Mahfud MD Mengaku Pusing Jadi Menteri Jokowi Karena Kebijakan Suka Tak Sinkron

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengaku pusing menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) di Kabinet Indonesia Maju era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024.

“Pusing. Dalam pengertian terlalu banyak alternatif kebijakan satu sama lain yang tidak sinkron,” kata Mahfud seperti dikutip dari Youtube Deddy Corbuzier.

Misalnya, kata dia, keputusan tentang percepatan penanganan COVID-19. Menurut dia, masyarakat banyak keinginannya dan suka terjadi perbedaan tapi pemerintah harus mengambil keputusan. Makanya, pemerintah tidak boleh terombang-ambing dalam mengambil keputusan meskipun banyak perbedaan di masyarakat.

“Kalau kita terombang ambing oleh perbedaan-perbedaan di tengah masyarakat dengan berbagai kepentingannya, memang ada kepentingan masyarakat yang tulus ingin keselamatan publik, ada yang memang motif politik, agenda pribadi, agenda bisnis,” ujarnya.

Nah, Mahfud mengaku pusing ketika pemerintah harus mengambil keputusan. Akan tetapi, tingkat pusingnya Mahfud itu bukan berarti putus asa apalagi stres berlebihan, itu tidak. “Pusing dalam arti kita harus bagaimana mengatur ini agar kita bisa ambil keputusan paling mendekati,” jelas dia.

Di samping itu, Mahfud mengungkapkan kenapa pemerintah kerap berbeda-beda dalam menyampaikan suatu kebijakan terkait penanganan percepatan COVID-19. Menurut dia, sesuatu yang masih menjadi wacana pembicaraan kadangkala sudah bocor duluan di masyarakat.

“Bocornya bukan dibocorkan oleh pejabat. Kadangkala kan seperti zaman sekarang kita pakai virtual, itu bisa bocor kemana-mana. Ketika ini sudah mulai bocor maka muncul pertanyaan, lalu pejabat yang bersangkutan kadangkala menjelaskan dalam gelagapan (gugup) berbeda-beda. Tapi keputusannya tidak pernah berbeda-beda, ketika jadi wacana saja yang sering diperdebatkan orang,” katanya.

Tentu, Mahfud menganggap wajar jika terjadi perdebatan. Karena, dalam rapat terbatas maupun rapat kabinet bersama Presiden Jokowi juga terkadang terjadi perbedaan pendapat. Namun, keputusan tetap diambil oleh Presiden Jokowi.

“Biasanya keputusan satu, artinya ketika muncul masalah dikemukakan oleh Presiden. Semua menteri bicara jelaskan, ada yang sama, ada yang beda. Lalu Presiden mengambil keputusan, sudah satu,” katanya.

 

[portal-islam.id] Rabu, 20 Mei 2020  BERITA NASIONAL

 

***

Obat Corona, Pagi Kedele Sore Tempe (Alias Mencla Mencle)


Posted on 20 April 2020

by Nahimunkar.org


Obat Corona, Pagi Kedele Sore Tempe (Alias Mencla Mencle)

Inilah beritanya.

***
 

JOKOWI & OBAT CORONA, Dulu Sebut Sudah Ada Obatnya, Borong 5 Juta, Sekarang Kok Bilang Belum Ada?

JOKOWI & OBAT CORONA, Dulu Sebut Sudah Ada Obatnya, Sekarang Bilang Belum Ada…

[20 MARET]
Jokowi: Sudah Ada Obat untuk Corona, Akan Dibagikan dari Rumah ke Rumah

Presiden Jokowi mengatakan, hingga kekinian belum ada vaksin untuk menanggulangi virus corona Covid-19.

Namun, kata Jokowi, sudah ada resep obat yang sudah digunakan sejumlah negara untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus corona.

“Yang pertama untuk antivirus sampai sekarang belum ditemukan. Dan itu yang saya sampaikan tadi, ada obat. Obat ini sudah dicoba oleh  satu atau tiga negara dan memberikan kesembuhan,” ujar Jokowi dalam konferensi pers via video, Jumat (20/3/2020).

Jokowi mengungkapkan, dua resep obat yang ampuh melawan virus corona tersebut yakni Avigan dan Chloroquine.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah sudah memesan kedua obat tersebut.

“Kami sudah mendatangkan 5.000 Avigan, dan dalam proses pemesanan ada 2 juta. Kemudian yang kedua Chloroquine, sudah siap 3 juta,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, pemerintah bergerak cepat dan melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan kasus corona di Indonesia.

https://www.suara.com/news/2020/03/20/173138/jokowi-sudah-ada-obat-untuk-corona-akan-dibagikan-dari-rumah-ke-rumah

SEBULAN KEMUDIAN…

[18 APRIL]
Corona Belum Ada Obatnya, Jokowi Andalkan Kedisiplinan

Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa belum ada satu pun obat yang ampuh melawan virus corona (COVID-19). Presiden mengingatkan COVID-19 hanya bisa dicegah melalui kedisiplinan.

“Saat ini obat ampuh untuk melawan virus corona belum ada, tapi penyebaran corona dapat dicegah dengan kedisiplinan yang kuat dari kita sendiri. Ya, disiplin diri. Mulai dari disiplin menggunakan masker, disiplin menjaga jarak, disiplin hindari kerumunan, dan ini harus dilakukan secara bersama-dan terus menerus tidak boleh terputus,” ujar Jokowi dalam video rekaman Setpres, Sabtu (18/4/2020).

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200418173326-4-152894/corona-belum-ada-obatnya-jokowi-andalkan-kedisiplinan

TERUSSS… YG DULU KONON KATANYA “BORONG 5 JUTA OBAT CORONA”, SUDAH SAMPAI MANA PAK JOKOWI? SUDAH HABIS DIBAGIKAN ATAU GIMANA? ATAU HOAX?
NIH… BUKTI VIDEO… OMONGAN DULU DAN SEKARANG…

Maaf bray 2 orang divideo ini jangan dianggap sama, hanya kebetulan mirip doank… Balada Obat Corona! pic.twitter.com/CQSnbLhHea

— King Purwa (@K1ngPurw4) April 19, 2020

https://twitter.com/i/status/1251927186207985664

[portal-islam.id]  Senin, 20 April 2020  BERITA NASIONAL

 (nahimunkar.org)

(Dibaca 727 kali, 1 untuk hari ini)