MAKJLEB! Netizen Sindir CIRI-CIRI TERSANGKA JIWASRAYA… Mana Yang Koar-koar Tuduh Radikal Radikul?



Kejaksaan Agung menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya pada Selasa, 14 Januari 2020.

Mereka adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Persero Hary Prasetyo; dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat. Dua lagi, Bekas Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan; dan mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim.

Skandal Jiwasraya diperkirakan merugikan negara lebih dari Rp 13.7 Triliun, atau 2x lipat Skandal Century.

Di sosial media, netizen menyindir CIRI-CIRI TERSANGKA JIWASRAYA…

Ciri² tersangka kasus Jiwasraya:

1. Pendiam. Suka menyendiri.
2. Rajin sholat & ibadah ke mesjid.
3. Mengoleksi buku & video JIHAD.
4. Mantan ISIS & HTI.
5. Menyimpan senpi & sajam.
6. Sering mengenakan baju gamis.
7. Jidatnya hitam.
8. Janggut panjang
9. Celana cingkrang.

😜

MAKJLEB!!

SELAMA INI PROPAGANDA MUSUH NEGARA ADALAH RADIKAL RADIKUL… DG CIRI2 SEPERTI ITU…

TERNYATA MUSUH NEGARA… PERAMPOK NEGARA… GARONG DUIT RAKYAT… MALAH ADA YANG ORANG ISTANA… seperti Hary Prasetyo yang menjadi Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden!!!

Ciri² tersangka kasus Jiwasraya:

1. Pendiam. Suka menyendiri.
2. Rajin sholat & ibadah ke mesjid.
3. Mengoleksi buku & video JIHAD.
4. Mantan ISIS & HTI.
5. Menyimpan senpi & sajam.
6. Sering mengenakan baju gamis.
7. Jidatnya hitam.
8. Janggut panjang
9. Celana cingkrang.

😜

— Anna Suezann (@Anna_MaSue) January 15, 2020

[portal-islam.idKamis, 16 Januari 2020  

***


Pengusaha Tionghoa Benny Tjokrosaputro Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya

 


Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya.

 

Benny Tjokrosaputro yang merupakan pengusaha Tionghoa ini keluar dari Kantor Jampidsus Kejaksaan Agung dengan menggunakan baju tahanan, pada Selasa (14/1). Ia pun dijemput kendaraan Satgasus Kejagung. Penetapan status tersangka tersebut dibenarkan Muchtar Arifin, kuasa hukum Tjokrosaputro.

 

“Sekarang sudah tersangka. Tentu kami menginginkan agar hak-hak beliau bisa dipenuhi,” kata Arifin, di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

 


 

Ia pun merasa penetapan kliennya sebagai tersangka, tidak masuk akal. “Bagi saya itu aneh. Tidak mengerti apa alat buktinya. Tidak ada penjelasan dari penyidik. Tentu saja kecewa,” kata dia.

 

Mereka menganggap seharusnya pihak Jiwasraya yang bertanggung jawab atas kasus ini. “Orang Jiwasraya yang harusnya bertanggung jawab. Direksinya dong,” katanya. Ia dibawa ke Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk ditahan.

 

Sebelumnya Jaksa Agung,Sanitiar Burhanuddin, telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan kasus Jiwasraya dengan nomor: PRINT – 33/F.2/Fd.2/12/ 2019 tertanggal 17 Desember 2019.

 

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, diantaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

 

Dari jumlah itu, lima persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

 

Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 2 persennya dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk. Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun.(*)

Gelora News 
14 Januari 2020

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 819 kali, 1 untuk hari ini)