Masjid Agung Jawa Tengah Tetap Laksanakan Shalat Jumat


Masjid Agung Jawa Tengah Tetap Laksanakan Sholat Jumat. Foto ilustrasi: Umat Islam melaksanakan Shalat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah Rabu (5/6/2019). Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah pada hari ini, Rabu (5/6/2019).(Antara/Aji Styawan)

Foto: Antara/Aji Styawan

 

Shalat Jumat di Masjid Agung Jawa Tengah dilakukan dengan sejumlah catatan.

SEMARANG — Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tetap menggelar shalat Jumat pada Jumat (20/3). Kendati begitu, shalat Jumat tersebut berbeda dari biasanya karena durasi khutbahnya bakal dipersingkat.

Kepastian bakal digelarnya shalat Jumat di MAJT ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana Pengelola (PP) MAJT, Prof Dr KH Noor Achmad MA, saat dikonfirmasi di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/3).

Menurut dia, MAJT di Jalan Gajah Raya, Semarang, tetap akan menggelar shalat wajib bagi kaum Muslimin tersebut, tetapi memang akan “berbeda” jika dibandingkan dengan shalat Jumat biasanya.

“Meski berbeda (dipersingkat—Red), tetapi pelaksanaannya tetap tidak akan menyimpang dari ketentuan fikih serta tata cara shalat Jumat yang ada,” ungkapnya.

Noor Achmad menjelaskan, secara eksplisit yang membedakan pelaksaan shalat Jumat di MAJT besok adalah durasi khutbah shalat Jumat yang bakal dipersingkat, yakni maksimal hanya 10 menit.

“Kalau biasanya khatib menyampaikan khutbah dengan durasi waktu antara 20 hingga 30 menit maka durasi khutbah shalat Jumat besok akan dipersingkat hanya 10 menit untuk dua khutbahnya,” katanya.

Selain itu, dia melanjutkan, surah atau ayat yang dibacakan setelah surah al-Fatihah pada saat shalat Jumat besok adalah surah pendek. Kemudian, ada qunut nazilah pada rakaat kedua.

Selepas shalat, istighatsah dilakukan maksimal sekitar lima menit. “Setelah itu, jamaah langsung pulang dan tidak usah bersalam-salaman,” kata Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menambahkan.

Pada pelaksanaan shalat Jumat di MAJT besok, menurut Noor, jamaah juga diimbau agar sebelum masuk ke dalam masjid badannya dalam kondisi bersih dengan melaksanakan mandi sunah.

Sebelum berwudhu, jamaah juga diharuskan mencuci tangan dan kaki dengan sabun. “Di lokasi tempat wudhu dan toliet MAJT sudah disediakan sabun. Selanjutnya, jamaah bisa melaksanakan wudhu yang sempurna dan masuk masjid.”

Selain itu, shaf shalat Jumat ini juga akan dibuat berjarak. Jarak jamaah satu dengan yang ada di sampingnya akan menjadi lebih renggang agar badan antara jamaah tidak saling bersinggungan.

Saat ini, dia melanjutkan, PP MAJT masih mengupayakan peralatan untuk memindai suhu tubuh (thermo gun) agar pelaksanaan shalat Jumat di MAJT bisa menerapkan protokol kesehatan standar pencegahan Covid-19.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk bisa mengupayakan perlatan pendukung tersebut. “Harapannya, untuk pelaksanaan shalat Jumat besok, pemindaian suhu tubuh para jamaah juga bisa dilaksanakan,” katanya.

republika.co.id, Kamis 19 Mar 2020 13:49 WIB Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Hafil

(nahimunkar.org)

(Dibaca 55 kali, 1 untuk hari ini)