Daftar 31 Personel Polri yang Terlibat Pelanggaran Kasus Pembunuhan Brigadir J, 21 dari Divpropam Polri

Silakan simak ini.

***

 

Manuver 31 Polisi Agar Irjen Sambo Tak Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Tim detikNews – detikSulsel

Rabu, 10 Agu 2022 07:00 WIB

Foto: Agung Pambudhy/dtk

Jakarta – 

Polri mengumumkan 31 orang polisi diperiksa terkait dugaan menghambat penanganan kasus Brigadir J. Manuver ke-31 polisi tersebut diduga menghambat Irjen Ferdy Sambo untuk menjadi tersangka di kasus ini.

“Kemarin ada 25 personel yang kita periksa dan saat ini bertambah menjadi 31 personel,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kantornya, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), seperti dilansir dari detikNews, Selasa (9/8) malam.

Kapolri mengatakan pemeriksaan ke-31 polisi itu juga berkaitan dengan dugaan menghilangkan barang bukti kasus pembunuhan Brigadir J.

“Timsus juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik profesi Polri ataupun tindakan untuk merusak, menghilangkan barang bukti, mengaburkan dan merekayasa dengan melakukan mutasi ke Yanma Polri dan saat ini semuanya dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Olah TKP Awal Tak Profesional

Polri mengakui olah tempat kejadian perkara (TKP) awal kasus pembunuhan Brigadir J memang tidak profesional. Hal ini karena olah TKP awal memunculkan narasi terjadi baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

“Saya memahami dan Timsus (Tim Khusus) memahami, selama satu minggu dibentuk, kami memahami seolah-olah Timsus tidak bergerak,” kata Inspektur Pengawasan Umum Komjen Agung Budi Maryoto dalam jumpa pers di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, dilansir dari detikNews, Selasa (9/8) malam.

“Kami mengalami kesulitan karena pada saat pelaksanaan olah TKP awal dilaksanakan tidak profesional, kurang profesional, dan alat bukti pendukung sudah diambil,” lanjut Budi.

Timsus Polri akhirnya mendalami kasus tewasnya Brigadir J sehingga didapatkan informasi dari Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Ternyata CCTV yang seharusnya dapat menjadi alat bukti sudah diambil.

“Dijumpai ada beberapa personel yang diketahui mengambil CCTV dan lain-lainnya,” kata dia.

 

Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Berencana

Penyelidikan timsus akhirnya membuat Irjen Ferdy Sambo resmi menyandang status sebagai tersangka pembunuhan terhadap Brigadir Brigadir J. Ferdy diduga memerintahkan Bharada Richard Eliezer membunuh Brigadir J.

“Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara dan Timsus telah memutuskan untuk menetapkan saudara FS sebagai tersangka,” ucap Kapolri dalam jumpa pers, Selasa (9/8) malam.

“Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang menyebabkan saudara J meninggal dunia yang dilakukan oleh saudara RE atas perintah saudara FS,” imbuhnya.

 

Kemudian, Ferdy Sambo disebut Kapolri menggunakan senjata Brigadir Yoshua untuk menembak dinding berkali-kali. Hal itu dilakukan Ferdy Sambo untuk merekayasa peristiwa tembak-menembak.

“Kemudian untuk membuat seolah-olah telah terjadi tembak-menembak, saudara FS melakukan penembakan dengan senjata milik saudara J ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah telah terjadi tembak-menembak,” imbuh Jenderal Sigit.

(hmw/asm)

***

Daftar 31 Personel Polri yang Terlibat Pelanggaran Kasus Pembunuhan Brigadir J, 21 dari Divpropam Polri

 

Sebanyak 31 personel Polri diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi dalam penanganan perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Mereka diduga tidak profesional seperti melakukan tindakan perusakan, menghilangkan barang bukti, mengaburkan, dan merekayasa kasus pembunuhan Brigadir J.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto menjelaskan tim khusus yang dipimpinnya sudah memeriksa 56 personel Polri yang diduga terlibat dalam pelanggaran etik.

Hasilnya ada 31 personel Polri dari perwira tinggi (Pati) hingga Tamtama yang diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi. 

Kemudian dari 31 personel tersebut ada 11 perwira yang ditahan di tempat khusus di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok untuk kepentingan penyelidikan pelanggaran kode etik.

Komjen Agus menegaskan jika dalam proses pemeriksaan etik ini ditemukan unsur tindak pidana, maka pihaknya akan menyerahkan penanganan tersebut kepada Bareskrim Polri.

Namun jika melanggar kode etik, maka Divisi Propam Polri akan melakukan sidang kode etik.

“Ke depan Timsus akan terus melakukan pemeriksaan khusus terhadap personel yang patut diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait penanganan meninggalnya Brigadir J di komplek Polri Duren Tiga,” ujar Komjen Agung saat jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022).

Berikut daftar 31 personel Polri yang diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi. 

Bareskrim Polri

Perwira Menengah (Pamen) 1 personel 
Perwira Pertama (Pama) 1 personel 

Divisi Propam Polri (21 personel)

Pati 3 personel 
Pemen 8 personel 
Pama 4 personel 
Bintara 4 personel 
Tamtama 2 personel 

Polda Metro Jaya 

Pamen 4 personel 
Pama 3 personel 

 

 
 

Daftar 11 personel yang ditempatkan khusus:

Irjen Ferdy Sambo
Brigadir Jenderal Polisi 2 personel
Komisaris Besar Polisi (Kombes) 2 
Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) 3 personel
Komisaris Polisi (Kompol) 2 personel.
Ajun Komisaris Polisi (AKP) 1 personel

 Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV – Rabu, 10 Agustus 2022 | 06:24 WIB

(nahimunkar.org)