Peristiwa ini walau terjadi tahun 2014 namun senantiasa penting untuk menjadi pelajaran. Pengkeramatan kuburan itu sendiri sudah bermasalah secara aqidah, masih pula kadang belum tentu kuburannya itu memang benar-benar kuburan berisi mayat orang.

 ***

Koalisi Umat Islam

Empat tahun lalu di kalsel, ada makam yg dianggap keramat, kemudian pemerintah setempat membongkar makam tersebut..
ternyata eh ternyata, cuma kayu didalamnya…
#Itulah kebanyakan masyarakat kita, mudah percaya dengan hal-hal yg berbau keramat…

Di Jawa juga banyak nih, tiba-tiba muncul makam baru ditulisin makam mbah fulan, petilasan mbah fulan, akhirnya banyak peziarah, dipasanglah kotak amal, digedein sampai sebesar masjid kompleknya, kasih tarif parkir, sampai akhirnya ada pasar dadakan, mulai dari jual makanan sampai jualan souvenir,..
Kalau urusan perut dan hajat orang banyak sih susah ya..

Via fb Koalisi Umat Islam

***

Catatan:

“Buat yang sering Ziarah ke makam-makam tokoh, ada yang namanya wisata rohani, atau apalah namanya, pergi mengunjungi tempat yang diyakini makam keramat, coba teliti apakah itu benar makamnya? Takutnya kita berziarah ke makam yang ternyata makam bohongan.

Hati-hati penipuan ! Ternyata Penipuan tidak hanya terjadi pada benda, perhiasan, atau barang elektronik tapi bisa jadi penipuan itu terjadi pada makam yang di anggap keramat puluhan tahun atau bahkan katanya makam sudah berumur ratusan tahun.

Waspadalah !!!  Waspadalah !!!  Waspadalah !!!/ majalah-onlineku.blogspot.com

***

Makam Keramat Datu Dayan Ternyata Hanya Berisi Kayu Ulin

Penggalian Makam Datu Dayan dihentikan karena tidak ditemukan jasad atau rangka, Rabu (23/4/2014)/banjarmasinpost.co.id/hanani

Laporan Wartawan Banjarmasin Post Hanani

TRIBUNNEWS.COM, BARABAI – Masyarakat, ahli waris, maupun Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, kaget tak kepalang saat menyaksikan pembongkaran makam keramat Datu Dayan, Rabu (23/4/2014).

Betapa tidak, para penggali tidak menemukan kerangka Datu Dayan di dalam makam keramat tersebut.

Mereka, hanya menemukan kayu ulin berukuran kecil-kecil  di dalam makam yang berada di Desa Rantau Kamintin, Labuan Amas Utara, HST.

Alhasil, Rabu siang ini, penggalian Makam Datu Dayan dihentikan.

Para zuriah atau keturunan ulama legendaris di Kalimantan pada zaman dulu tersebut, harus puas mendapatkan kayu ulin.

Diwakili H Mursidi dan Junaidi, para zuriah akhirnya membawa potongan kayu tersebut, bersama tiga gumpalan tanah, ke dalam peti untuk dimakamkan di Desa Tungkup.

Proses pelaksanaan pembongkaran hingga gumpalan tanah yang dibawa berjalan lancar, meski sebelumnya dikhawatirkan mendapat tentangan keras dari masyarakat pengelola makam.

Untuk diketahui, pembongkaran makam keramat itu dilakukan karena adanya sengketa antara ahli waris./ Tribunnews.com

***

Gerakan ziarah kubur keramat.

(Dari artikel: 26 Penyebab Merajalelanya Kesesatan di Indonesia (2) Oleh Hartono Ahmad Jaiz, Posted on 3 Mei 2011 by Nahimunkar.com )

Adanya sebagian ustadz atau ustadzah yang menggerakkan umat untuk jalan-jalan ke kubur-kubur keramat, sampai mereka keliling antar kota atau bahkan antar pulau, misalnya dari Jakarta sampai Lombok. Hal itu rawan kesalahan. Pertama, ziarah ke kubur-kubur yang mereka anggap keramat itu menyelisihi hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – : – لَا تُشَدُّ اَلرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: اَلْمَسْجِدِ اَلْحَرَامِ, وَمَسْجِدِي هَذَا, وَالْمَسْجِدِ اَلْأَقْصَى – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

Tidak diseyogyakan bepergian (untuk mencari berkah) kecuali ke tiga masjid: Masjid Haram, masjidku ini (Nabawi di Madinah), dan Masjid al-Aqsho. (HR Muttafaq ‘alaih/ Al-Bukhari dan Muslim).

Kedua, rawan kemusyrikan, karena sulit dikontrol, kalau para peziarah itu meminta kepada isi kubur dengan dianggap sebagai orang yang lebih dekat kepada Allah, maka mereka meminta agar isi kubur itu menyampaikan do’a mereka kepada Allah. Itu menjadikan mayat-mayat itu sebagai sarana kemusyrikan.

Lebih-lebih lagi kalau sampai meminta kepada isi kubur itu untuk mengabulkan perimintaan mereka, misalnya menghilangkan kesempitan rezki, kesulitan hidup, cepat mendapatkan jodoh dan sebagainya. Itu adalah kemusyrikan, berdo’a kepada selain Allah.

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ(5)

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka? (QS Al-Ahqaf/ 46: 5).

Keterangan itu dapat dibaca di buku Hartono Ahmad Jaiz berjudul Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara, 2011, dan buku Pendangkalan Akidah Berkedok Ziarah, 2010). (lihat nahimunkar.com, Gejala Buruk Pengkeramatan Kuburan, March 10, 2011 10:12 pm ,

http://www.nahimunkar.com/gejala-buruk-pengkeramatan-kuburan/#more-4354)

https://www.nahimunkar.org/26-penyebab-merajalelanya-kesesatan-di-indonesia-2/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.552 kali, 4 untuk hari ini)