Massa di Medan Tolak RUU HIP, Bakar Bendera Bergambar Babi Moncong Putih, Simbol PKI dan Replika RUU HIP

 

Massa ANAK NKRI di Medan membakar bendera yang bergambar babi dengan moncong putih yang dihiasi gambar bersimbol palu arit. (jones gultom)

Medanbisnisdaily.com-Medan. Sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) menggelar apel siaga di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (5/7/2020). Dalam aksinya, massa yang berjumlah kurang lebih 300 orang membawa berbagai spanduk berisikan tuntunan. Di antaranya ganyang PKI, dan tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).


Massa yang tergabung dalam Anak NKRI dalam apel siaga gayang komunis di kawasan Lapangan Merdeka, Medan. Foto: SumutNews

 

Massa juga membakar sejumlah bendera bersimbol tertentu. Antara lain simbol PKI dan sebuah bendera bergambar seekor babi yang moncongnya berwarna putih dengan gambar bersimbol palu arit. Selain itu juga dibakar simbol RUU HIP.

 

Dalam orasinya Tengku Zulkarnaen mengatakan, Pancasila sudah final tak perlu dikutak-katik. Selain PKI, Tengku juga mengutuk RUU HIP yang saat ini sedang dalam pembahasan.

BACA JUGA: Massa Anti Komunis Demo di Lapangan Merdeka Tolak RUU HIP

“Kami tuntut siapa pun yang mendukung RUU HIP, dan dengan tegas kami menolak PKI,” tandas Wasekjen MUI Pusat ini.

medanbisnisdaily.com/
Hari ini Pkl. 12:35 WIB  

 

***

 

Memanas! Demo Tolak RUU HIP Massa PA 212 Bakar Poster Babi Moncong Putih dan Palu Arit Lambang PKI di Medan

 

“Kita bakar-bakar. Kali ini kita membakar lambang partai yang telah jelas-jelas ingin menggeser Pancasila,”

 

Suara.com – Ratusan massa peserta Apel Siaga PA 212 di Medan, Sumatera Utara, membakar poster bergambar babi bermoncong putih dan palu arit yang identik dengan lambang partai komunis (PKI). Aksi itu merupakan bagian dari demo menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP.

Sebelum membakar spanduk, massa juga membakar replika bendera PKI sebagai simbol penolakan terhadap RUU HIP.

“Kita bakar-bakar. Kali ini kita membakar lambang partai yang telah jelas-jelas ingin menggeser Pancasila,” teriak orator dari atas mobil truk bak terbuka, Minggu (5/7/2020).

Usai membakar gambar partai terlarang di Indonesia itu, massa kemudian membakar sebuah spanduk bergambar seekor babi bermoncong putih yang dikelilingi lambang palu arit.

Dalam orasinya, tokoh Persatuan Alumni atau PA 212 Sumatera Utara, ustaz Heriansyah mengatakan, paham komunis dengan PKI-nya telah menorehkan berbagai sejarah kelam di Indonesia. Termasuk menyingkirkan partai Masyumi yang menjadi representasi ulama.

“Saat ini anak-anak PKI itu sudah berafiliasi ke partai PKI Perjuangan. Bahkan ada yang menulis buku ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’,” ucap Heriansyah di hadapan massa aksi.

Menurutnya, bahkan dalam partai yang dimaksudkannya itu, anak-anak dari kader PKI tersebut ada yang menjadi legislator. Sehingga RUU HIP dinilainya sebagai sebuah agenda terselubung.

“Cuman, PKI Perjuangan itu gambarnya masih gambar binatang. Mereka belum puas, dan hasratnya belum terpenuhi, mereka menginginkan partai mereka itu bukan gambar binatang, tapi palu dan arit,” katanya menegaskan.

Aksi apel siaga PA 212 yang digelar di seputaran Lapangan Merdeka Medan tersebut berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga Minggu siang.

Masa membubarkan diri setelah laporan atas penolakan terhadap RUU HIP diterima langsung Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Polisi Riko Sunarko di lokasi aksi.

Kontributor : Muhlis

 

Bangun Santoso

suara.com, 05 Juli 2020 | 13:36 WIB

 

***

Samarinda, Demo Tolak RUU HIP, Massa Bakar Spanduk Bergambar Babi dan Palu-Arit Berlatar Merah

Massa aksi melakukan pembakaran simbol PKI

Samarinda – Ratusan orang dari Aliansi Nasional Anti Komunis Anak NKRI Kalimantan Timur menggelar aksi unjuk rasa menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan DPRD Kaltim, Jumat (3/7/2020).

Sebelum menggelar aksi di DPRD yang terletak di Jalan Teuku Umar, massa berkumpul di lapangan parkir GOR Segiri sejak jam 11 siang. Setelah salat Jumat, massa yang berpakaian putih-putih itu pun konvoi dengan kendaraan hingga ke titik aksi dan tiba sekitar pukul 2 siang.

Massa yang berasal dari berbagai organisasi keislaman, daerah, hingga pondok pesantren itu berorasi menolak pembahasan RUU HIP. Menurut mereka, RUU HIP adalah upaya mengubah pancasila sebagai ideologi bangsa.

Sementara 15 orang perwakilan diterima oleh DPRD Kaltim, massa terus berorasi dan sempat melakukan pembakaran baliho bergambar babi berlatar merah dan beberapa ikon palu-arit.

SELASAR.CO,
1 hari yang lalu


 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 254 kali, 1 untuk hari ini)