Masjid Al Aqsa Diserang Polisi Israel, MUI Serukan Sanksi Internasional


Israel menyerbu masjid di Al-Aqsa / Anadolu Agency

 

Aksi brutal pasukan Israel makin menjadi-jadi di tanah Palestina.

Pada Jumat (7/5/2021) malam, pasukan Israel menembaki warga Palestina yang sedang berbuka puasa di situs suci Muslim, Masjid Al-Aqsa.

Serangan bahkan berlanjut hingga masuk shalat tarawih.

Dilaporkan Al Jazeera, Sabtu (8/5), dalam serangan tersebut, lebih dari 184 warga Palestina terluka setelah polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan membubarkan jamaah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam aksi brutal para polisi Israel tersebut.

MUI menyerukan kepada seluruh negara untuk memberikan penekanan terhadap Israel agar dijatuhi sanksi internasional.

“Langkah empati dan konstruktif ini juga bisa dilakukan oleh negara negara Uni Eropa dan lain lain. Secara bersama-sama negara negara ini bisa melakukan tekanan internasional terhadap Israel melalui PBB. Jika diperlukan, Israel diberi sanksi internasional,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangannya seperti dilansir dari Antara pada Sabtu (8/5/2021).

184 Warga Palestina Luka-luka

Lebih dari 184 warga Palestina terluka setelah polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan membubarkan jamaah.

Dilaporkan Al Jazeera, Sabtu (8/5), puluhan ribu jamaah Palestina memadati masjid pada Jumat terakhir di bulan Ramadhan.

Banyak yang tetap tinggal untuk memprotes dan mendukung warga Palestina yang menghadapi penggusuran dari rumah oleh pemukim Israel.

Polisi perbatasan dan pasukan Israel telah menyerang mereka dengan air sigung, gas air mata, peluru berlapis karet dan granat kejut selama beberapa hari terakhir.

Puluhan warga Palestina juga telah ditangkap.

Atas kejadian ini, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya “sangat prihatin” tentang kekerasan di Yerusalem.

Dia juga meminta pejabat Israel dan Palestina “untuk bertindak tegas” mengurangi ketegangan.

Beberapa jam setelah bentrokan pertama kali terjadi, bala bantuan besar dari pasukan polisi Israel terus mengalir ke kompleks Masjid Al-Aqsa.

Aktivis Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel terus menargetkan jamaah di kompleks itu ketika sejumlah besar warga Palestina yang sedang shalat tarawih di dalam masjid.

Kejahatan Perang Israel

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendesak Israel untuk menghentikan setiap penggusuran paksa di Yerusalem timur yang dicaplok Israel.

Israel sudah diperingatkan bahwa tindakannya dapat dianggap sebagai “kejahatan perang”.

“Kami meminta Israel untuk segera membatalkan semua penggusuran paksa,” kata juru bicara kantor hak asasi PBB Rupert Colville kepada wartawan di Jenewa.

“Kami ingin menekankan bahwa Yerusalem Timur tetap menjadi bagian dari wilayah Palestina yang diduduki, di mana hukum humaniter internasional berlaku,” kata Colville.

“Kekuatan pendudukan … tidak dapat menyita properti pribadi di wilayah pendudukan,” katanya.

Dia mengatakan bahwa pemindahan penduduk sipil ke wilayah pendudukan adalah ilegal menurut hukum internasional dan “dapat dianggap sebagai kejahatan perang.”

TRIBUNBATAM.id –  9 Mei 2021 12:40

(nahimunkar.org)

(Dibaca 65 kali, 1 untuk hari ini)