Makam-Ujee

Sejak makam Almarhum Ustadz Jeffry Al Buchori atau akrab disapa Uje, dipugar dan menjadi megah dengan berlapiskan marmer, sejak saat itu juga pada akhirnya menjadi polemik. Makam tersebut dianggap menyalahi peraturan daerah (Perda), hingga harus dibongkar dan dikembalikan ke bentuk semula.

Umi Tatu, Ibunda Uje yang baru tiba di Jakarta Rabu (30/10) usai menunaikan ibadah haji, mengomentari terkait masalah makam anaknya tersebut.

“Ini bukan kuburan asal, ini seperti kuburan elit. Tapi katanya langgar aturan ya sudah. Mau diratain boleh, dibatuin saja boleh, dikasih papan juga boleh,” tutur Umi Tatu di TPU Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Rabu (30/10).

Menurut Umi, saat renovasi makam Uje pihak TPU juga turut hadir. Namun karena kini ada pelarangan, maka Umi pun tak mempermasalahkan jika harus dibongkar. Karena pada dasarnya pemugaran makam juga bukan kemauan Umi pribadi.

“Ketika bikin makam ini pimpinan TPU ada, ternyata keluar suara dilarang, nggak masalah, bikin begini juga bukan kemauan Umi,” tukasnya.

http://kasakusuk.com by van – Oct 30, 2013 0 349

***

Untuk mendapatkan penjelasan lebih detil, perlu disimak artikel Membangun Kubur adalah Larangan Nabi, Bukan Larangan Wahabi, di sini:

www.nahimunkar.com/membangun-kubur-adalah-larangan-nabi-bukan-larangan-wahabi/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.240 kali, 1 untuk hari ini)