Perusakan masjid di Tuban oleh oknum yang membawa buku-buku yang mengajarkan ilmu sufi/ tasawuf dan makrifat. (Foto: dok. Istimewa) 

Sekelompok orang, Selasa dinihari (13/2/2018), sekitar pukul 01.30 WIB melakukan pengrusakan di Masjid Baiturahim di Jalan Sumurgempol, Karangsari, Tuban, Jawa Timur.

Pelaku yang diketahui berjumlah lima orang atau satu keluarga terdiri dua orang perempuan dan dua orang anak, satu di antaranya diduga mengalami gangguan jiwa atas nama Zaenuddin (40). Zainuddin inilah yang diduga melakukan pengrusakan masjid dengan mengamuk dan melakukan pemecahan terhadap sebagian kaca masjid.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung, menerangkan, awalnya, pelaku sempat melakukan shalat  Ashar, Senin (12/2/2018) dan berdialog dengan masyarakat setempat.

Frans melanjutkan, pelaku bersama rombongan sekitar sore jam 17.30 WIB keluar meninggalkan masjid, namun kembali lagi saat menjelang waktu shalat  Isya.

“Yang bersangkutan datang kembali serta mengikuti shalat berjamaah namun membuat barisan shaf sendiri,” kata Barung dalam keteranganya, Selasa (13/2/2018).

Usai menunaikan shalat  Isya, pelaku bersama rombongan tidak beranjak dari masjid. Sekiranya pukul 01.00, warga yang curiga kemudian mendatangi untuk menanyakan maskud kedatangan mereka di Masjid Baiturahim namun pelaku justru memukul warga.

“Warga atas nama Muhammad menanyakan maksud dan tujuan kedatangan pelaku dan rombongan namun yang bersangkutan melakukan pemukulan kepada korban sehingga korban lari keluar masjid untuk memberitahukan kepada warga lainnya,” jelas Barung.

Usai memukul warga, pelaku melakukan pengrusakan terhadap kaca masjid dengan menendang menggunakam kaki sehingga satu kaca utama masjid pecah. Mendengar itu, warga meneriaki pelaku namun pelaku tidak takut justru menantang warga dengan mengatakan dirinya siap untuk mati.

Dari hasil investigasi polisi, pelaku diketahui warga Desa Karangharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dan saat ditanyakan petugas pelaku hanya menjawab ingin bertemu dengam Gus Mad (pengasuh pondok Al islahiyah).

“Setelah dipertemukan dengan Gus Mad yang bersangkutan melakukan sujud di depan Gus Mad dan meminta safaat,” ujar Barung.

Polisi juga belum mengetahui motif pelaku melakukan pengrusakan masjid lantaran masih didalami oleh jajaran Satuan Reskrim Polres Tuban.

“Bahwa dari hasil interograsi dan pemeriksaan sementara bahwa keluarga pelaku tersebut mengalami gangguan kejiwaan yang mengakibatkan prilaku menyimpang dan dari bawaan buku terdapat buku-buku yang mengajarkan ilmu sufi dan makrifat,” pungkas Barung.

Barang bukti perusak masjid di Tuban di antaranya buku-buku yang mengajarkan ilmu sufi/ tasawuf dan makrifat. (Foto: dok. Humas Polda Jatim) 

Saat ini polisi telah mengamankan pelaku bersama barang bukti satu unit laptop, dua unit HP, tas berisi pakaian bayi dan pampes bayi, bantal dan selimut, buku-buku bertuliskan Arab, satu tas kresek berisi uang pecahan Rp 20.000 dan Rp 10.000, empat pasang sendal jepit, dan satu STNK mobil Toyota Innova warna putih bernopol H-8697-Q. (rus/rmol/fajar)

By sidic manggala / fajar.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.980 kali, 6 untuk hari ini)