Demi Keamanan Negara, Mendagri Malaysia Resmi Larang Syiah

Telah santer berita dilarangnya syiah di Malaysia, karena demi menjaga keamanan negeri itu.

Sebaliknya, di Indonesia yang syiah sudah pernah membunuh orang Islam di Puger Jember, bentrok di Sampang, syiah mengamuk di Az-Zikra Sentul Bogor, dan syiah terbukti menodai agama (menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi) hingga pentolan syiah Tajul Muluk divonis hukuman penjara 4 tahun oleh Mahkamah Agung, namun justru syiah dapat bermesraan dengan gerombolan liberalis.

Dikhabarkan, syiah mau mengadakan apa yang disebut pengajian dengan pentola liberal Zuhairi Misrawi di komplkes Perumahan DPR Jakarta.

Inilah beritanya.

***

JIL dan Syiah Bersatu; Gelar Kajian Bertemakan Islami di Jaksel

Syiah22 November 2015

JIL dan Syiah Bersatu

Jil dan Syiah Bersatu

Adalah Zuhairi Misrawi, salah satu tokoh JIL Indonesia yang masih saja berani menyebarkan faham sesatnya. Kali ini, dia bergabung bersama pentolan Syiah di Indonesia Jalaludin Rahmat.Jurnalmuslim.com – Sudah rahasia umum bahwa Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang menyimpang dari ajaran  Islam. Mereka adalah oknum yang mengaduk-aduk dan mengutak-atik akidah umat Islam melalui pemikiran-pemikiran jahat yang mereka sebarkan di negeri kita ini.

Satu diantara pemahaman nyleneh mereka adalah Pluralisme, atau penyamaan agama. Mereka beranggapan bahwa semua agama sama, tertuju pada satu Tuhan, dan kelak semua orang akan masuk surga yang sama meski berbeda keyakinan.

Mereka mengadakan Kajian bareng di sebuah Aula di Kalibata. Tepatnya di Aula Gedung Serbaguna Kompleks Rujab Anggota DPR RI, Jl. DPR Raya, Kalibata, Jakarta Selatan pada hari Kamis, 26 November 2015 Pukul 19.30 – 21.30.

Kajian yang dibawakan oleh Zuhairi Miswari dan Jalaludin Rahmat ini mengusung tema “Islam Sebagai Agama Madani di Indonesia.”

Perlu diperhatikan bahwa secara dhahir memang Syiah dan Jaringan Islam Liberal ini berpakaian Islami, namun sejatinya mereka adalah orang-orang yang berani mengutak-utik agama yang Rasulullah bawa melalui doktrin-doktrin nyleneh mereka. Maka, umat Islam harus waspada dan mawas diri terhadap acara-acara seperti ini. (nisyi/jurnalmuslim.com)

***

Demi Keamanan Negara, Mendagri Malaysia Resmi Larang Syiah

Syiah23 November 2015

Ahmad Zahid Hamidi

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Dr. Ahmad Zahid Hamidi

Selama ini, Malaysia dikenal sebagai negara yang cukup tegas dalam kebijakan terhadap aliran-aliran yang ditetapkan sebagai aliran sesat. Seperti pernah diberitakan berbagai media massa, belum lama ini, pada 13 Oktober 2013, Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) Malaysia menggerebek markas Syi‘ah di Taman Seri Gombak dan menyita banyak barang bukti yang terkait dengan ajaran-ajaran sesat tersebut.Jurnalmuslim.com – Menteri Dalam Negeri Malaysia, Dr. Ahmad Zahid Hamidi menegaskan bahwa pelarangan penyebaran ajaran Syiah di Malaysia dilakukan untuk menjaga keamanan negara. Kalau masalah kesesatan ajaran Syiah ditetapkan kedudukannya oleh Jakim (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) dan Jabatan-jabatan agama Negeri.

“Kita tidak ingin berlaku perpecahan antar masyarakat seperti yang terjadi di Bahrain, Irak, dan beberapa negara Muslim lainnya,” kata Zahid Hamidi di Bogor (5/11/2013) malam.  Zahid Hamidi – yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Malaysia – menyebutkan, bahwa pengikut Syiah di Malaysia saat ini ada sekitar 300.000 orang. Mereka terus dipantau dengan ketat dan dilarang jika menyebarkan ajaran-ajarannya secara terbuka. Jika perpecahan dan konflik terus terjadi seperti yang terjadi di berbagai negara, maka tentu saja, negara tersebut tidak akan sempat melaksanakan pembangunan.

Menteri Zahid Hamidi menyampaikan pandanganya tersebut saat menjawab pertanyaan peserta acara Pelatihan Kepemimpinan Muda Muslim Indonesia-Malaysia di Bogor, (6/11/2013). Acara pelatihan itu dilaksanakan atas kerjasama Sekretariat Transformasi Serantau (STS), Center for Advanced Studies on Islam, Science, and Civilization-Universiti Teknologi Malaysia (Casis-UTM), dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Pelatihan diikuti oleh sekitar 80 mahasiswa Indonesia dan Malaysia.

Menurut Petugas Divisi Penegakan JAIS Mohd Sharom Mat Maarof, penggerebekan terhadap markas Syiah itu dilakukan berdasar pada pasal 12C Pidana Pelanggaran Syariah (Selangor) Pengesahan 1995 karena menentang fatwa mufti Selangor dan pasal 7 tentang larangan penyebaran ajaran sesat.

Kehadiran Mendagri Malaysia yang berayah-ibu dari Yogyakarta dan Ponorogo di Bogor malam itu adalah dalam rangka meluncurkan buku berjudul “Islamisasi Ilmu-ilmu Kontemporer dan Peran Universitas Islam dalam Konteks Dewesternisasi dan Dekolonisasi”, karya Direktur Casis-UTM Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, yang diterbitkan oleh UIKA Bogor dan Casis-UTM. Hadir juga, Rektor UIKA Dr. Ending Bahrudin dan Presiden STS Dato Syahlan Ismail.

Dalam dialog dengan peserta Pelatihan, Zahid menyampaikan harapan dan optimismenya, bahwa kebangkitan Islam akan muncul dari Indonesia dan Malaysia. Karena itulah penduduk di kedua wilayah ini harus bekerja keras meningkatkan kualitasnya dan jangan sampai mau dipecah belah dan diadu-domba. Dalam masalah paham keagamaan, ia berharap, paham keagamaan yang dikembangkan di wilayah Nusantara adalah paham Ahlu Sunnah wal-Jamaah.

Zahid Hamidi juga mengingatkan adanya berbagai pihak yang berupaya menghambat laju perkembangan kemajuan Malaysia dan Indonesia. Reformasi dan Transformasi negara, ujarnya, tidak perlu mengikuti begitu saja apa yang terjadi di Barat. Sebab, kondisinya berbeda-beda. Masing-masing negara dan wilayah punya kekhususan yang perlu dihormati. Sebagai contoh, sebagai umat Islam, diajarkan untuk mengutamakan tujuan kehidupan Akhirat tanpa melupakan kehidupan dunia. “Menurut saya, reformasi bukan liberalisasi,” ujar peraih gelar doktor dari Universiti Putra Malaysia (UPM) ini. (Pz/Islampos/jurnalmuslim.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.799 kali, 1 untuk hari ini)