Ma’ruf Amin/ foto erms


Ma’ruf Amin dan pentolan lainnya diduga mengidap ketakutan. Lontaran-lontaran yang menyalahkan pihak lain atau bahkan mengaku hanya NU-lah yang benar sedang lainnya salah, maka semuanya harus dikuasai NU. Ketika kini masih ada yang dikuasai pihak selain NU itu maka dianggapnya bahaya.

Itu semua hanya mencerminkan ketakutan dan keserakahan, sekaligus intoleran dan radikal, namun mengaku hanya pihaknya yang tidak bahaya.

Mari kita simak omongan-omongan mereka yang mengandung ketakutan dan mencerminkan keserakahan.

***

Ma’ruf Amin Sebut Sejumlah Masjid Dikuasai Non Aswaja, Pemikir Islam: Ini Tanam Bibit Permusuhan

Eramuslim.com – Cawapres nomor urut 01 KH Maruf Amin kembali melontarkan pernyataan yang memunculkan penentangan dari banyak kalangan. Maruf menyatakan sejumah masjid dikuasai oleh sebagian umat Islam yang tidak berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) seperti Nahdlatul Ulama.

“Masjid diambil orang, dibawa sama paham-paham yang tidak sama dengan kita (paham Aswaja NU),” ujar Kiai Maruf saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hidayat Krasak Temuroso, Guntur (05/02).

Pemikir Islam Isnawan Aslam mempertanyakan penegasan Kiai Maruf tersebut. Isnawan menyatakan pernyataan Kiai Maruf soal masjid yang dikuasai non Aswaja, mengandung nuansa memecah belah umat Islam.

Foto: IDN TImes

“Pernyatan Kyai MA ini mengandung nuansa memecah belah umat Islam. Berpotensi menimbulkan rasa saling curiga antar umat Islam. Menanamkan bibit permusuhan. #AkalSehatPilihPrabowoSandi,” tulis Isnawan di akun Twitter @kangnawan meretweet tulisan bertajuk “Maruf Prihatin Masjid Dikuasai Kelompok tak Berpaham Aswaja”.

Penulis kondang Zara Zettira pun meminta cawapres Joko Widodo untuk tidak membuat pernyataan-pernyataan yang menekankan “perbedaan”.

“Mohon Pak Kiyai agar jangan membuat pernyataan-pernyataan yang menekankan “perbedaan”. Katanya mau bersatu kok yang dibahas perbedaan melulu? Kemarin moderat vs radikal, sekarang ini?,”tulis Zara di akun Twitter @zarazettirazr.

Sebelumnya, pada rapat konsolidasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) wilayah Kendal, Jawa Tengah (04/02), Maruf Amin menegaskan, persaingan pemilihan Presiden 2019 bukan lagi sekadar pilih sosok, namun sudah dalam tahap perang ideologi. Yakni kelompok moderat dan radikal.

“Pilpres sekarang bukan sekadar memilih, Pilpres juga perang ideologi, kelompok moderat dan radikal. Karena isu yang dibangun yang begitu itu,” kata Maruf Amin. [itoday]

https://www.eramuslim.com

***

Ulama NU: Jokowi-KH Ma’ruf Kalah, NU akan Dibunuh & Hancur

Robbach Ma’sum/ foto suaranasional

Kata Kiai Robbach dari Gresik, rival Jokowi-Ma’ruf sejatinya adalah anak-anak dan cucu orang-orang yang memusuhi NU. “Karena itu, Pilpres ini bukan persaingan Jokowi-KH Ma’ruf dan Prabowo-Sandi saja, tapi NU dan non NU. Untuk itu, saya minta kader NU agar bergerak untuk kemenangan NU. Ada Pak Nurhamim, dia NU sak entut-entute. Ada Pak Qosim. Insya Allah dengan kekompakan NU, Jokowi-Ma’ruf menang,” terangnya.

Mantan bupati Gresik, seorang doktor dalam bidang Ilmu Administrasi ini entah kenapa sampai dalam pidatonya menyebut seseorang hingga kentut-kentutnya pun NU.

Inilah beritanya

***

Ulama NU: Jokowi-KH Ma’ruf Kalah, NU akan Dibunuh & Hancur

Nahdlatul Ulama (NU) akan dibunuh melalui kekuasaan jika Jokowi-KH Ma’ruf Amin kalah di Pilpres 2019.

“Kalau Jokowi-KH Ma’ruf kalah di Pilpres, maka bagaimana nasibnya NU? Mereka akan mudah membunuh NU dengan kekuasaannya,” kata ulama NU asal Gresik KH. Robbach Ma’sum dalam deklarasi Relawan Jokowi (Rejo) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gresik, Sabtu (13/10).

Kata Kiai Robbach, rival Jokowi-Ma’ruf sejatinya adalah anak-anak dan cucu orang-orang yang memusuhi NU. “Karena itu, Pilpres ini bukan persaingan Jokowi-KH Ma’ruf dan Prabowo-Sandi saja, tapi NU dan non NU. Untuk itu, saya minta kader NU agar bergerak untuk kemenangan NU. Ada Pak Nurhamim, dia NU sak entut-entute. Ada Pak Qosim. Insya Allah dengan kekompakan NU, Jokowi-Ma’ruf menang,” terangnya.

Kiai Robbach juga berpesan khusus kepada warga NU agar kompak memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf. “Sebab kalau Jokowi-KH Ma’ruf kalah, maka NU akan hancur,” katanya.

By Ibnu Maksum / suaranasional.com

***

Kyai NU Mbah Munif yang Bilang ‘NU Sudah Agama, Tidak NU Masuk Neraka’ Bukannya Diperkarakan, Malah Disowani Jokowi

Posted on 21 Oktober 2018 – by Nahimunkar.com

Presiden Jokowi memegang tongkat kayu yang diberikan Pengasuh Ponpes Giri Kusumo Demak Jawa Tengah KH Munif Muhammad Zuhri, Jum’at sore 19 Oktober 2018 . (Foto: iNews/Aditya Pratama)

Inilah beritanya.

***

VIVA – Presiden Joko Widodo menjalani sejumlah agenda selama di Semarang, Jawa Tengah sejak Jumat kemarin 19 Oktober 2018. Salah satunya ketika Jokowi sempat mengunjungi Pondok Pesantren Girikusumo, Mranggen, Kabupaten Demak Jawa Tengah.

Di ponpes ini, eks Wali Kota Solo itu melaksanakan salat magrib berjamaah dan berbincang dengan pimpinan ponpes, KH Munif Muhammad Zuhri./ viva.co.id Sabtu, 20 Oktober 2018 | 09:28 WIB

***

Ketika orang sudah tidak mengenal yang ma’ruf dan tidak mengingkari yang mungkar, maka  manusia yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah pun tidak diperkarakan, malah justru dianggapnya terhormat dan disowani (dikunjungi dengan hormat).

Untuk mengetahui kedustaan manusia yang dimaksud, silakan simak berita dan video berikut ini.

https://www.nahimunkar.org/astaghfirullah-kh-munif-zuhri-sebut-nu-agama-tidak-nu-masuk-neraka-yang-masuk-neraka-ditolong-nu/

Astaghfirullah, KH. Munif Zuhri Sebut NU Agama, Tidak NU Masuk Neraka, Yang Masuk Neraka Ditolong NU

Moslemcommunity.net – KH. Munif Zuhri Mbah Hasyim ketika mendirikan NU didatangi Rasulullah sampai enam kali. Tidak cuma sekali, dua kali, tiga kali, tapi enam kali.

Sebab apa? Sebab Rasulullah sangat ridho terhadap berdirinya NU di Negeri ini, yang diharapkan bisa menjaga agama dan memperbaiki negara.

Maka bagi saya NU itu bukan hanya organisasi keagamaan kemasyarakatan, tetapi NU itu sudah agama, tidak NU neraka. Soal ada selain NU kok masuk surga itu ditolong oleh orang NU, gitu saja.
Dalam benak saya, saya tidak masuk di pengurusan struktural NU, karena menyadari sudah sangat beruntung menjadi warga NU. Maka saya berharap, saya tidak usah menjadi apa-apa, saya cukup senang, saya cukup bangga, menjadi butiran debu yang menempel di tiang bendera NU yang tidak sempat terusap sampai kiamat.

Umur saya juga tidak lama lagi. Saya ingin habiskan untuk NU, meskipun saya berdiam di rumah, saya doakan NU. NU darah saya.

Semoga ini akan bisa mendasari semua warga nu di pelosok negeri. [dutaislam.com/gg]
Keterangan :

Ditranskrip dan diterjemahkan dari mauidzoh KH Munif Zuhri dalam acara pembukaan Konferwil PWNU Jateng, 7 Juli 2018.
Tonton videonya:

Komentar :

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Musibah apalagi ini ?

Mengatakan bahwa selain NU masuk neraka, yang masuk neraka pasti ditolong NU, ajaran apa ini? Na’udzubillah, seolah-olah hanya kelompoknya saja yang paling benar, yang lain salah.

News.Moslemcommunity.Net  Senin, 09 Juli 2018

***

{وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ } [الأنعام: 21]

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan [Al An’am21]

(nahimunkar.org)

***

Parah!!!Said Aqil Katakan ‘Selain NU Salah Semua’, Kecuali Ini..??

Posted on 28 Januari 2019 – by Nahimunkar.com

Video:

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.682 kali, 1 untuk hari ini)