Mahfud MD Dikuliahi Dokter Akibat Omongannya, “Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Covid”

 

Ini isi kuliah untuk Mahfud MD.

***

 

TANGGAPAN Dokter atas Pernyataan Mahfud MD “Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Covid”



Menko Mahfud MD kembali bikin pernyataan yang memicu kontroversi: “Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Covid“.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200526135028-20-506985/mahfud-korban-jiwa-kecelakaan-9-kali-lebih-banyak-dari-covid

***

Berikut tanggapan dr. @indrakusuma di akun twitternya:

(1) Kematian karena covid19 tidak lebih banyak daripada penyakit lain, atau sebab lain, ini betul, sejauh ini.

Tapi kematian tidak semestinya jadi fokus utama, meski penting, aspek paling menakutkan dari covid19 adalah sbb:

1. Emerging disease: No Vaccine, No Spesific Drug, Covid19 memaksa kita bersikap defensif, bukan ofensif.

2. Pandemi, akibat OTG yg sudah menularkan, Covid19 beroperasi secara Covert, dan kita tidak punya sistem deteksi yg handal saat tanpa gejala, kecuali deteksi massal yg mahal.

(2) Jadi memang bukan kematian yg sepatutnya ditakuti.. Tapi lumpuhnya Sistem Kesehatan karena Jumlah yg sakit, meski gejala ringan, akan tidak terkendali, bak zona perang.

(3) PSBB menurunkan laju penularan, memberi kesempatan sistem kesehatan dan masyarakat bersiap untuk New Normal.

Tapi jangan remehkan, covid19 masih diatas angin, kita tetap belum punya vaksin dan obat spesifik.

(4) Kita masih defensif, belum ada strategi ofensif, kita baru berhasil membuktikan bahwa laju gerak Satuan Lapis Baja Covid19 dapat dihambat, baru itu saja…

(5) Masuki era normal yg baru dengan kesadaran bahwa ada ancaman diantara kita yg dapat melumpuhkan sistem kesehatan, dan masyakat dgn layanan kesehatan yg lumpuh akan musnah cepat atau lambat.

(6) Ingat, setiap pemberani punya rasa takut, hanya orang gila yg sudah hilang rasa takutnya.

Takutlah, tapi imbangi dengan harapan berikut:

1. Penelitian berlangsung diseluruh dunia, berlomba-lomba dalam menemukan obat spesifik yg dapat menembus Lapisan Baja Covi19 yg sejauh ini terbukti kebal berbagai arsenal yg saat ini dimiliki umat manusia.

2. Penelitian juga berlangsung diseluruh dunia, berlomba menemukan Vaksin, sebagai tameng yg sanggup menghentikan laju Satuan Lapis Baja Covid19 dan melindungi generasi berikutnya.

(7) Kematian karena covid19 mungkin tidak banyak, tapi dia memaksa kita bertekuk lutut tahun 2020 ini

(8) Normal yg baru adalah kita berdiri kembali dan melanjutkan kehidupan dalam keadaan tersandera, semua kita menjadi sandera.

Dan yg akan menyelamatkan kita adalah mereka yg memakai coverall setiap hari, hanya dalam ruang dan baju isolasi tersebut kita lepas dari sandera covid19.

(9) Tugas kita memberikan dukungan semesta dalam gerilya ini..

Tugas kita untuk memberikan respek pada musuh, takutlah tapi seimbangkan dengan harapan-harapan..

Tugas kita untuk tidak meremehkan..

Sadarilah maka engkau termasuk yg beruntung.

[THREAD]

Kematian karena covid19 tidak lebih banyak daripada penyakit lain, atau sebab lain, ini betul, sejauh ini. 

Tapi kematian tidak semestinya jadi fokus utama, meski penting, aspek paling menakutkan dari covid19 adalah sbb

— Indra Kusuma (@indrakusuma) May 26, 2020

[PORTAL-ISLAM.ID], Rabu, 27 Mei 2020  BERITA NASIONAL

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 969 kali, 1 untuk hari ini)