Ahok harus ngaca dan tahu diri, masalah dia bukan sekadar dengan FPI tapi dengan umat Islam secara keseluruhan apalagi dengan warga Betawi, jangan sampai hanya ulah sosok Ahok berimbas kepada etnis tertentu.
Wacana seruan jihad sudah menyembul di media. Arogansi Ahok yang sering mengusik Umat Islam jadi boomerang bagi cina kafir yang satu ini. Gelombang penolakan terhadap Ahok yang dinilai suka berbicara kasar belum tentu akan surut.
Inilah beritanya.
***

Ahok Harus Ngaca, Masalah Dia Bukan Sekadar dengan FPI tapi dengan Umat Islam!

Ahok Ngemis
Desakan Front Pembela Islam (FPI) untuk meminta Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mundur dari jabatan dipastikan akan terus disuarakan. Hal itu ditegaskan Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadhri.

Idrus menegaskan masalah Ahok bukan hanya antara Ahok dan FPI, tetapi dengan umat Islam dan masyarakat Betawi. Idrus menuding Ahok telah menghina umat Islam.

“Ahok harus ngaca dan tahu diri, masalah dia bukan sekadar dengan FPI tapi dengan umat Islam secara keseluruhan apalagi dengan warga Betawi, jangan sampai hanya ulah sosok Ahok berimbas kepada etnis tertentu,” tegasnya seperti dilansir Okezone, Kamis (09/10/2014).

Idrus mengklaim umat Islam sudah cukup sabar atas penghinaan Ahok. FPI, lanjutnya, bergerak bukan sekedar atas nama organisasi tetapi atas nama umat Islam.

“Selama ini kerap selalu dilecehkan Ahok,” ketusnya.

Ia juga mengkritik kinerja Ahok dan gaya bicaranya yang membuat situasi makin tak kondusif. Ahok juga dinilai tak berhasil memperbaiki Jakarta.

“Apa sih untungnya mempertahankan si Ahok yang akhirnya membuat situasi enggak kondusif? Kinerja Ahok apa sih yang baik? Banjir tetap banjir macet tetap macet, hanya pintar bacotnya doang, malah yang ada Ahok selalu membuat Jakarta enggak kondusif akibat gaya bicaranya dan memusuhi umat Islam,” tegasnya. (pm)/pyngnonline
***
Kamis, 14 Zulhijjah 1435 H / 9 Oktober 2014 12:34 wib

Harusnya Umat Islam Memaklumatkan Jihad Melawan Ahok

Wagub DKI Ahok2

JAKARTA (voa-islam.com) – Nafsu Ahok untuk membubarkan FPI menuai kecaman dari banyak kalangan. Ustadz Badru Tamam pengasuh rubrik Islamia voa-islam.com menyampaikan bahwa Ahok itu kafir. Beliau juga menegaskan bahwa harusnya ummat Islam memaklumatkan Jihad melawan Ahok.

Berikut ini tanggapan Ustadz Badru Tamam atas ngototnya Ahok untuk membubarkan FPI seperti yang diterima oleh voa-islam, Rabu 8/10/2014).

Voa-islam.com : Assalamualaikum ustadz. Apa tanggapan anda atas keinginan kuat ahok untuk membubarkan FPI?

Ustadz Badru : “Ahok itu kafir, umat muslim tidak boleh dipimpin orang kafir, apalagi jumlah kaum muslimin di Jakarta adalah penduduk mayoritas.

Setiap pemimpin kafir yang memimpin kaum muslimin pasti berusaha menimpakan mudhorot dalam agama mereka. Dan menguntungkan sesama orang kafir. Ini yang dikabarkan Al-Quran, dan ini pasti benar. Lihat, belum menjadi gubernur saja sudah membuat kebijakan yang merugikan Islam. Lalu bagmn kalau dia benar-benar memgang tanpuk kekuasaan tertinggi di Jakarta. Harusnya umat Islam memaklumatkan jihad melawan Ahok.” (aj/voa-islam.com)
***
Kamis, 14 Zulhijjah 1435 H / 9 Oktober 2014 14:09 wib

Ahok Ingin Bubarkan FPI, Pemimpin Angkuh akan Tumbang dengan Kehinaan

Ahok Menuding

JAKARTA (voa-islam.com) – Mengenai keinginan kuat Ahok yang akan membubarkan FPI, Ustadz Harist Abu Ulya (HAU) mengatakan bahwa Ahok sebagai pejabat publik terlihat arogan. Lebih dari itu Ustadz HAU juga mengingatkan bahwa pemimpin yang sombong dan angkuh pasti akan tumbang dengan kehinaan.
“Menurut saya, Ahok sebagai pejabat publik terlihat arogan. Bukan soal demo anarkisme FPI semata yang membuat Ahok “sewot“, tapi keyakinan dan mindset Ahok terhadap umat Islam yang membuat dirinya geram.” kata Ustadz Harist Abu Ulya sebagaimana diterima oleh redaksi voa-islam.com, Rabu (8/10/2014).
“Saya rasa sikapnya adalah artikulasi dirinya yang phobia terhadap Islam dan umatnya.” tambahnya.

“Berpendapat, berserikat dan berkumpul adalah hak tiap individu warga negara. Jadi Ahok tidak perlu memaksakan kehendak mendorong upaya pembubaran FPI hanya karena saat demo terjadi anarkisme. Bicara anarkisme kita bisa saksikan banyak kasus juga terjadi dan pelakunya dari para preman yang terorganisir sampai aparat Satpol PP dalam penertiban juga sangat kerap bertindak anarkis terhadap rakyat kecil.” terangnya.

“Bahkan dalam kasus sengketa politik, juga melibatkan masa yang berbuat anarkis.” lanjutnya.
“Ahok jadi pemimpin harusnya belajar banyak cara untuk mengakomodir aspirasi rakyat, para anggota FPI juga bagian dari warga Jakarta yang mereka punya aspirasi dalam beragam isu kerakyatan. FPI aspirasinya tidak bisa diaborsi begitu saja hanya dengan sudut pandang formal apakah FPI legal terdaftar atau tidak di Depdagri. Tentu cara berpikir seperti ini adalah dangkal.” lanjutnya.
“Jangan lupa, pemimpin yang sombong dan angkuh pasti dia akan tumbang dengan kehinaan. Wassalam.” tutupnya. (aj/voa-islam.com)

(nahimunkar.com/Edt.: Br)

(Dibaca 2.129 kali, 1 untuk hari ini)