Mak Plethis (Tidak Ada Kenyataannya), Padahal Polisi Sudah Kerahkan 3.385 Personel Gabungan untuk Amankan Demo “Jokowi End Game”

  • Aparat Sudah Disiagakan tapi Tak Ada yang Demo, Fadli Zon: Ini Bikin Malu Dunia Intelijen

     

Inilah beritanya.

***

 

Polisi Kerahkan 3.385 Personel Gabungan untuk Amankan Demo “Jokowi End Game”

JAKARTA – Polda Metro Jaya sudah mengantisipasi apabila unjuk rasa bertema Jokowi End Game tetap digelar di Istana Negara. Polisi telah mengerahkan 3.385 personel gabungan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.

“Ada 3.385 orang siap mengamankan demo,” kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Pol Marsudianto saat dihubungi, Sabtu (24/7).

Marsudianto menjelaskan, 3.385 personel gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. Mereka sudah disebar di sejumlah titik kumpul massa sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi.

“Personel dikerahkan di sekitar Monas dan DPR,” jelas Marsudianto.

Diketahui, poster ajakan aksi unjuk rasa bertema Jokowi End Game beredar di media sosial. Dalam poster tersebut, aksi dilakukan pada 24 Juli 2021, dengan melakukan long march dari Glodok, Jakarta Barat, menuju Istana Negara, Jakarta Pusat.

Poster aksi itu turut mencatut sejumlah aplikator ojek online (ojol) seperti Gojek, Grab, Shopee Food yang disebut akan menjadi peserta aksi. Selain itu, ada pula mahasiswa dan perkumpulan pedagang kaki lima yang turut bergabung.

Sementara itu, sejumlah pengemudi Grab yang menyambangi Polda Metro Jaya memastikan tidak akan terlibat aksi unjuk rasa tersebut. Mereka bahkan meminta rekan-rekan sejawatnya untuk melakukan hal yang sama. (Jawapos)

jabarekspres.com, 22 Jam Lalu Oleh Ira Karina

***

Aparat Sudah Disiagakan tapi Tak Ada yang Demo, Fadli Zon: Ini Bikin Malu Dunia Intelijen

Aksi besar bertajuk “Jokowi End Game” yang membuat heboh publik akhir pekan ini nyatanya tidak terjadi di lapangan pada Sabtu (24/7). Bahkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai kehebohan aksi tersebut justru membuat malu intelijen negara.

 

Ini lantaran respons berlebihan yang ditunjukkan oleh aparat. Mulai dari penutupan ruas Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/7).

 

Ada juga penempatan petugas berseragam kepolisian dan TNI yang berjaga di sekitar jalanan tersebut. Termasuk penempatan kendaraan taktis milik kepolisian yang turut disiagakan.

 

“Ini bikin malu dunia intelijen,” tutur Fadli Zon lewat akun Twitter pribadinya, Minggu (25/7).

 

Fadli Zon justru mempertanyakan apakah di negara ini sudah tidak ada intelijen lagi. Sebab, kehebohan ajakan demo tidak bisa diprediksi lagi di lapangan.

 

Bahkan respons yang diberikan juga tampak berlebihan. Padahal di satu sisi demonstrasi tidak terjadi.

 

“Kok bisa heboh Demo “Jokowi End Game” tapi tak ada demonya. Apakah ini gladi resik?” sindirnya. [rmol]

@geloranews

25 Juli 2021

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 269 kali, 1 untuk hari ini)