• Jual beli di masjid saja dilarang dalam Islam, kini malah masjidnya sekalian yang dijual.

  Allah Swt berfirman:

  وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا (١٨)

Artinya: Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.(QS Al-jin :18)

  • Dalam kasus dijualnya Masjid Teja Suar, ada upaya tim penyelamat Masjid itu yang akan menghubungi penjualnya, M Saelan. Kalau tim penyelamat Masjid itu mampu membeli dan masjid itu masih utuh seperti semula dan tetap untuk Islam, Alhamdulillah.  Tetapi para ulama tidak boleh diam. Karena kasus itu masih sama saja yakni: masjid dijual. Itu persoalan utamanya. Meskipun yang ini dapat diselamatkan, misalnya, karena ada tim penyelamat yang membelinya untuk tetap dipertahankan sebagaimana semula sebagai masjid, namun penjualan masjid itu menjadi contoh sangat buruk.
  • Kalau itu dibiarkan, maka tidak mustahil nantinya ada masjid dijual lalu dijadikan tempat-tempat maksiat bahkan kemusyrikan atau bahkan dijadikan kandang babi, misalnya. Na’udzubillahi min dzalik. Toh kalau masjid sudah dijual, berarti terserah pembelinya, mau diapakan itu masjid. Ketika yang membelinya orang anti Islam seperti Syiah misalnya, maka dapat  juga mereka gunakan untuk Husainiyat markas penyesatan umat dan bahkan untuk merencanakan strategi membunuhi Umat Islam dan merobohkan Negara sebagaimana rancangan jahat mereka di mana-mana. Maka para ulama dan tokoh Islam hendaknya tidak diam dalam kasus serius lagi membahayakan bagi Umat Islam ini.
  • Tim Penyelamat Masjid Teja Suar Mengaku Kesulitan Hubungi HM Saelan

“Beliau (Saelan, red) susah dihubungi.  Satu-satunya cara, beliau mesti didatangi. Tim Penyelamat Masjid Teja Suar berencana mendatangi HM Saelan ke Jakarta,” kata Ketua Tim Penyelamat Masjid Teja Suar, Dr H Agus Alwafier By MM kemarin di Cirebon.

Masjid Teja Suar yang dijual oleh M Saelan itu sebenarnya adalah termasuk masjid rujukan umat Islam di wilayah Cirebon. Bahkan Masjid Raya At-Taqwa dulu belum terkenal seperti Teja Suar. Bukan hanya itu, berbagai kegiatan di Masjid Teja Suar, banyak pembicara yang didatangkan langsung dari ITB. Masjid itu berdiri di atas tanah sekitar 3.000 meter persegi.

M Saelan yang menjual Masjid Teja Suar itu adalah orang yang mendirikan lembaga pendidikan Al Izhar Pondok Labu Jakarta, dan beliau adalah mantan komandan Cakrabirawa. (lihat M Saelan dan Masjid Teja Suar yang Dia Jual

By nahimunkar.com on 28 November 2013  https://www.nahimunkar.org/m-saelan-dan-masjid-teja-suar-yang-dia-jual/#sthash.Yn5pUYt9.dpuf

Kini kondisi/ status Masjid Teja Suar  di Cirebon itu masih belum jelas, dan belum jelas pula apakah masjid itu masih dapat dipertahankan pada posisi semula atau tidak. Ketika manusia ini lebih mementingkan dunia, maka rumah Allah pun tidak dihargai lagi aturan-aturan yang berkaitan dengannya.

Jual beli di masjid saja dilarang dalam Islam, kini malah masjidnya sekalian yang dijual. Oleh karena itu ada upaya dari Umat Islam untuk menyelamatkan Masjid Teja Suar yang dijual itu. Hanya saja penjualnya masih sulit dihubungi.

Inilah beritanya.

***

Nasib Teja Suar Bakal Sama dengan Al-Zaytun?

CIREBON – Ketua Tim Penyelamat Masjid Teja Suar, Dr H Agus Alwafier By MM mengaku kesulitan menghubungi pemilik masjid, HM Saelan. Satu-satunya cara menyelesaikan persoalan ini dengan bertandang langsung ke Jakarta. “Beliau (Saelan, red) susah dihubungi.  satu-satunya cara, beliau mesti didatangi. Bersama Tim Penyelamat Masjid Teja Suar berencana mendatangi HM Saelan ke Jakarta,” kata Agus kemarin.

Masjid Teja Suar, lanjut Agus, mesti diselamatkan. Kalau pun mesti dibeli,  maka UMC siap membelinya dan digunakan untuk kepentingan umat. Dia pun berjanji akan terus menggalang dukungan kepada umat Islam.

Terpisah, Praktisi Hukum Gunadi Rasta SH MH memprediksi ending dari polemik penjualan Masjid Teja Suar akan mirip seperti Masjid Al Zaytun yang dulunya berdiri di komplek eks asrama Brimob, tapi karena diruislah dan dibangun CSB, makanya masjid dibongkar. Saat itu mendapat reaksi keras dari umat Islam, namun pada perjalanannya masjid dipindah ke belakang. “Begitu juga Teja Suar, meskipun H Saelan akan mewakafkan masjid, tapi masjid itu bukan masjid Teja Suar yang ada sekarang, tetapi masjid pengganti yang dibangun pembelinya dengan biaya Rp2 miliar,” ujarnya.

Namun demikian, meski sudah transaksi, bisa saja transaksinya dibatalkan kalau memang kedua belah pihak bersepakat. “Sah-sah saja kalau ditinjau ulang transaksinya, selama kedua belah pihak memiliki kesepakatan,” ungkapnya. (abd) radarcirebon.com Posted by: irvan Sabtu, 30 November 2013 11:23 WIB

***

Janganlah menjual dan membeli barang di dalam masjid

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِى الْمَسْجِدِ فَقُولُوا لاَ أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَنْشُدُ فِيهِ ضَالَّةً فَقُولُوا لاَ رَدَّ اللَّهُ عَلَيْكَ

Artinya:

Apabila kalian melihat seseorang berjual beli di dalam masjid, maka katakanlah kepadanya, ‘Semoga Allooh tidak memberi keuntungan dari jual belimu!’(HaditsShohiih Riwayat Imaam At Turmudzy no: 1321)

Maka, bila ingin mendapatkan keuntungan yang barokah dari usaha, ternyata masjid bukanlah tempat yang layak untuk jual-beli. Masjid adalah tempat untuk beribadah. Bukan berarti tiak boleh bicara soal ekonomi, tetapi yang tidak boleh adalah melakukan transaksi jual-beli secara langsung di dalam masjid. Termasuk promosi barang dagangan, juga tidak boleh. Karena dilarang, maka kembali pada hukum ushuul-fiqih bahwa hukum asal dari suatu larangan adalah harom. Hal ini juga termasuk areal di sekitar bangunan masjid yang memang dipergunakan untuk sholat.

Mudah-mudahan kita tunduk dan taat pada aturan yang dibuat oleh Rosuululloohصلى الله عليه وسلم.

http://ustadzrofii.wordpress.com/2010/11/28/aadab-terhadap-masjid-bagian-2/

Masjid itu kepunyaan Allah kenapa dijual? Ulama tidak boleh diam

Jual beli di masjid saja dilarang dalam Islam, kini malah masjidnya sekalian yang dijual. Nanti kalau ada masjid dijual lalu dibeli oleh musuh Islam ataupun syiah kemudian dijadikan markas untuk menghancurkan Agama dan Negara, bagaimana.

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 469 kali, 1 untuk hari ini)