Malam Hari Raya Syiah Idul Ghadir Ada Insiden di Rumah yang Pernah Adakan Perayaan Asyura Syiah di Solo

 

Tiap tanggal 18 Zulhijjah aliran sesat syiah merayakan hari raya Idul Ghadir yang dianggap lebih besar.

Sejarah Idul Ghodir merupakan penistaan terhadap 114 ribu shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Di mana mereka semua dikatakan (oleh Syiah) telah berkhianat terhadap titah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bahwa sepeninggal beliau wajib mengangkat Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah.

“Ini dikatakan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam di Ghodir Khum,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr. KH. Tengku Zulkarnain, MA kepadahidayatullah.com, Rabu (07/10/2015).

Oleh karena itu dia menyerukan dari MUI: Umat Islam Ahlus Sunnah Harus Menolak Idul Ghadir.

Karena
Menghina sahabat sama saja dengan menafikan ayat al-Quran. Dan menafikan ayat al-Quran bisa jatuhnya menjadi murtad,” demikian tandasnya. ( lihat nahimunkar.org, Okt 9th, 2015/  15 September 2016 Nahimunkar.org
https://www.nahimunkar.org/mui-umat-islam-ahlus-sunnah-harus-menolak-idul-ghadir-2/ ).

Di saat wabah corona masih memerlukan kewaspadaan, di malam hari raya syiah Idul Ghadir 18 Zulhijjah 1441H, malam Sabtu (Jum’at malam 7/8 2020) ada kumpul-kumpul di rumah yang pernah diadakan acara asyuro syiah di Pasarkliwon Solo.

Rumah itu tahun 2018 pernah diberitakan:

Kegiatan perayaan Asyura Syiah pada Kamis (20/09/2018) di rumah mendiang Syegaf Bin Husain Al Jufri di Mertodranan, Pasar Kliwon, Semanggi dibatalkan setelah mendapat penolakan dari sejumlah elemen umat Islam warga Solo.

Sebelumnya, beberapa pengurus dari Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) mendapat laporan dari warga terkait akan adanya ritual aliran Syiah tersebut.

Warga merasa resah karena dalam kegiatan yang mendatangkan peserta dengan pakaian serba hitam, dan dicurigai para peserta akan meratapi kematian cucu Rasulullah Husain dengan cara menyiksa diri hingga berdarah dan juga mencaci-maki dan melaknat para sahabat dan istri-istri Rasulullah. (Perayaan Asyuro Syiah di Solo Dibubarkan Warga
Posted on 22 September 2018 by Nahimunkar.org).

Terbaru, di malam Hari raya Syiah Idul Ghdir Jumat malam 7/8 2020 acara kumpul-kumpul di rumah keluarga mendiang mendiang Syegaf Bin Husain Al Jufri di Mertodranan, Pasar Kliwon, Semanggi Solo itu ada upaya pembubaran dari sekelompok orang.

 

Kapolresta Solo Kombes Pol Andi Rifai  melalui Kapolsek Pasar Kliwon Iptu Adhis Dhani membenarkan adanya upaya pembubaran acara keluarga  yang digelar di salah satu  rumah di kawasan Pasar Kliwon.

“Memang benar ada insiden tersebut, tapi tidak itu yang dibakar-bakarnya,” jelas Kapolsek Adhis saat dihubungi RMOLJateng, Minggu (9/8) siang.

Menurutnya acara tersebut adalah acara keluarga biasa, bukan acara keagamaan. Pemilik rumah mengadakan acara kumpul keluarga, sebab akan menggelar acara pernikahan anaknya.

Keluarga mengundang keluarga untuk datang dalam acara  makan-makan dan doa bersama jelang akad nikah.

Namun dari kelompok tertentu itu melihat saat kegiatan itu, adat istiadatnya daripada kelompok Syiah.( lihat:
Insiden Di Pasar Kliwon, Ini Kronologi Versi Kepolisian

09 AGUSTUS 2020 , 14:33:00 WIB | Laporan: Dian Tanti Burhani/ rmoljateng.com).


Sementara itu Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono berharap agar Kepolisian lebih bisa mengantisipasi kerawanan-kerawanan yang sifatnya SARA.

Seharusnya pihak penyelenggara acara yang melibatkan massa, sebaiknya berkoordinasi dengan lingkungan sekitaranya. Pemberitahuan kepada pihak RT dan Kepolisian.

 

***

Dari rangkaian keadaan, insiden itu terjadi di malam 18 Zuhijjah yang dikenal sebagai hari raya syiah yang menyakiti Umat Islam seperti yang dituturkan pihak MUI pusat tersebut, lantaran adanya kumpul-kumpul di rumah yang pernah diadakan acara perayaan syiah, Asyuro 2018 dan terjadi pula pembubaran.

Perlu diingat, upacara hari raya syiah Idul Ghadir menyinggung Umat Islam, karena mengandung tuduhan kepada 114 ribu sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dianggap oleh syiah sebagai berkhianat, hingga tidak mengangkat Ali sebagai Khalifah langsung menggantikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika wafatnya. Makanya tokoh MUI tersebut mengharapkan Umat Islam menolak acara hari raya Syiah Idul Ghadir.

Di samping itu, menurut ahli hukum, syiah sebenarnya sudah dilarang di Indonesia. Keputusan Hukum Final dan Incraht (berkekuatan Hukum Tetap) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1787 K/Pid/2012 (penolakan terhadap Banding pasal 156a KUHP yang diajukan terpidana
Tajul Muluk alumni YAPI Bangil, Jatim), yang menyatakan bahwa ajaran syi’ah telah menodai dan menistakan Agama Islam.

 

Silakan simak berikut ini.

***

Keputusan Tetap Mahkamah Agung Nomor 1787 K/Pid/2012: Ajaran Syiah Menyimpang dari Agama Islam


Posted on 9 September 2019

by Nahimunkar.org


Keputusan Tetap Mahkamah Agung Nomor 1787 K/Pid/2012: Ajaran Syiah Menyimpang dari Agama Islam

Foto dok ist/net

(lihat selengkapnya https://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/fc1d2462fec993ac35f1da4aa4599ec5)

Keputusan Hukum Final dan Incraht (berkekuatan Hukum Tetap) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1787 K/Pid/2012 (penolakan terhadap Banding pasal 156a KUHP yang diajukan terpidana
Tajul Muluk alumni YAPI Bangil, Jatim), yang menyatakan bahwa ajaran syi’ah telah menodai dan menistakan Agama Islam.

Dari isi putusan tersebut, bisa diartikan dan diasumsikan bahwa Mahkamah Agung mengaminkan ajaran syi’ah merupakan ajaran yang sesat yang menodai dan menistakan Agama Islam.

***

 
 

Allahu Akbar..!!! AGAMA SYIAH RESMI DILARANG DI INDONESIA..


 

Posted on 16 Desember 2015

by Nahimunkar.org

 
 

Posted by Onlineindo News / BeritaDunia Islam

HIMBAUAN KEPADA UMAT ISLAM DI SELURUH PELOSOK NEGERI INDONESIA !!!

…….…….

Mulai hari ini, jika ada diantara Kalian menemukan atau melihat para misionaris syi’ah dan para pengikut ajaran syi’ah yang menyebarkan ajaran sesat, fitnah, kebencian, kedustaan dan propaganda dari sekte syi’ah imamiyah itsna asyariyah, yang mana penyebaran itu melakukan penodaan dan penistaan terhadap Islam.

Silahkan segera Kalian laporkan para makhluk-makhluk sesat itu ke Pos-Pos Polisi terdekat dengan Laporan Polisi, delik aduan Pasal 156a KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) juncto Pasal 4 UU Pencegahan Penodaan Agama.

Sertakan pula dalam Laporan Polisi itu, dengan membawa dan melampirkan bukti-bukti berupa screenshoot percakapan di medsos (berupa hujatan),
rekaman video propaganda syi’ah, buku-buku dan majalah-majalah serta selebaran sekte syi’ah yang mengandung Kebencian dan Permusuhan terhadap Islam dan umat Islam.
.
Tidak perlu khawatir, bimbang, ragu dan takut, mereka pasti akan dipenjara selama 5 tahun berdasarkan aturan Hukum yang berlaku, karena sudah ada Keputusan Hukum Final dan Incraht (berkekuatan Hukum Tetap) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1787 K/Pid/2012 (penolakan terhadap Banding pasal 156a KUHP yang diajukan terpidana Tajul Muluk alumni YAPI Bangil, Jatim), yang menyatakan bahwa ajaran syi’ah telah menodai dan menistakan Agama Islam.

Dari isi putusan tersebut, bisa diartikan dan diasumsikan bahwa Mahkamah Agung mengaminkan ajaran syi’ah merupakan ajaran yang sesat yang menodai dan menistakan Agama Islam.
.
INGAT !!!
Hanya ada 5 AGAMA di Indonesia ini yang diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu :
1. ISLAM
2. KATOLIK
3. PROTESTAN
4. HINDU
5. BUDHA
.
Sementara ajaran syi’ah mengaku-ngaku sebagai ISLAM, padahal fakta dan kenyataannya ajaran syi’ah bukan ajaran Agama ISLAM. Bahkan ajaran syi’ah diluar dari pada ajaran Agama ISLAM !!

• Pasal 156a KUHP menyatakan :
“Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun (5 tahun) barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

• Pasal 4 UU Pencegahan Penodaan Agama menyatakan :
“Pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sebagai berikut :
Pasal 156a Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun (5 tahun) barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.”

Sebarluaskan !!
[14/12 07.33] B. Dwi Um Affan Pondok: ini surat putusannya :

Seorang syiah yang menyebarkan pahamnya dan digugat lalu dinyatakan bersalah

((lihat https://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/fc1d2462fec993ac35f1da4aa4599ec5)

Laporan : Wulan Salim

Dikutip dari link ini: http://onlineindo.tv/news/allahu-akbar-agama-syiah-resmi-dilarang-di-indonesia/

https://www.nahimunkar.org/keputusan-tetap-mahkamah-agung-nomor-1787-k-pid-2012-ajaran-syiah-menyimpang-dari-agama-islam/

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 1.619 kali, 1 untuk hari ini)