Massa aksi Bela Kalimat Tauhid memadati kawasan Bunderan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (26/10)/Jitunews/Khairul Anwar


Para aksi membawa bendera kalimat tauhid sembari bersholawat serta meneriakan kalimat takbir

Tepat didepan Kemenko Polhukam, massa aksi aksi langsung membentangkan poster yang bertukiskan “Bubarkan Ansor & Banser NU”.

Salah satu orator aksi mengatakan bahwa kalimat Tauhid tidak hanya milik ormas HTI yang telah dibubarkan oleh pemerintah, tapi kalimat Tauhid milik umat Islam.

Oleh karena itu, pembakaran bendera kalimat tauhid yang dilakukan oleh oknum banser NU di peringatan hari santri harus diproses hukum.

“Siapapun yang membakar wajib di proses dengan Undang-Undang penghinaan agama,” pungkasnya.

Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata

Sumber : jitunews.com 26 Oktober 2018 13:52 WIB

***

Massa Aksi Bela Tauhid Sambangi Gedung Kemenko Polhukam di Jakarta

Aksi Bela Tauhid digelar sebagai reaksi atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota Banser di Garut, Jawa Barat

Massa Aksi Bela Tauhid di depan Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/10). Aksi tersebut digelar sebagai reaksi atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota Banser di Garut. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Sumber : liputan6.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.150 kali, 1 untuk hari ini)