JAKARTA, PESATNEWS- Ketua Mahkamah Konstitusi M. Mahfud Md. merasa kasihan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menyebut Presiden mendapat masukan sesat sehingga memberikan grasi kepada orang yang tak tepat.

”Presiden banyak mendapat masukan yang sesat, yang hanya ingin menyenangkan Presiden,” kata Mahfud kepada wartawan di Jakarta Sabtu (10/11).

”Banyak orang cari muka, sehingga dunia hukum kita jadi kacau-balau.” tambahnya.

Sebelumnya juga, Ketua MK Mahfud MD menduga kuat ada peran mafia narkoba yang bisa menembus jaringan Istana Negara. Sebab, pemberian grasi untuk terpidana narkoba Meirika Franola alias Ola tidak memiliki dasar yang kuat.

Menurut Mahfud, pemberian grasi bagi Ola mengundang banyak pertanyaan. Di antaranya, Mahkamah Agung (MA) sebagai pemegang kekuasaan kehakiman tertinggi ternyata tidak termasuk pihak yang ikut merekomendasikan pemberian grasi tersebut. Karena itu, patut diduga ada kekuatan yang turut berperan memengaruhi lembaga yang biasa memberikan masukan terkait dengan pemberian grasi.

“Kerja mafia itu tidak terlihat. Tapi, mereka bisa masuk ke mana-mana. Ke sana (Istana Negara, Red), ke lembaga kepolisian, pengadilan, kehakiman, dan lainnya,” ujar Mahfud.

Komentar keras Mahfud ihwal kalangan Istana itu terkait dengan pemberian grasi bagi Meirika Franola alias Ola. Jumat lalu, ia juga menuding adanya mafia hukum yang mampu meyakinkan pihak Istana terkait dengan pemberian grasi tersebut. ”Seakan-akan grasi itu sudah tepat.” Padahal, menurut Mahfud, Mahkamah Agung telah memberi pendapat kepada Presiden agar Ola tidak diberi grasi karena dia bukan kurir.

Kontan pernyataan mantan orang dekat manatan Presiden Gus Dur itu membuat pihak istana berang.  Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi merasa terhina dengan tudingan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD bahwa mafia narkoba sudah masuk ke lingkaran Istana.

“Suatu tuduhan yang amat keji dan mencemarkan nama lembaga Kepresidenan,” kata Sudi, Jumat (9/11), terkait pernyataan Mahfud soal grasi yang diberikan kepada terpidana kasus narkoba Meirika Franola alias Ola alias Tania.

Karena itu, Sudi meminta Mahfud menjelaskan kepadanya, bahkan Presiden munculnya tuduhan tersebut. “Saya berharap juga disertai dengan bukti-bukti dan keterangan lain yang mendukungnya,” tantang Mensesneg.[rvn/rp]pesatnews, Minggu, 11-11-2012 12:13

(nahimunkar.com)

(Dibaca 438 kali, 1 untuk hari ini)