Astaghfirullah… Gus Miftah yang Begini Diundang Kerajaan Saudi Arabia untuk Jadi Tamu Kehormatan Ibadah Haji ke Tanah Suci Makkah?

Silakan simak ini.

***

 

Mantan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi Sentil Gus Miftah “Agama Rendang”, Itu Pertanyaan Dungu

PADANG – Mantan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Gamawan Fauzi mengingatkan orang tidak asal komentar dengan mempertanyakan agama rendang. 

 

Meski tidak menyebut langsung nama Gus Miftah, Gamawan sepertinya merespon pernyataan yang dilontarkan pria bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman tersebut.  

 

Pasalnya, Gus Miftah sebelumnya melalui postingan instagramnya mempertanyakan “sejak kapan rendang punya agama?”.

 

Gamawan menuding Gus Miftah yang mempertanyakan agama rendang itu, sama halnya melontarkan pertanyaan ‘dungu’ dan tidak subtansial yang dipermasalahkan masyarakat Minang.  

 

“Oleh karenanya, kalau ada yang seorang ahli agama mempertanyakan sejak kapan rendang punya agama, maka itu pertanyaan yang amat dungu, bahasa pasar di Minangkabau disebut dengan istilah ‘ongok raya’, atau kelewatan gak ngertinya,” kata Gubernur Sumbar 2005-2009 ini dalam sebuah tulisannya.

 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2009-2014 itu menengarai pertanyaan semacam itu justru bisa menyakitkan masyarakat. 

 

“Sebagai makhluk berakal, saya sarankan Anda sebaiknya banyak membaca dan belajar sebelum bicara. Jangan asal berkomentar bila tak paham. Apalagi sekadar ingin berbeda/membelintang,” imbuhnya.

 

Gamawan menilai polemik rendang berbahan non halal yang dijual di Jakarta itu telah melebar kemana-mana seiring beberapa komentar yang asal bunyi, asal berbeda.

 

“Dia mempertanyakan sesuatu yang tak dikatakan orang. Orang ke mudik dia ke hilir, tapi demi sekadar berbeda, dia ikut pula bicara, tapi bicara yang menyakitkan orang Minang, walau di awal ucapannya, dia mengutip ayat Alquran, tentang perintah Allah untuk memakan makanan yang baik dan halal,” ujar Gamawan.

 

Ditegaskan Gamawan, masalah rendang babi ini berawal dari hal-hal yang sangat prinsip bagi masyarakat Minang.

 

Menurunya, semua orang tahu bahwa rendang adalah masakan Minang, sama halnya dengan gudeg masakan Yogya atau rica-rica masakan Manado atau pempek masakan Palembang, Sumatera Selatan dan berbagai ragam jenis makanan daerah lainnya se-Nusantara.

 
 

“Soal rendang itu masakan khas Minang, sudah bersuluh matahari, bergelanggang mata orang banyak, dan semua mengakuinya,” katanya. 

 

Selama ini, masakan padang identik dengan sesuatu yang halal. Tanpa label halalpun, masakan Padang pasti halal.

 

“Itulah sebabnya selama ini ketika seorang Muslim yang hendak makan dan mereka ragu tentang kehalalan produk restoran, mereka akan memilih restoran Padang, karena pasti halal, tanpa harus bertanya soal halal haram dan tanpa label halal haram,” ujarnya.

 

Mantan Bupati Solok ini menekankan rendang bukan sekadar produk industri makanan, tetapi melekat tradisi dan etnik yang bernama Minangkabau.

 

Sedangkan Minangkabau, lanjut Gamawan, adalah sebuah suku bangsa yang menganut falsafah Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah (ABS-SBK).

[PORTAL-ISLAM.ID] Rabu, 22 Juni 2022 BERITA NASIONAL

***

Astaghfirullah… Gus Miftah yang Begini Diundang Kerajaan Saudi Arabia untuk Jadi Tamu Kehormatan Ibadah Haji ke Tanah Suci Makkah?

Posted on 19 Juni 2022

by Nahimunkar.org

Astaghfirullah… Gus Miftah yang Begini Diundang Kerajaan Saudi Arabia untuk Jadi Tamu Kehormatan Ibadah Haji ke Tanah Suci Makkah?

  • Gus Miftah bilang: “Pengajian paling menyenangkan adalah pengajian bersama lonte. Kenapa? Karena ngajinya berpahala, mata bervitamin.”

Kalau Gus Miftah ibadah haji sendiri, ya terserah. Tapi ketika Gus Miftah jadi tamu kehormatan untuk ibadah haji atas undangan karena dipandang sebagai juru dakwah, rasanya bagaiamana ya…

Soalnya, sejak kapan Gus Miftah dapat dipandang sebagai punya kehormatan agama? Sedangkan Gus Miftah yang dikenal sebagai dai dari kalangan NU (Nahdlatul Ulama) itu dalam dakwahnya kadang mengandung pelecehan terhadap Islam atau dakwah Islam. Contohnya, Gus Miftah bilang: “Pengajian paling menyenangkan adalah pengajian bersama lonte. Kenapa? Karena ngajinya berpahala, mata bervitamin.” (beritanya ada di bagian bawah).

Di samping itu, Gus Miftah belakangan jadi sorotan Umat Islam karena menyuara yang bernada membela rendang babi
yang diprotes Ulama MUI Sumatera Barat dan Umat Islam. Hingga ketika ada berita bahwa Gus Miftah mendapat kehormatan berupa undangan khusus dari Kerajaan Saudi Arabia untuk beribadah haji ke Tanah Suci Tahun ini (1443H/ 2022), maka ada berita yang menyorotinya sebagai Musibah Agama.

Membaca berita ‘Musibah Agama’ rasanya sangat kaget. Karena isinya sebagai berikut:

Musibah Agama

Posted on 19 Juni 2022

by Nahimunkar.org

Musibah Agama

  • Ada Apa?

Pembela rendang babi akan jadi tamu kehormatan ibadah haji ke Tanah Suci

  • Ha? Sejak kapan pembela rendang babi punya kehormatan agama?

Lihat ini: https://www.nahimunkar.org/gus-miftah-sudah-dapat-kehormatan-diundang-kerjaan-arab-saudi-untuk-berhaji-eh-malah-bela-pedagang-daging-babi/

 
 

https://twitter.com/hajaiz/status/1538304318675165185

  
 

(nahimunkar.org)

***

Ternyata ada berita tentang Gus Miftah yang benar-benar sama sekali tidak sesuai dengan Islam, bahkan mengandung pelecehan agama. Karena ada perkataannya yang mengandung pelecehan agama, pelecehan terhadap da’wah Islam. Sampai-sampai ada perkataan Gus Miftah: “Pengajian paling menyenangkan adalah pengajian bersama lonte. Kenapa? Karena ngajinya berpahala, mata bervitamin”

 
 

Silakan simak beritanya ini.

***

Na’udzubillaah… Memalukan! Gus Miftah: “Pengajian paling menyenangkan adalah pengajian bersama lonte. Kenapa? Karena ngajinya berpahala, mata bervitamin”

Posted on 2 Juni 2021

by Nahimunkar.org

Na’udzubillaah… Memalukan! Gus Miftah: “Pengajian paling menyenangkan adalah pengajian bersama lonte. Kenapa? Karena ngajinya berpahala, mata bervitamin”

 

Ilustrasi foto/ katakatabijak649

Demikin (perkataan dalam judul di atas) di antara Potongan video ceramah dari pendakwah kondang Nahdlatul Ulama (NU) Gus Miftah yang mengaku senang mengaji dengan lonte atau pelacur, kini menjadi perbincangan publik.

  
 

***

Jangan dikira, ucapan itu masalah sepele. Simak ancaman keras dalam hadits berikut ini.

Dari Mu’adz bin Jabal radliyallahu anhu berkata, aku bertanya, “Wahai Nabiyullah! Apakah kita akan dihukum hanya lantaran apa yang kita ucapkan?”. Lalu Beliau bersabda,

ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَ هَلْ يُكَبُّ النَّاسُ فىِ النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Ibumu telah kehilanganmu wahai Mu’adz. Tidaklah manusia itu ditelungkupkan di dalam neraka atas wajah-wajah atau hidung-hidung mereka melainkan hanyalah karena hasil dari lisan-lisan mereka”. [HR at-Turmudziy: 2616, Ibnu Majah: 3973, al-Hakim: 3601 dan Ahmad: V/ 231, 236, 237. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih, lihat Shahiih Sunan at-Turmudziy: 2110, Shahiih Sunan Ibni Maajah: 3209, Shahiih al-Jaami’ ash-Shaghiir: 5136 dan Irwaa’ al-Ghaliil: 413].

Asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah bertutur, “Terdapat penjelasan bahwasanya hamba itu dihukum dengan seluruh apa yang diucapkannya, apakah diucapkannya dengan sungguh-sungguh atau main-main. Yang dapat menelungkupkan manusia di dalam neraka dan membawa mereka kepada kebinasaan adalah apa yang keluar dari lisan mereka”. [Bahjah an-Nazhirin: III/ 23].


عن أبي هريرة رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: وَ إِنَّ اْلعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِاْلكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ تعالى لاَ يُلْقىِ َلهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فىِ جَهَنَّمَ

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba mengatakan suatu kalimat yang mendatangkan murka Allah ta’ala yang ia tidak menaruh perhatian padanya namun mengakibatkannya dijerumuskan ke dalam neraka Jahannam”. [HR al-Bukhoriy: 6478, at-Turmudziy: 2314 dan Ibnu Majah: 3970. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih, lihat Shahih Sunan Ibni Majah, Shahih Sunan at-Turmudziy: 1884, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 540, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 1670 dan Misykah al-Mashobih: 4813].

Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Ucapan itu ada yang baik dan ada yang buruk. Yang mendatangkan keridloan Allah maka itulah yang baik, sedangkan yang mendatangkan kemurkaan-Nya maka dialah yang buruk”. [Bahjah an-Nazhirin: III/ 10].

https://www.nahimunkar.org/yang-terbanyak-memasukkan-manusia-ke-dalam-neraka-adalah-farji-dan-lisannya/

Mungkinkah celoteh mulut seperti dalam judul tersebut tidak mendatangkan murka Allah?

Bila ternyata itu menjadikan murkanya Alah Ta’ala, maka “Sesungguhnya seorang hamba mengatakan suatu kalimat yang mendatangkan murka Allah ta’ala yang ia tidak menaruh perhatian padanya namun mengakibatkannya dijerumuskan ke dalam neraka Jahannam“. [HR al-Bukhoriy: 6478).

Berikut ini beritanya.

***

Senang Mengaji dengan Pelacur, Gus Miftah: Ngajinya Berpahala Mata Bervitamin

Selasa, Juni 01, 2021  SosmedTrending Topic

Potongan video ceramah dari pendakwah kondang Nahdlatul Ulama (NU) Gus Miftah yang mengaku senang mengaji dengan lonte atau pelacur, menjadi perbincangan publik.

Video ceramah Gus Miftah terkait pengalamannya mengaji dengan pelacur tersebut dibagikan netizen pengguna Twitter Cobeh09, seperti dilihat pada Selasa 1 Juni 2021.

Unggahan video netizen itu menanggapi sebuah pemberitaan terkait imbauan Menteri Agama (Menag) Gus Yaqut yang berharap masyarakat tak memilih mendengarkan pendakwah yang isi ceramahnya cenderung jorok.

“Ini Misalnya??? Gus Miftah : Ngaji Yang Paling Menyenangkan Adalah Pengajian Dengan Lonte. Kenapa? Karena Ngajinya Berpahala Matanya Ber-Vitamin,” cuit netizen Cobeh09.
Dalam tayangan video tersebut, tampak Gus Miftah tengah menyampaikan ceramah di hadapan sejumlah jemaah.

Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya sudah pernah menggelar pengajian ke sejumlah pihak seperti pejabat, mahasiswa, kalangan umum hingga artis.

“Pengajian saya masuk ke semua lini. Pejabat juga saya (ajarkan) ngaji. Kampus juga saya (ajarkan) ngaji. Kalangan umum saya (ajarkan) ngaji, artis juga saya (ajarkan) ngaji,” ujar Gus Miftah.

Bahkan, ia mengaku pernah mengaji bersama sejumlah pekerja seks komersial (PSK) atau pelacur alias lonte.

“Lonte (pelacur) juga saya ajarkan ngaji,” ungkap Gus Miftah.

Ia pun membeberkan bahwa dirinya paling senang mengaji dengan para pelacur. Sebab, kata

Gus Miftah, pengajian dengan mereka berpahala dan juga membuat mata bervitamin.
“Pengajian paling menyenangkan adalah pengajian bersama lonte. Kenapa? Karena ngajinya berpahala, mata bervitamin,” ujarnya.

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.comSelasa, Juni 01, 2021 Sosmed, Trending Topic

(nahimunkar.org)