Manajemen McD nya malah bikin acara count down Penutupan.
Bego Banget

 

  • Agar Ada Penyelidikan Kerumunan di McDonald’s Sarinah




Jack Pradono Handojo

14 jam

Kalau bosen #dirumahaja dan sdh ga takut Corona, mendingan kalian #terawehaja.

Paling nggak, dapet pahala.

Ini dilarang ke mesjid dan gereja, demen.

Ke Ikea dan ke Sarinah ngabuburit, demen.

Kalau begini kami tenaga medis yang mau #dirumahsaja.

Gapapa terinfeksi semua 10 juta warga DKI. Wafat 10 persen kan masih ada 9 juta.

Keseeeel…….

Pada tahu nggak sih di dalam hazmat itu panas, gerah dan gatel. Lihat tuh embunnya……

Ngomong lagi “Siapa suruh jadi perawat atau dokter ….” Aku sambiit
sampai benjol.

Manajemen McD nya malah bikin acara count down Penutupan.
Bego Banget……

Ka’bah aja ditutup sementara ga pakai count down…..

Ohladalaaah….. Kutunggu #klasterMcD setelah ada klaster lainnya. Ga cukup sdh ada klaster Jemaah Gowa. Emang Badung.

Bikin acara tertutup keq – pengen aku suntikin Pavulon semuanya.

#maaflagikesel
#edisipms
#biarkanakusejenakmarah

***

Deliana Dahlan


Aku pengen mudik aja rasanya melihat ini

 

***

Agar Ada Penyelidikan Kerumunan di McDonald’s Sarinah

 

Sejumlah warga berkerumun di depan McDonald’s (McD) Sarinah (instagram @localfestid & SatpolPP_)

Mardani meminta agar pihak-pihak terkait menyelidiki penyebab munculnya kerumunan orang di gerai tersebut untuk kemudian dicari siapa yang bertanggung jawab.

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera mengkritik perilaku masyarakat yang nekat berkerumun di gerai restoran siap saji McDonald’s di pusat pertokoan Sarinah, Jakarta Pusat pada Ahad (10/5/2020).

Mereka diketahui sengaja berkerumun untuk mengabadikan momen ditutupnya gerai restoran cepat saji yang sudah beroperasi sekitar 30 tahun.

Menurut Mardani, hal tersebut justru memperburuk keadaan. Sebagaimana diketahui aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melarang kerumunan lebih dari lima orang.

“Ini kondisi parah. Tidak boleh ada kerumunan. Protokol Covid-19 harus diterapkan dengan tegas, apalagi Jakarta daerah merah,” kata Mardani saat dihubungi pada Senin (11/5/2020).

Lantaran itu, ia meminta agar pihak-pihak terkait menyelidiki penyebab munculnya kerumunan orang di gerai tersebut untuk kemudian dicari siapa yang bertanggung jawab.

“Mesti diselidiki di mana akarnya dan siapa yang bertanggung jawab,” ujar Mardani.

Untuk diketahui, McDonald’s Sarinah kembali menjadi trending topic. Kali ini bukan karena penutupan, melainkan gara-gara kerumunan warga yang memantik kritik di tengah pandemi corona alias Covid-19.

Ahad (10/5/2020) malam merupakan hari terakhir restoran McDonald’s di Sarinah beroperasi. Banyak warga yang merasa memiliki kenangan di sana, berkerumun menghadiri acara tersebut.

Namun, kerumunan tersebut memantik kritik. Banyak dari warganet yang menyayangkan adanya kerumunan itu di tengah penerapan PSBB di DKI Jakarta.

Padahal sudah jelas ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, aturan PSBB tidak mengizinkan kerumunan di atas lima orang di seluruh wilayahnya. Jika masih ngotot, akan ada tindakan tegas dari jajaran pemerintah provinsi, kepolisian hingga TNI

“Ada satu catatan penting, saat PSBB dilaksanakan, tak diizinkan ada kerumunan di atas 5 orang di seluruh Jakarta, kegiatan di luar ruangan maksimal 5 orang, di atas 5 orang tak diizinkan. Kami akan ambil tindakan tegas jajaran Pemprov, Kepolisian, dan TNI akan melakukan kegiatan penertiban dan juga memastikan seluruh ketentuan PSBB diikuti masyarakat,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, pada Selasa 7 April 2020.

Namun pada Ahad malam, massa seolah tak peduli. Mereka berkumpul di lahan parkir gedung Sarinah, tepatnya di depan restoran McDonald’s. Terlihat, jajaran pegawai McDonald’s Sarinah, bak orator, berdiri di depan pintu masuk restoran. Mereka berteriak, “McDonald’s Sarinah!!!”

Teriakan lantang tersebut disambut oleh tepuk tangan dan riuh massa yang sudah berkumpul. Mereka mengabadikan momen penutupan tersebut dengan ponsel masing-masing.

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah

Suara.com – Senin, 11 Mei 2020 | 18:27 WIB

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 409 kali, 1 untuk hari ini)