Sejumlah pengungsi Rohingya yang terdampar di Bangladesh. (Foto: REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)


Jakarta — Malaysia berencana mengambil tindakan tegas terhadap Myanmar sebagai tanggapan atas dugaan kekerasan yang selama ini menimpa minoritas Muslim Rohingya.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan pemerintah akan meminta saran dari Kementerian Luar Negeri mengenai langkah diplomatik atau kemanusiaan seperti apa yang sepatutnya diambil oleh Negeri Jiran tersebut.

“Saya akan berdiskusi dengan Menlu Datuk Seri Anifah Aman. Kami akan melihat laporan terbaru mengenai situasi di Myanmar,” ucap Ahmad dalam konferensi pers, Minggu (2/7), seperti dikutip The Strait Times.

Rencana ini digaungkan Kuala Lumpur menanggapi langkah pemerintahan Aung San Suu Kyi menolak akses masuk tim pencari fakta PBB yang ingin menyelidiki dugaan pelanggaran HAM tersebut, baru-baru ini.

Selama ini, aparat keamanan Myanmar diduga menyiksa, memerkosa, hingga membunuh kaum Rohingya dan tak pernah mengakui mereka sebagai warga negaranya.

Kekerasan terhadap Rohingya kembali mencuat pada 9 Oktober lalu, saat mereka dituduh menyerang pos keamanan perbatasan di utara Rakhine.

Sejak itu, Alih-alih memburu para pelaku penyerangan, militer diduga malah menyerang etnis Rohingya secara membabi-buta hingga menewaskan setidaknya 80 orang dan menyebabkan ratusan ribu lainnya melarikan diri keluar Myanmar.

Selama ini, Malaysia menjadi salah satu negara di ASEAN yang paling vokal mengecam Myanmar terkait isu Rohingya ini.

Kuala Lumpur menganggap kekerasan militer yang menimpa Rohingya ini sebagai bencana kemanusiaan dan “pembersihan etnis” yang bisa mengancam stabilitas keamanan di kawasan.

“Faktanya bahwa hanya satu etnis tertentu yang sedang didorong keluar [di Myanmar] dapat didefinisikan sebagai pemusnahan etnis,” bunyi pernyataan Kemlu Malaysia sekitar awal Desember lalu seperti dikutip Reuters.

“Praktik kekerasan ini harus segera dihentikan untuk mengembalikan keamanan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara,” tulis Kemlu Malaysia menambahkan. (stu)

Sumber:  cnnindonesia.co / Riva Dessthania Suastha

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.033 kali, 1 untuk hari ini)