Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo geram dengan kinerja aparat kepolisian dalam menangani kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.

Prabowo pesimis, kepolisian bisa mengungkap otak penyerang tokoh agama yang akhir-akhir ini marak. “Pelaku ‘penganiayaan’ Novel Baswedan aja gak ketemu, apalagi otak penyerang tokoh agama,” tulis Prabowo di akun Twitter @marierteman.

Soal pelaku penyerangan tokoh agama, CEO AMI Group dan AMI Foundation, Azzam M Izzulhaq, berharap Detasemen Khusus Anti Teror Polri (Densus 88) untuk ikut mengamankan teror “orang gila” kepada para ulama.

“Densus 88 apakah tidak ‘tertarik’ untuk bertindak mengamankan teror orang gila terhadap para ulama sebagaimana respon sigapnya terhadap para tokoh agama lainnya? Karena faktanya, teror terhadap ulama jumlah dan intensitasnya lebih banyak dan lebih meresahkan,” tegas Azzam di akun @AzzamIzzulhaq.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin meyakini ada aktor intelektual di balik beberapa peristiwa penyerangan pemuka agama tersebut. “Namun untuk membuktikannya sangat sulit,” ujar Ujang seperti dikutip RMOL (15/02).

Ujang curiga penyerangan terhadap tokoh agama ini strategi agar Pilkada tidak aman. “Ketika suatu daerah dianggap tidak kondusif, maka yang diperlukan adalah calon dari latar belakang kepolisian,” terang Ujang.

Selain itu, Ujang meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian penyerangan terhadap tokoh-tokoh agama agar motifnya terungkap.

By Tubagus Alghazi / eramuslim / dakwahmedia.co

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.179 kali, 1 untuk hari ini)