan publik dan merusak negara, bahkan merusak keluruhan nilai-nilai agama. [adivammar/ Abdul Halim/Voa-Islam.Com] #Pemilu2014

(nahimunkar.com)

(Dibaca 9.446 kali, 1 untuk hari ini)