RMOL. Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sodik Mujahid menyesalkan sikap Presiden Joko Widodo yang memilih untuk meninjau pembangunan rel kereta api di Bandara Soekarno Hatta, ketimbang menemui perwakilan massa aksi Bela Islam di Istana Negara, Jakarta (Jumat, 4/11).

“Demonstran sudah bersusah payah datang dari berbagai pelosok dengan aksi yang damai dan tertib. Aspirasi mereka sangat bagus dan konstitusional yakni penegakkan hukum bagi penista agama dan perusak kerukunan beragama dan pengacau keutuhan NKRI,” katanya melalui pesan singkat.

Padahal, tambahnya, Jokowi selama ini sering blusukan mencitrakan diri dengan dan aspriratif kepada rakyat. Sayangnya, saat ini Jokowi sulit menerima aspirasi rakyatnya sendiri.

“Menegaskan bahwa blusukannya hanya pencitraan dan kamuflase Sementara rakyat yang datang ke istana dgn konten aspirasi yang mendasar malah ditinggalkan,” terang Sodik.

Karenanya, menurut dia, tindakan Jokowi tersebut menguatkan dugaan orang bahwa Jokowi tidak berani bertindak tegas kepada Ahok karena dia pegang banyak “kartu mati” Jokowi.

“Saya harap Jokowi segara memerintahkan aparat untuk memproses Ahok secepatnya sebagai bentuk menghargai aspirasi masyakat dan untuk membantah dugaan dan pikiran-pikiran seperti tadi, dipegang kartunya oleh Ahok dan juga sebagai bentuk keadilan dan kesetaraan hukum,” demikian Sodik. [sam]

Sumber: politik.rmol.co/ Jum’at, 04 November 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 16.305 kali, 1 untuk hari ini)