KH Maruf Amin saat memberikan tausiyah dalam sebuah acara beberapa waktu lalu (Dok. JawaPos.com)


Inilah beritanya.

***

Hadiri Rapim MUI, KH. Ma’ruf Amin Adakan Perpisahan?

JawaPos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat pimpinan (Rapim) di kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/9). Rapat dilaksanakan tertutup, dan turut dihadiri oleh Ketua MUI non aktif, Ma’ruf Amin.

Ditemui sebelum mengikuti rapim, Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) membantah jika rapat ini diagendakan membahas pergantian dirinya sebagai orang nomor 1 di MUI. Ia mengatakan rapat ini bagian dari kegiatan rutin lembaga.

“Nanti belum (untuk membahas penggantian saya), kita lihat aja,” ujar Am’ruf di lokasi.

Atas dasar itu pun ia membantah rapim ini bagian dari perpisahan dirinya sebagai Ketua MUI. “Belum (ada perpisahan),” sambungnya.

Pria yang menjabat juga sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu pun memastikan masih menjadi bagian keluar besar MUI. Statusnya masih sebagai Ketua Umum MUI non aktif.

“Saya masih (sebagai Ketua Umum MUI non aktif),” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Semenjak mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres), Ma’ruf Amin memutuskan meninggalkan tugasnya sebegai ketua umum untuk sementara waktu di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selama Ma’ruf Amin nonaktif, peran ketua umum di MUI diambil alih dua wakil ketua.

“Sejak ditetapkan sebagai cawapres oleh KPU, beliau sudah berketetapan nonaktif dari ketua umum. Sikap itu ditegaskan lagi oleh Kiai, tadi,” ungkap Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (29/8).

(sat/JPC)   jawapos.com  18/09/2018, 11:44 WIB | Editor: Kuswandi

***

Berita sebelumnya sebagai berikut.

KH Ma’ruf Amin Non Aktif Sebagai Ketum MUI

JAKARTA (voa-islam.com), Ketua Umum MUI Prof DR KH Ma’ruf Amin akhirnya memilih non aktif dari jabatannya, agar menjaga independensi MUI dari dinamika politik praktis.

 “Sejak ditetapkan sebagai Cawapres oleh KPU, beliau sudah berketetapan non aktif dari Ketua Umum. Sikap itu ditegaskan lagi oleh Kiai, tadi,” ungkap Waketum MUI, H. Zainut Tauhid Sa’adi, kepada pers, Selasa (28/8).

Menurut Waketum, keputusan tersebut semata-mata didasari pertimbangan agar posisinya sebagi Calon Wakil Presiden tidak menimbulkan pro-kontra di masyarakat, termasuk di internal MUI. “Beliau ingin fokus mengerjakan amanat karena dipercaya sebagai Cawapres Jokowi, sebagaimana fokusnya beliau mengabdi di MUI selama ini,” tambahnya.

Menanggapi keputusan KH Ma’ruf tersebut, Sekjen MUI, Dr. Anwar Abbas mengapresiasi langkah yg diambil oleh alumni Pesantren Tebu Ireng itu. “Sebenarnya tidak ada aturan organisasi yg mengharuskan beliau non aktif selama masa pencalonan. Namun dengan kearifannya, beliau melakukan itu,” puji Buya Anwar, sapaan akrabnya.

Ditegaskan Sekjen bahwa langkah yang ditempuh KH Ma’ruf itu diharapkan bisa menjadi teladan yang baik bagi seluruh jajaran pengurus MUI di berbagai tingkatan. Terlebih lagi posisi MUI yang selama ini selalu jadi rujukan umat, “Keteladanan itu menjadi penting, tidak hanya melihat aturan tertulis, tapi juga fatson politiknya,” pungkas aktifis senior PP Muhamammadiyah itu.

Untuk menjaga keberlangsungan organisasi MUI, menurut buya Zaenut, tampuk kepemimpinan MUI akan diemban oleh dua Wakil Ketua Umum yakni Prof Dr Yunahar Ilyas dan H. Zainut Tauhid Sa’adi. “Jadi roda organisasi tetap berjalan normal seperti biasa, meski Ketum kita non aktif,” tegas Zaenut. (bil/voa-islam)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 882 kali, 1 untuk hari ini)