• Masjid yang berdiri di atas tanah seluas 6.700 meter persegi itu tuntas dibangun setelah menerima suntikan dana sebesar US$27.2 juta dari Qatar. Masjid ini diharapkan dapat mengakomodasi perkembangan populasi Muslim yang cukup pesat.

KOPENHAGEN– Setelah sembilan tahun publikasi kartun yang memfitnah Nabi Muhammad (saw), akhirnya Muslim Denmark memiliki masjid terbesar dan bermenara pertama di Denmark. Masjid Agung Kopenhagen itu akhirnya secara resmi dibuka pada Kamis (19/6/2014).

Masjid yang dibangun di sebuah distrik di Kota Kopenhagen itu bertahun-tahun mendapatkan penentangan dari kelompok sayap kanan. Kini kaum Muslim merasa lega karena sudah mempunya “masjid yang sebenarnya” karena ada menara dan kubah.

Masjid yang berdiri di atas tanah seluas 6.700 meter persegi itu tuntas dibangun setelah menerima suntikan dana sebesar US$27.2 juta dari Qatar. Masjid ini diharapkan dapat mengakomodasi perkembangan populasi Muslim yang cukup pesat.

Peresmian Masjid ini tidak dihadiri oleh para pemimpin sayap kanan atau beberapa politisi Denmark dengan alasan bahwa Masjid itu didanai oleh Qatar.

Kristian Thulesen Dahl, pemimpin Partai Rakyat Denmark (DPP), percaya bahwa pemerintah “konservatif” Qatar akan memberikan pengaruh, baik langsung atau tidak langsung terhadap masjid ini.

Pernyataan kontrovesial yang dikeluarkan oleh DPP bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya pada tahun 2013, DPP telah membuat iklan anti-Imigrasi dengan mencap 700 imigran sebagai tersangkap teroris.

Pada tahun 2007, DPP yang merupakan kekuatan politik terbesar ketiga di Denmark, telah mengajukan serangkaian rancangan undang-undang yang menyerukan larangan jilbab di tempat umum dan menolak untuk memberikan tempat khusus untuk shalat bagi Muslim di tempat kerja.

Partai ini juga telah menyerukan pelarangan daging halal di pusat-pusat penitipan anak dan melarang menyediakan ruang ganti terpisah laki-laki dan perempuan untuk anak sekolah Muslim.

Kelompok-kelompok anti-imigrasi juga memanfaatkan pernyataan Maimouni baru-baru ini yang menentang homoseksualitas sebagai alat kampanye untuk melawan masjid.

Kritik sayap kanan yang gencar atas dana Qatar, Maimouni menjelaskan bahwa sumbangan dari Qatar itu sebagai pemberian yang tulus.

“Kami tidak terlibat dalam politik Qatar dan kami tidak ada hubungannya dengan situasi domestik di sana,” Maimouni, juru bicara Dewan Islam Denmark, mengatakan.

“Dewan Islam Denmark memiliki kuasa penuh untuk menggunakan bangunan ini. Dan itu sebabnya kami sangat senang dengan bantuan ini. Ini adalah hadiah yang tulus tanpa mengharapkan imbalan,” tambahnya.

Sebelum menerima dana bantuan dari Qatar, Dewan Islam Denmark tidak berhasil untuk mendapatkan dana dari negara-negara Muslim lainnya.

Terlepas dari segala kritik, masjid baru ini juga mendapat dukungan dari banyak pihak. Masjid baru ini bertujuan untuk menciptakan wadah dialog antara Muslim Denmark dan kelompok lain di dalam masyarakat Denmark.

(ameera/arrahmah.com)AmeeraAhad, 23 Sya’ban 1435 H / 22 Juni 2014 15:15

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 142 kali, 1 untuk hari ini)