Ilustrasi : Kiblat.net


Data korban akibat divaksin Rubella sudah banyak. yang dijadikan contoh dalam berita itu saja ada 13 anak dari berbagai daerah, ada yang meninggal, ada yang lumpuh dsb. sedangkan apa yang digembar-gemborkan akan kena penyakit ini itu bila tidak divaksin MR ternyata belum terjadi.

https://www.nahimunkar.org/puluhan-siswa-di-ksb-dirawat-setelah-jalani-imunisasi-rubella/

Secara hukum/ kaidah fiqh, realita kenyataan yang sudah ada (korban2 akibat divaksin MR) sudah banyak (al-yaqiin), itu tidak bisa dikalahkan oleh dugaan (dhann) akan adanya penyakit ini itu. Jadi penguasa wajib menghargai Umat Islam yang melarang anak2nya untuk divaksin Rubella, karena itu merupakan keyakinan yang dilindungi konstitusi/ UUD 1945. Jangan malah dipaksa-paksa ditakut-takuti dengan cara bohong dan memvaksin MR di mana-mana padahal ternyata kemudian MUI memprotesnya (karena belum diajukan untuk mendapatkan sertifikat halal ke MUI, tapi dibilang halal), baru kemudian pihak kesehatan bertemu MUI dan sepakat untuk menunda dulu vaksinansi MR bagi Umat Islam.

Kemudian MUI mengadakan penelitian vaksin MR dari India itu lalu MUI berfatwa bahwa hukumnya vaksin Rubella itu haram, karena ada jejak unsur babi. Sedangkan kebolehan dari MUI tetap tidak berani menghukumi vaksin Rubella itu halal, tapi karena terpaksa, maka kebolehan itu hanya sebatas sebelum ditemukan vaksin MR yang halal lagi suci.

Kalau memang MUI juga melihat data korban2 vaksin MR alias Rubella, maka hukum haramnya vaksin MR itu dikuatkan dengan kaidah fiqh tersebut (suatu yang telah yaqin –yaitu banyaknya korban vaksin MR– tidak bisa dikalahkan oleh dhann/ dugaan, persangkaan –apa yang disebut-sebut akan adanya penyakit), maka justru perlu dihindari penggunaannya. Dan juga perlu dihargai, Umat Islam yang melarang anak-anaknya divaksin MR -Rubella karena menyangkut keyakinan agama yang merupakan hak paling asasi bagi manusia, dan dilindungi konstitusi.

***

Tentang Haramnya Vaksin Rubella Silakan Bandingkan dengan Haramnya Ajinomoto.

Silakan simak tulisan Dr Ir Anton Apriyanto dari Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menjelaskan kasus diharamkannya ajino moto di link ini https://www.nahimunkar.org/lingkaran-kasus-dendeng-dan-abon-babi/

Hati2 para pendukung vaksin Rubella

Pelaksanaan vaksinasi rubella itu merupakan kezaliman, karena belum dimintakan sertifikat halal sudah langsung divaksinkan di mana-mana, bahkan disebutnya telah halal.

Itu jelas kezaliman.

MUI  membantah, karena belum pernah dimintakan sertifikat halal ke MUI, dan belum diteliti. Kemudian ada pertemuan pihak Kesehatan dengan MUI, keputusannya, vaksinasi rubella dihentikan sementara bagi Muslimin (yang memang merupakan penduduk mayoritas di negeri ini. Mestinya ya dihentikan untuk seluruhnya dulu, karena kan umat Islam mayoritas).

Kemudian diteliti, hasilnya difatwakan haram karena mengandung jejak unsur babi. Hingga MUI tidak berani menghalalkan. Lalu diadakan rapat, dinyatakan bahwa vaksin rubella boleh digunakan karena terpaka, dan kalau sudah ditemukan vaksin yang halal dan suci maka tidak boleh digunakan.

Hati-hati, ada hadits ancaman terhadap pendukung penguasa zalim.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُون بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari Imaratis Sufahaa’ (pemerintahan orang-orang yang bodoh)”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radhiyallahu’anhu) bertanya, apa itu pemerintahan orang-orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin (kekuasaan) sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

(nahimunkar.org)

(Dibaca 792 kali, 1 untuk hari ini)