Penggagas masjid untuk kaum gay, Taj Hargey, yang merupakan profesor dari Universitas Oxford menandai pembukaan masjid itu, dengan menggelar salat Jumat pertama (19/9 2014). Masjid itu menarik para wartawan dan demonstran untuk berdatangan.

Penggagas Masjid Kaum Homosex menghina Perguruan Tinggi Islam di Pakistan dan Saudi Arabia sebagai perguruan tinggi keledai.

Ditanya kualifikasinya sebagai seorang pemimpin agama, Hargey pun menjabarkan gelar studinya.”Saya punya gelar PhD dalam studi Islam dari Universitas Oxford, tidak seperti lawan saya yang pergi ke beberapa perguruan tinggi keledai di Pakistan atau Arab Saudi,” katanya menyindir para penentang masjid terbuka untuk kaum gay itu.

Taj Hargey, profesor dari Universitas Oxford yang jadi penggagas masjid untuk kaum gay di Cape Town, Afrika Selatan diancam akan dipenggal dan dikebiri. Namun, dia tidak gentar dan tetap membuka masjid kontroversial itu. Masjid kaum homosex itu resmi dibuka Jumat kemarin (19/9 2014).

Hargey sendiri, seperti dikutip i24news.tv, Sabtu (20/9/2014), menggambarkan masjid terbuka untuk kaum gay itu sebagai “revolusi agama”.
Sejumlah massa pendemo, ada yang menangis melihat masjid kontroversial itu dibuka.”Anda akan masuk neraka,” teriak salah seorang demonstran, mengacu pada sosok Hargey.

Inilah beritanya.

***

Masjid Kaum Gay Dibuka, Penggagas Diteriaki Masuk Neraka

CAPE TOWN – Masjid terbuka untuk kaum gay atau homoseksual di Cape Town, Afrika Selatan, resmi dibuka Jumat kemarin.
suasana-pembukaan-masjid-khusus-homo-di-cape-town-oleh-_140920104227-308
Penggagas ide masjd itu, Taj Hargey, diteriaki massa pendemo, bahwa dia akan masuk neraka. (Baca: Diancam, Masjid Kaum Gay di Cape Town Nekat Dibuka)

Hargey mengatakan kepada wartawan di luar masjid, bahwa dia telah mengalami ancaman fisik dan psikologis karena ia mengumumkan ide masjid untuk kaum gay itu.

Sejumlah massa pendemo, ada yang menangis melihat masjid kontroversial itu dibuka.”Anda akan masuk neraka,” teriak salah seorang demonstran, mengacu pada sosok Hargey.

Hargey sendiri, seperti dikutip i24news.tv, Sabtu (20/9/2014), menggambarkan masjid terbuka untuk kaum gay itu sebagai “revolusi agama”.

Selain itu, masjid itu juga diklaim sebagai lanjutan dari revolusi politik yang pernah digulirkan oleh mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, ketika demokrasi menggantikan rezim pemerintah apartheid pada tahun 1994.

(mas) Muhaimin, Sabtu, 20 September 2014 − 08:18 WIB

***
Penggagas Masjid Kaum Gay di Cape Town Diancam Dipenggal

Muhaimin

Sabtu, 20 September 2014 − 08:39 WIB

profesor-dr-taj-hargey-pendiri-masjid-khusus-gay-di-_140920105428-694CAPE TOWN – Taj Hargey, profesor dari Universitas Oxford yang jadi penggagas masjid untuk kaum gay di Cape Town, Afrika Selatan diancam akan dipenggal. Namun, dia tidak gentar dan tetap meluncurkan masjid kontroversial itu.

”Ada ancaman, seperti akan mengebiri saya, memenggal kepala saya, dan menggantung saya. Tapi Afrika Selatan memiliki konstitusi paling liberal di dunia . Mereka tidak bisa menghentikan kita membuka (masjid) hari ini,” kata Hargey, seperti dikutip i24news.tv, Sabtu (20/9/2014). (Baca: Diancam, Masjid Kaum Gay di Cape Town Nekat Dibuka)

Ditanya kualifikasinya sebagai seorang pemimpin agama, Hargey pun menjabarkan gelar studinya.”Saya punya gelar PhD dalam studi Islam dari Universitas Oxford, tidak seperti lawan saya yang pergi ke beberapa perguruan tinggi keledai di Pakistan atau Arab Saudi,” katanya menyindir para penentang masjid terbuka untuk kaum gay itu.

Hargey bukan sekali ini saja membuat kontroversi tentang Islam. Di Inggris, ia telah meluncurkan kampanye untuk melarang pemakaian burqa.

Sedangkan dalam pembukaan masjid terbuka untuk kaum gay, Hargey juga mengundang kaum non-Muslim. Dengan mengklaim masjid itu sebagai simbol revolusi agama, Hargey juga ingin masjid itu digunakan untuk memfasilitasi nikah beda agama, antara kaum Muslim dan non-Muslim.

Hargey yang merupakan Muslim, diketahui mempunyai istri non-Muslim yang juga aktif dalam organisasi masjid. (mas)

***

Hukuman Berat bagi Pelaku Homosex ataupun Lesbi

Dalam Islam, haram dan dosa serta adzab atas pelaku homoseks telah dijelaskan di antaranya dalam Al-Qur’an Surat An-Naml ayat 54 – 58.:

وَلُوْطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتًوْنَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتًمْ تُبْصِرُوْنَ ( 54) أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُوْنِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ (55) فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلاَّ أَنْ قَالُوْا أَخْرِجُوْا ءَالَ لُوْطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُوْنَ (56) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاَّ امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِيْنَ (57) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَسَاءَ مَطُرٌ الْمُنْذَرِيْنَ (58) النمل : 54-58

54. Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia Berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah[1101] itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?”
55.”Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)”.
56. Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; Karena Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (menda’wakan dirinya) bersih[1102]”.
57. Maka kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali isterinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
58. Dan kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), Maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu. (An Naml: 54-58).

[1101] perbuatan keji: menurut Jumhur Mufassirin yang dimaksud perbuatan keji ialah perbuatan zina, sedang menurut pendapat yang lain ialah segala perbuatan mesum seperti : zina, homosek dan yang sejenisnya. Menurut pendapat Muslim dan Mujahid yang dimaksud dengan perbuatan keji ialah musahaqah (homosek antara wanita dengan wanita).
[1102] perkataan kaum Luth kepada sesamanya. Ini merupakan ejekan terhadap Luth dan orang-orang beriman kepadanya, Karena Luth dan orang-orang yang bersamanya tidak mau mengerjakan perbuatan mereka.

Homoseks adalah laki-laki mendatangi (melakukan perbuatan seks dengan laki-laki). Sedang lesbi adalah seorang wanita mendatangi wanita lainnya (melakukan perbuatan seks).

( 1138 ) – وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : { مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ , وَمَنْ وَجَدْتُمُوهُ وَقَعَ عَلَى بَهِيمَةٍ فَاقْتُلُوهُ وَاقْتُلُوا الْبَهِيمَةَ } رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْأَرْبَعَةُ وَرِجَالُهُ مُوَثَّقُونَ , إلَّا أَنَّ فِيهِ اخْتِلَافًا .
.–الجزء :4 (سبل السلام) الصفحة :25

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ٍSiapa-siapa yang kamu dapati dia mengerjakan perbuatan kaum Luth (homoseksual, laki-laki bersetubuh dengan laki-laki), maka bunuhlah yang berbuat (homoseks) dan yang dibuati (pasangan berbuat homoseks itu); dan barangsiapa kamu dapati dia menyetubuhi binatang maka bunuhlah dia dan bunuhlah binatang itu._ (HR Ahmad dan Empat (imam), dan para periwayatnya orang-orang yang terpercaya, tetapi ada perselisihan di dalamnya).
Dalam Kitab Subulus Salam dijelaskan, dalam hadis itu ada dua masalah. Pertama, mengenai orang yang mengerjakan (homoseks) pekerjaan kaum Luth, tidak diragukan lagi bahwa itu adalah perbuatan dosa besar. Tentang hukumnya ada beberapa pendapat: Pertama, bahwa ia dihukum dengan hukuman zinadiqiyaskan (dianalogikan) dengan zina karena sama-sama memasukkan barang haram ke kemaluan yang haram. Ini adalah pendapat Hadawiyah dan jama’ah dari kaum salaf dan khalaf, demikian pula Imam Syafi’i. Yang kedua, pelaku homoseks dan yang dihomo itu dibunuh semua baik keduanya itu muhshon (sudah pernah nikah dan bersetubuh) atau ghoiru muhshon (belum pernah nikah) karena hadits tersebut. Itu menurut pendapat pendukung dan qaul qadim As-Syafi’i.
Masalah kedua tentang mendatangi/ menyetubuhi binatang, hadits itu menunjukkan haramnya, dan hukuman atas pelakunya adalah hukum bunuh. Demikianlah pendapat akhir dari dua pendapat Imam As-Syafi’i. Ia mengatakan, kalau hadits itu shahih, aku berpendapat padanya (demikian). Dan diriwayatkan dari Al-Qasim, dan As-Syafi’I berpendapat dalam satu pendapatnya bahwa pelaku yang menyetubuhi binatang itu wajib dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan dengan zina.. (Subulus Salam, juz 4, hal 25).
Dari ayat-ayat, hadits-hadits dan pendapat-pendapat itu jelas bahwa homoseks ataupun lesbian adalah dosa besar. Bahkan pelaku dan pasangannya di dalam hadits dijelaskan agar dibunuh. Maka tindakan dosa besar itu wajib dihindari, dan pelaku-pelakunya perlu dijatuhi hukuman.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.361 kali, 1 untuk hari ini)