FAKTANEWS – Negara ini telah kehilangan rasa keadilan dan martabat sebagai bangsa yang menjunjung Pancasila yang berganti dengan cara-cara biadab dan tindakan kezoliman. Demikian kata Marwan Batubara saat merespon dan mungkin juga menyaksikan penggusuran yang terjadi kemarin, Senin (11/04/201/), di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Berikut lanjutan tulisannya:

“….Anda-anda para pemimpin lembaga tinggi negara dan pemuka masyarakat kami tuntut untuk menegakkan HUKUM dan KEADILAN di negara ini. Anda-anda semua bertanggungjawab atas penderitaan rakyat miskin tak berdaya di Pasar Ikan dan Luar Batang.

kue penggusuran untuk siapaSekali lagi, untuk para penguasa dan para pemimpin: Jangan biarkan arogansi dan kesewenang-wenangan kekuasaan di DKI Jakarta ini, dengan mengunakan cara-cara yang lebih buruk dari PENJAJAH oleh aparat HANKAM yang dibiayai RAKYAT, terus berlangsung!!

Penggusuran dilakukan tanpa musyawarah dan ganti rugi. Sementara rakyat sudah bermukim disana puluhan atau ratusan tahun! Bahkan untuk menunggu anak-anak RAKYAT MISKIN itu selesai Ujian Sekolah saja Aparat Penggusur tidak punya waktu!! NEGARA APA INI?? Biadab!!!

Jalur hijau bekas tanah rakyat yang tidak punya sertifikat itu – karena sudah didiami ratusan tahun – kelak salah satunya akan menjadi jalan akses menuju apartemen-apartemen mewah milik orang-orang kaya…dan termasuk para ekspatriat dari China daratan, Singapore, Hongkong, dan lain-lain.

Hari ini Rezim Repressif menggusur RAKYAT MISKIN di Pasar Ikan. Dalam waktu dekat menyusul penggusuran RAKYAT MISKIN DAN TAK BERDAYA lainnya di Luar Batang, Muara Angke, Kamal Muara dan Kapuk Muara.

Semua itu akan membuat hidup yang lebih nyaman dan akses yang lebih MUDAH bagi para pendatang dari UTARA!!

Janganlah ANDA PARA PEMIMPIN NEGARA hanya memihak tersedianya Ruang Terbuka HIJAU bagi orang-orang KAYA.

Sementara untuk memenuhi semua itu HAK HIDUP Rakyat MISKIN ANDA RAMPAS dengan AROGAN dan REPRESSIF dengan Jutaan Dalih yang sarat MANIPULASI dan KEZOLIMAN!!

Wahai RAKYAT MISKIN DAN KAUM TERTINDAS, Mari kita berdoa agar hukum dan keadilan di negara ini bisa ditegakkan dan Semua Pelaku Kezolimam segera TUMBANG di NEGARA INDONESIA Ini.

Untuk yang punya KEKUASAAN: Perhatikan dan hati-hati terhadap DOA ORANG TERTINDAS!

Untuk para aktivis dan pemilik hati nurani pro rakyat dan kebenaran: Mari galang persatuan dan lanjutkan Advokasi tanpa HENTI.” (ts/voaislam/faktanews.net) – April 13, 2016

***

Saat Rakyat Miskin DKI Digusur, Teman Ahok Malah Pesta

Derita rakyat dan Pesta teman ahok

Senin (11/4/2016), kawasan perumahan warga di RW 4 di Pasar Ikan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara telah rata dengan tanah.

Sejak pagi hari, sebanyak EMPAT RIBU LEBIH (4.218) APARAT keamanan gabungan dari TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan buldozer-buldozer DIKERAHKAN GUBERNUR AHOK untuk meratakan kios dan bangunan serta mengusir

penghuninya, warga miskin Jakarta.

Terdengar jeritan suara histeris para wanita yang berontak tidak mau dibawa aparat, namun tetap dipaksa ke dalam bis sekolah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Beberapa remaja laki-laki bahkan ditarik paksa aparat dimasukan ke dalam bis dan juga sempat melakukan perlawanan.

Para wanita usia lanjut menggunakan mukena tersungkur di tanah dengan tangis pilu panjatkan doa.

Anak-anak mereka hanya bisa menatap dengan pandangan kosong rumah mereka tempat berteduh yang kini sudah rata dengan tanah.

Di saat bersamaan, di hari yang sama, di sisi lain ibukota, para pendukung Ahok yang tergabung dalam TEMAN AHOK tengah mengadakan pesta usai mengumpulkan KTP dukungan untuk Ahok maju dalam Pilgub DKI 2017. Mereka mengaku berjuang mendukung Ahok demi Jakarta yang lebih baik.

portalpiyungan.com – Rabu, 13 April 2016

***

Doa Nabi Saw, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ _أحمد ، ومسلم عن عائشة

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

 وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ _ رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 3.583 kali, 4 untuk hari ini)