Manusia Paling Dibenci Allah: Pemimpin Zalim

 

  • Beredar Cuplikan Video tentang Imamun Jair (Pemimpin Zalim)


 

Ganas nya adzab Allah kepada orang-orang yang memerangi Agama dan Anti Ulama, Cankan ini sebelum masuk liang Lahat

@jokowi

@mohmahfudmd

#UsutPredatorKM50 **** Full Vidio di YouTube Channel Tazkiyah Media

3,4 rb tayangan

0:07 / 0:38

 


https://twitter.com/i/status/1345201902082904070

 


#Care_Indonesia

@GeMaCan_WB

 

·

5j

***

Beberapa Hadits tentang Kepemimpinan


إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ

 
 

Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allaah pada Hari Kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. 

 
 

Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allaah dan paling jauh kedudukannya dari Allaah adalah seorang pemimpin yang dholim. 

 
 

(HR. Tirmidzi, shohih)

 
 

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً, يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ, وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ, إِلَّا حَرَّمَ اَللَّهُ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

 
 

Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allaah untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya (bawahannya), melainkan Allaah mengharomkan Surga atasnya. 

 
 

[Hadits Muttafaq ‘Alaihi]

 
 

إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي أُمَرَاءٌ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهمْ ، فَلَيْسُ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ حَوْضِي ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ

 
 

Akan ada setelahku nanti para pemimpin yang berdusta. 

 
 

Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di Hari Kiamat). 

 
 

Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa dusta) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (di Hari Kiamat). 

 
 

(HR. Ahmad dan An-Nasa’, shohih)

 
 

http://kanalsembilan.net/ – Dikutip sebagian, seperlunya.

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 263 kali, 1 untuk hari ini)