Ilustrasi Melakukan Kemusyrikan: (Kiri) Ruwatan dengan sesajen/ foto rmol. (Kanan) Sujud di kubur Blitar./ foto fb (Yang Satu Ruwatan dengan Sesajen, yang Satunya Sujud di Kubur, Posted on 13 Agustus 2018 by Nahimunkar.com


JAKARTA – Secara etika, pemimpin yang nyata telah gagal membuktikan banyak janji-janjinya seharusnya memang tidak kembali dipilih. Ini laku umum dari moral yang ada di tengah masyarakat. Secara hukum pun pemimpin seperti ini juga dianggap kurang benar jika akhirnya kembali dipilih.

“Pilih pemimpin itu lihat rekam jejak dan prestasinya, terbukti gagal wujudkan dollar 10 ribu, gagal pertumbuhan ekonomi 7 persen, gagal kurangi pengangguran signifikan masak mau dipilih? Hehehe, yang bener aja bro,” sindir politisi Gerindra, Habiburokhman di akun Twittet pribadi miliknya.

Dan apabila menurut dia pemimpin dengan model seperti itu kembali dipilih lagi, maka ketika waktunya tiba ia ingkar kembali jangan lantas kecewa. Harapan-harapan yang sudah digantungkan pun menurut dia harus siap dengan segala konsekuensi.

Kalau yang tidak bisa memenuhi janji dan ekspektasi dipilih lagi, ya, jangan kecewa dan harus siap kalau besok dia tak penuhi harapan lagi. Kalau ekonomi sulit jangan menjerit, lapangan kerja susah jangan marah, harga-harga meroket jangan cerewet. Ya gak bro?”

Hingga saat ini, misalnya Dolar memang belum terealisasi di angka 10.000. Untuk ekonomi, dalam hak ini pertumbuhan secara nasional juga belum mencapai seperti yang dijanjikan. Malah dengan sisa jabatan sepertinya kenaikkan itu belum dipandang positif. (Robi/voa-islam.com) (voa-islam.com) Rabu, 1 Muharram 1440 H / 12 September 2018 10:37 wib

(nahimunkar.org)

(Dibaca 644 kali, 1 untuk hari ini)