Ilmu kebal bisa disebut bukan dari setan, kalau ilmu itu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau para sahabat. karena ini menyangkut hal ghaib dan kekuatan, serta jurusan sihir. Ternyata tidak ada ilmu kebal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun sahabat.

Dalam Islam justru adanya adalah berupa larangan-larangan, misalnya mengenai waahinah (aji-aji untuk melemahkan musuh, untuk menguatkan diri pemiliknya) maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membuangnya. Bila tidak, maka pemiliknya tidak akan beruntung (di akherat). Maka tanggung jawabnya besar/ berat sekali, orang yang bilang bahwa “Tidak semua ilmu kebal dan sakti berasal dari setan”, karena perkataan itu bertentangan dengan Islam, karena Islam justru sangat melarangnya, di antaranya yaitu hadits mengenai waahinah.

عن عمران بن حصين رض{ : أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم  أَبْصَرَ عَلَى عَضُدِ رَجُلٍ حَلْقَةً – أَرَاهُ قَالَ مِنْ صُفْرٍ – فَقَالَ : وَيْحَك مَا هَذِهِ ؟ قَالَ : مِنْ الْوَاهِنَةِ . قَالَ أَمَّا إنَّهَا لَا تَزِيدُك إلَّا وَهْنًا , انْبِذْهَا عَنْك فَإِنَّك لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْك مَا أَفْلَحْتَ  أَبَدًا } .  (رواه أحمد بسند لا بأس به).

أنَّه صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ أبصرَ على عضدِ رجلٍ حلقةً أراهُ قالَ: من صُفرٍ قال: ويحَكَ ما هذِهِ؟ قال: منَ الواهنة قال: أما إنَّها لا تزيدُكُ إلَّا وَهنًا انبِذها عنك فإنَّكَ لو متَّ وَهيَ عليكَ ما أفلحتَ أبدًا.
الراوي : – | المحدث : الهيتمي المكي | المصدر : الزواجر
الصفحة أو الرقم: 1/166 | خلاصة حكم المحدث : صحيح

“Dari Imran bin Hushain ra dinyatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai gelang kuningan di tangannya. Beliau bertanya, celaka kamu, apa ini?? Orang itu menjawab: menolak lemah (wahinah)?. Maka Nabi berkata kepada orang itu, Adapun sesungguhnya ia tidak akan menambah kamu kecuali kelemahan, maka lepaskanlah gelang itu darimu, karena sesungguhnya apabila kamu mati sedangkan ia masih ada padamu, tentulah engkau tidak akan beruntung selama-lamanya.?(HR Ahmad dan Al-Hakim dengan sanad laa ba’sa bih, menurut Al-Haitami: shahih ).
Hadits tersebut kaitannya adalah dengan kemusyrikan. Silakan simak di link ini: https://www.nahimunkar.org/batu-dan-kemusyrikan/

***

Ilmu Kebal Dari Setan Bukan Ajaran Islam. . . !!!

 Rasulullah ﷺ saja saat perang Uhud sudah memakai baju besi, memakai pelindung kepala dari besi, masih tetap berdarah dan terluka.

عَنْ سَهْلٍ، قَالَ: ” لَمَّا كُسِرَتْ بَيْضَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَأْسِهِ، وَأُدْمِيَ وَجْهُهُ وَكُسِرَتْ رَبَاعِيَتُهُ، وَكَانَ عَلِيٌّ يَخْتَلِفُ بِالْمَاءِ فِي المِجَنِّ، وَكَانَتْ فَاطِمَةُ تَغْسِلُهُ، فَلَمَّا رَأَتِ الدَّمَ يَزِيدُ عَلَى المَاءِ كَثْرَةً، عَمَدَتْ إِلَى حَصِيرٍ فَأَحْرَقَتْهَا وَأَلْصَقَتْهَا عَلَى جُرْحِهِ، فَرَقَأَ الدَّمُ

Dari Sahl –semoga Allah meridhainya-, ia berkata, “Tatkala pecah pelindung kepala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan wajah beliau berdarah dan pecah gigi seri beliau Ali bolak-balik mengambil air dengan menggunakan perisai (sebagai wadah air) dan Fatimah mencuci darah yang ada di wajah beliau. Tatkala Fatimah melihat darah semakin banyak lebih daripada airnya maka Fatimahpun mengambil hasir (yaitu tikar yang terbuat dari daun) lalu diapun merobeknya dan menempelkan robekan tersebut pada luka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka berhentilah aliran darah(HR. Bukhari no 2903)

Via FB Hadis Shahih

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.568 kali, 1 untuk hari ini)