Mari Perbaiki Diri Kita, Kaluarga, dan Masyarakat


عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ، وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ، وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»، رواه مسلم

Shahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (pemimpin negara) adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarga nya dan ia akan ditanya tentang mereka. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap rumah suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5200, 7138 dan Muslim no. 4701 dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

 

Sebenarnya, dari tiap kepala keluarga, ketua RT pun atau ketua Masjid dan musholla, kalau mau berjuang untuk memperbaiki masyarakatnya masing2 insyaAllah ada saja jalannya.

Misal, ketua keluarga, ketua RT / masjid/mushalla bilang ke warganya/ jamaahnya: anak2 warga kita jangan ada yang pacaran ya…

kalau ada valentinan dari budaya wong kafir jangan sampai ada yang ikut ya,

kalau tahun baruan imlex china musyrik, ga’ usah cawe2 ya..

ada pejabat mengucapkan salam oplosan (salam Islam “assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”, tapi dilanjutkan dengan salam-salam agama lain) yang bisa merusak iman bahkan bisa memurtadkan itu, jangan sampai kita ikut2 ya,…

kan sudah diingatkan oleh MUI Jawa Timur, jangan pakai salam oplosan itu… https://www.nahimunkar.org/mui-jawa-timur-imbau-pejabat-muslim-tidak-ucapkan-salam-lintas-agama/

Dan sudah ada penjelasan tentang bahayanya salam oplosan itu, di antaranya bisa menjadikan murtad bahkan musyrik…
https://www.nahimunkar.org/awas-bisa-murtad-dan-musyrik-orang-muslim-yang-mengucapkan-salam-islam-disertai-salam-agama-lain/

Makanya bahkan masing2 kita paling kurang harus membenci tingkah itu ya, …

agar kita masih terhitung orang yang beriman ya… dan sebagainya…

banyak jalan yang bisa ditempuh untuk memperbaiki masyarakat kita.

oke? silakan…

ilustrasi foto/ kpsn

(nahimunkar.org)

(Dibaca 202 kali, 1 untuk hari ini)