• untuk dinyatakan sebagai penerbitan yang diharamkan karena isinya bertentangan dengan ajaran Islam

Halaman belakang buku yang memicu kontroversi.

“Kita sudah mengirim buku tersebut ke KDN (Departemen Dalam Negeri ) semalam untuk dinyatakan sebagai penerbitan yang diharamkan karena isinya bertentangan dengan ajaran Islam” , kata Datuk Dr Mashitah Ibrahim, Wakil Menteri di JPM

JAKIM menemukan bahan terbitan KTS bertentangan dengan ajaran Islam

Kuala Lumpur: Buku Seks Islam perangi Yahudi untuk kembalikan seks Islam kepada dunia terbitan Klub Taat Suami (KTS) dinyatakan sebagai haram oleh Departemen Dalam Negeri (KDN) setelah ditemukan bertentangan dengan ajaran Islam.

Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Dr Mashitah Ibrahim berkata, hasil penelitian Departemen Kemajuan Agama Islam Malaysia (JAKIM) menemukan konten buku tersebut melanggar Pedoman Penyaringan Bahan Publikasi Berunsur Islam.

“Kita sudah mengirim buku tersebut ke KDN kemarin (kemarin) untuk dinyatakan sebagai penerbitan yang diharamkan karena isinya yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kita juga akan terus menyelidiki dan meneliti buku terbitan KTS yang lain yang diragukan isinya jika mendapat keluhan, ” katanya.

Dalam entry Eksklusif: Klub Taat Suami terbit buku seks, sebelum ini melaporkan tentang penerbitan buku itu oleh KTS yang dikatakan panduan kepada anggota klub itu dan mereka yang sudah menikah, antara lain menceritakan tentang hubungan suami istri secara roh di mana suami bisa melakukannya bersamaan dengan semua istri.

Buku setebal 115 halaman itu diproduksi Hatijah Aam atau Ummu Jah, yang juga istri pemimpin bekas pemimpin al-Arqam, Asaari Muhammad juga mengklaim ketika dunia mengira Asaari atau Abuya sudah meninggal, pengikutnya kini bangkit memperjuangkan seks Islam.

Namun, Hatijah yang juga Presiden KTS Internasional dalam konferensi pers melalui situs Skype dari Makkah, membantah buku itu tergelincir dari ajaran Islam, sebaliknya ia harus diketahui umat Islam zaman ini yang diduga sudah terpengaruh dengan ajaran seks barat.

Mashitah berkata, konten buku tersebut terutama yang menyentuh hubungan suami istri secara roh pemikiran yang tidak terjangkau oleh akal dan bisa menyesatkan orang lain jika tidak dibendung.

Sementara itu, ketika mengomentari tentang Program Seksualiti Merdeka  (bebas) 2011 yang memperjuangkan keadilan gender termasuk untuk kaum homoseksual dan lesbian, katanya, acuan pemikiran demikian merusak masyarakat dan sama sekali tidak diizinkan apakah dari segi agama, budaya maupun Perlembangaan Negara.

Susunan : Bawang Goreng pada 11/02/2011 09:46:00 PM. Sumber : BHarian 02/11/2011

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 838 kali, 1 untuk hari ini)