Kabarkan.net – Penetapan status tersangka kepada Gubernur DKI Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan tidak disertai penahanan membuat mantan narapidana kasus penistaan agama, Permadi, SH protes. Paranormal yang juga pernah menjadi anggota DPR ini memprotes pihak Kepolisian yang tidak menahan Ahok.

“Saya pernah dituduh menistakan agama Islam. Saya langsung ditahan, ditangkap sebelum diperiksa. Arswendo Atmowiloto pernah dituduh menghina agama Islam, langsung ditangkap, ditahan sebelum diperiksa. Lia Aminuddin (Lia Eden, red) juga begitu, dan puluhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung di penjara, termasuk saya,” ungkapnya saat dimintai keterangan terkait status tersangka Ahok, Sabtu (19/11/2016).

Tetapi Ahok, tambahnya, sudah terang-terangan, nyata-nyata dinyatakan sebagai tersangka. Tersangka itu, menurut hukum harus ada dua alat bukti yang kuat telah melakukan kesalahan.

“Jadi Ahok itu sudah bersalah. Jadi saya minta maaf kepada Polisi yang menyatakan ‘kita harus menyatakan praduga tak besalah’ tidak. Ahok sudah bersalah. Karena sudah tersangka memberikan dua kekuatan bukti dinyatakan sudah bersalah. Dan harus ditahan,” tegas Permadi.

Permadi mengungkap alasan mengapa dirinya ngotot ingin Ahok segera ditahan.

“Karena saya Permadi, Arswendo Atmowiloto, Lia Aminudin, dan puluhan yang pernah dituduh menghina agama, ditahan, semuanya. Kenapa Ahok tidak? Karena itu, kami menduga, kami menduga Kapolri melakukan Rasialisme,” tandasnya.

Tudingan rasialisme Permadi kepada Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian ini berdasarkan pengalaman dirinya dan orang lain yang bernasib sama saat mengalami kasus yang kini melilit Ahok.

“Karena kami yang ditahan ini pribumi semua. Sementara Ahok nonpribumi, kenapa tidak ditahan? Nah itulah sebabnya, saya menuntut perlakuan yang sama antara Ahok dengan kami yang pernah ditahan. Kami menuntut keadilan kepada Kapolri supaya Ahok segera ditahan. Kalau tidak, saya tetap menganjurkan semua rakyat Indonesia mari berdemo menuntut Ahok ditahan,” kata Permadi.

Tuntutan Permadi terhadap Ahok bukan hanya memintanya di penjara, tetapi memintanya mencabut Undang-undang yang memperbolehkan seorang berstatus tersangka mengikuti Pilkada atau Pemilu.

“Dan kalau Ahok sudah ditahan masih ada satu tuntutan lagi, yaitu kepada DPR, Presiden, yang membuat Undang-undang dan KPU yang melaksanakan undang-undang bahwa tersangka masih boleh ikut Pilkada atau pemilu. Itu adalah suatu kejahatan,” tegasnya.

“Negara kita adalah negara Pancasila. Sila pertama adalah Ketuhanan yang maha esa. Bukan negara kejahatan. Dimana penjahat boleh ikut Pemilu. Karena itu kita akan menuntut, satu, Ahok harus ditahan. Dua, Ahok harus tidak boleh ikut pemilu, atau peraturannya dicabut. Demikian, terimakasih,” pungkasnya.

Berikut videonya:

Sumber : kabarkan.net

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.822 kali, 1 untuk hari ini)