Mahfud Kutip Ayat Quran “Kebatilan Akan Selalu Kalah”, Netizen: Aamiin ya Rabb


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melalui akun Twitternya membuat kaget netizen. Ini karena Prof Mahfud menyitir ayat-ayat Al-Quran yang artinya kebatilan pasti akan kalah.

 

Entah ditujukan kepada siapa, namun hal ini membuat netizen heboh.

 

“Qul ja’al haqq wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuqa”, Kebathilan akan selalu kalah. Maka itu yg diperjuangkan hrs yg benar sebab yg tdk benar pasti kalah,” tulisnya pada Ahad(22/11).

 

Mahfud MD juga mengingatkan jika kebatilan bisa menang jika kebenaran yang ada tidak terorganisir.

 

“Tp ingat jg, “Kebenaran yg tdk diorganisir dgn baik akan kalah oleh kebatilan yg diorganisir dgn baik,” lanjutnya.

 

Mahfud kemudian menegaskan saat salah satu warganet mempertanyakan tentang saling klaim antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.

 

“Lha tapi pak, satu pihak nge-klaim memperjuangkan kebenaran lainnya nge-klaim tidak bathil. Benar dan bathil jadi samar2,” tulis akun @isthofani.

 

Menjawab hal itu, Mahfud tetap berkeyakinan jika Allah akan memberi kemenangan kepada yang benar, hal itu menurut Mahfud adalah janji Allah.

 

“Kalau saling klaim, Allah akan memberi kemenangan kpd yg benar. Itu janji Allah,” tulisnya.

 

Mahfud juga menyebut teori Post Truth yang mengatakan kesalahan yang dipropagandakan akan dianggap benar. “Ya, itu yg dlm teori disebut post truth. Kesalahan yg selalu dipropagandakan akhirnya dianggap benar,” jelasnya.

 

Dalam cuitan terakhirnya, Mahfud juga mengatakan jika pihaknya tidak benar, maka pasti pihaknya akan kalah.

 

“Maka itu, tak perduli apakah sebarisan atau tak sebarisan dgn kita, yg haqq akan menang. Kita pun kalau tdk benar akan kalah,” sambungnya.

 

Netizen lain kemudian menanggapi dengan ayat Al-Quran juga yang artinya: “Karena kesombongan (mereka)dimuka bumi & krn rencana (mereka) yg jahat. Rencana yg jahat itu tidak akan menimpa selain orang yg merencanakannya sendiri. Tiadalah yg mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yg telah berlaku) kepada orang2 yg terdahulu. QS 35:43,” posting @Rahminova2.

 

Ada juga yang mengaminkan apa yang diposting Menko Polhukam. “Mari Kita Aminkan Pernyataan dari Pak Mahfud ini… Aamiin ya Rabb… ,” posting pengguna akun @_Trenggiling188.

Karena kesombongan (mereka)dimuka bumi & krn rencana (mereka) yg jahat. Rencana yg jahat itu tidak akan menimpa selain orang yg merencanakannya sendiri. Tiadalah yg mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yg telah berlaku) kepada orang2 yg terdahulu.
QS 35:43

— Rahmi Nova (@rahminova2) November 22, 2020

 

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 23 November 2020 BERITA NASIONAL SOSIAL MEDIA

***

Yang benar yang menolong agama Allah

{وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (40) الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ } [الحج: 40، 41]

… Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, [Al Hajj:40]

41. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. [Al Hajj:41]

Adapun yang tidak ada tanda2 menolong agama Allah (Islam), bahkan menumbuhkan adat kemusyrikan seperti sesajen, ruwatan dan sebagainya, maka jelas itu bukan di pihak yang benar, walau perkataannya seakan terkesan mengaku pihaknya benar. (Silakan ihat ini: https://www.nahimunkar.org/nu-1930-haramkan-sedekah-bumi-adat-sesajen-nu-2020-usung-kemusyrikan-pimpin-ruwatan-gibran-calon-walikota-solo/)

Walaupun keadaannya sedang berjaya, misalnya, namun dikhawatirkan justru tergolong dalam ayat ini:

{يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (9) فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (10) وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ } [البقرة: 9 – 12]

9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. [Al Baqarah:9]

10. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. [Al Baqarah:10]

11. Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. [Al Baqarah:11]

Ayat tersebut dikutip dalam tulisan di nahimunkar.org dengan judul ‘Anekdot: Meniru Solidaritas Tikus?’. Di antaranya untuk melandasi pernyataan: … bahwa manusia2 yang cari makan sambil merusak, bahkan merusak agama Islam, contohnya ormas Islam terbesar justru mengusung dan menghidupkan kembali kemusyrikan ruwatan, itu adalah cari makan sambil merusak Islam. Itu jauh lebih buruk dari sekadar solidaritas ala tikus yang cari makan sambil merusak tanaman. Na’udzubillahi min dzalik! (kami berlindung kepada Allah dari hal yang demikian).

***

Nah, tinggal kita cermati, apakah yang dimaksud P Mahfud MD itu sesuai dengan ayat yang dia kutip.

{وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا } [الإسراء: 81]

81. Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. [Al Isra”:81]

Tafsirnya:

81. وَقُلْ جَآءَ الْحَقُّ (Dan katakanlah: “Yang benar telah datang)
Yakni kemenangan Islam yang dijanjikan Allah kepada Nabi Muhammad.

وَزَهَقَ الْبٰطِلُ
ۚ( dan yang batil telah lenyap”)
Yakni kesyirikan telah hilang dan sirna.
Imam Bukhari, Imam Muslim, dan yang lainnya mengeluarkan hadits dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Rasulullah memasuki kota Makkah sedangkan di sekeliling Ka’bah terdapat 360 berhala, maka Rasulullah menghancurkannya dengan tongkat yang ada di tangannya seraya berkata: “
جَآءَ الْحَقُ وَزَهَقَ الْبٰطِلُ ۚإن الباطل كان زهوقا(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah)

81. FirmanNya, “Dan katakanlah, ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap’ ,” kebenaran adalah apa yang Allah wahyukan kepada RasulNya, Muhammad, Allah memerintahkannya untuk mengatakan dan mengumumkan, “Telah datang kebenaran yang tidak ada sesuatu pun yang menentangnya. Dan kebatilan telah lenyap.” Artinya (kebatilan) telah pudar dan pupus. “Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap,” maksudnya ini adalah sifat kebatilan. Akan tetapi, terkadang kebatilan berkuasa laris (digemari) apabila tidak dihadapi dengan kebenaran.Lalu tatkala datang kebenaran, maka kebatilan meredup dan tidak akan tersisa sama sekali. Tidaklah kebatilan itu akan laris kecuali pada waktu dan tempat yang kosong dari ilmu tentang ayat-ayat Allah dan penjelasannya. (Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H)

https://tafsirweb.com/4685-quran-surat-al-isra-ayat-81.html

 

***

Kita ulangi lihat penafsirannya:

“Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap,” maksudnya ini adalah sifat kebatilan. Akan tetapi, terkadang kebatilan berkuasa laris (digemari) apabila tidak dihadapi dengan kebenaran. Lalu tatkala datang kebenaran, maka kebatilan meredup dan tidak akan tersisa sama sekali. Tidaklah kebatilan itu akan laris kecuali pada waktu dan tempat yang kosong dari ilmu tentang ayat-ayat Allah dan penjelasannya. (Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H)

Dengan demikian, pernyataan yang mengarahkan ayat itu untuk dijadikan landasan bahwa yang sedang menang atau berjaya itu berarti di pihak yang benar, adalah tidak tepat.

Jadi kalah atau menangnya keadaan, tidak menunjukkan benar/haqq atau salahnya/ batilnya. Sehingga yang sedang di pihak yang berkuasa walaupun menang, tidak berarti di pihak yang benar, sedang yang kalah belum tentu di pihak yang salah. Tergantung, mana yang sebenarnya membela agama Allah, itulah yang benar.

Bila kebatilan tidak dilawan oleh pihak yang menolong agama Allah, maka kebatilan (yang asli sifatnya adalah lenyap atau kalah itu) justru bisa menang bahkan berkuasa atau laris. Karena kebatilan memang bisa menang pada waktu dan tempat yang kosong dari ilmu tentang ayat-ayat Allah dan penjelasannya, yaitu kosongnya atau kalahnya (dikalahkannya) pihak2 yang membela agama Allah.

Nah!

(nahimunkar.org)

(Dibaca 404 kali, 1 untuk hari ini)