Jakarta (SI Online) – Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) kembali menggelar aksi menolak Basuki Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta, Senin (1/12/2014). Kali ini, massa yang hadir jauh lebih banyak dari sebelumnya.

“Media sekuler bilangnya cuma ratusan, tapi kenyataannya fakta dilapangan bahwa yang ikut adalah sebagian besar warga Jakarta. Kami perkirakan seratus ribu massa yang ikut aksi kali ini,” ujar Ustaz Alfian Tanjung selaku moderator aksi.

Ia menyayangkan sejak demo-demo sebelumnya, pemberitaan media sekuler selalu mengkerdilkan umat Islam.

“Jika kalian punya otak dan punya hati, silahkan lihat sendiri bahwa ini adalah mayoritas masyarakat Jakarta yang turun ke jalan. Apa yang mereka remehkan, hari ini kita buktikan sepanjang jalan dipenuhi massa,” kata Ustaz Alfian.

“Namun kita tidak berkecil hati, yang penting kita istiqomah membela agama Allah,” tambahnya.

Berbagai elemen lembaga dan ormas bergabung dalam GMJ mengikuti aksi damai ini. Massa berkumpul di bundaran hotel Indonesia (HI) lalu longmarch menuju kantor DPRD DKI dan Balaikota Jakarta. Sepanjang jalan massa meneriakkan kalimat takbir, tahmid dan tahlil. Mereka juga meneriakkan yel-yel “gue gak mau tahu yang penting Ahok turun“.

red: adhila, Senin, 01/12/2014 14:35:11

***

Lecehkan Umat Islam Angkat Gubernur Tandingan, Bacot Ahok: Kenapa Ngga Bikin Tuhan Tandingan?

JAKARTA (Panjimas.com) – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali bertindak arogan dan menghina umat Islam. Dengan nada angkuh, Ahok mengomentari dengan mengolok-olok agar umat Islam yang melakukan aksi damai membuat Tuhan tandingan.

Ribuan massa Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) yang terdiri dari 90 Ormas Islam kembali melakukan aksi damai menolak pelantikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. (Baca: Imam Besar FPI: Ahok Mengobok-obok Syariat Islam Pemicu Konflik SARA!)

Dalam aksi tersebut, GMJ yang terdiri dari para tokoh betawi, para ulama dan Habaib mengangkat KH Fahrurrozi Ishaq sebagai Gubernur DKI Jakarta tandingan. Pasalnya mereka kecewa dengan pemerintah yang mengabaikan aspirasi umat Islam dan telah melantik Ahok.

Namun, bagaimana sikap Ahok menanggapi aksi demonstrasi Umat Islam yang mengangkat gubernur tandingan?

“Alah, ya ngapain tandingan ya nggak fair kan,” kata Ahok saat diwawancarai wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2014) pagi.

Bahkan sambil tertawa, Ahok yang sempat menerbitkan peraturan yang melarang penyembelihan qurban saat menjadi Gubernur Plt begitu berani melecehkan umat Islam yang melakukan aksi damai. (Baca: Ini Sederet “Dosa-dosa” Ahok Kepada Umat Islam dan Warga DKI Jakarta)

“Kenapa nggak bikin Tuhan tandingan sekalian gitu loh. Ya kan,” sambung Ahok seraya tertawa. Ketika ditanya lebih jauh, ia tidak mau banyak berkomentar dan memilih masuk ke kantornya.

Bukan kali ini saja Ahok menghina umat beragama, sebelumnya saat umat Islam Indonesia menolak kedatangan artis setan Lady Gaga untuk konser di Jakarta juga berceloteh agar tidak boleh taat pada ayat suci tapi taat pada ayat konstitusi.

“Kita tidak boleh taat pada ayat suci di hadapan pemerintah, kita taat pada ayat-ayat konstitusi, ayat suci itu untuk saya pribadi. Makanya saya pertanyakan pada ormas-ormas itu, kenapa tidak mau periksa pejabat yang korup, kenapa enggak berlakukan potong kepala saja sekalian kalau enggak bisa membuktikan harta kekayaannya dari mana. Itu munafik,” tegasnya.” ujar Ahok di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu, (19/5/2012) silam.

Pernyataan Ahok tentu saja mengusik keyakinan warga Jakarta yang dikenal taat beragama. Apalagi, jelas-jelas pernyataan tersebut diarahkan pada sebuah ormas Islam yang waktu itu menentang keras kehadiran Ratu Illuminati, Lady Gaga.Warga Jakarta yang mayoritas Muslim, meyakini bahwa Kitab Suci adalah undang-undang tertinggi dalam kehidupan, yang di dalamnya berisi aturan-aturan yang lengkap, termasuk aturan-aturan bernegara dan moralitas. [AW/detik, dbs] Senin, 08 Shafar 1436H / December 1, 2014

***

Ribuan Massa GMJ dan FPI Lakukan Aksi Unjuk Rasa Tolak Ahok

JAKARTA – Dua ribu masa dari Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) melakukan aksi unjuk tasa di depan kantor DPRD DKI Jakarta, Senin (1/12) siang ini.

Pada aksinya mereka menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi gubernur DKI.  Aksi demo yang mulai digelar pukul 10.30 Wib mengambil tema “Apel Akbar Lengserkan Ahok” dan Tolak Kenaikkan harga BBM bersubsidi.

Sebelum melakukan aksinya, sekitar pukul 8 30 Wib massa sudah terloihat  berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Selanjutnya massa bergerak ke kantor DPRD DKI dan Balaikota.

Pada aksinya ini masa sempat menggelar rapat akbar umat islam. Rapat ni membentuk Presidium Penyelamat Jakarta. Setelah melakukan rapat anggota selama lima menit, pendemo mendekralasikan Fakhrurrozi Ishak sebagai gubernur DKI.

“Mulai hari ini di hati kita punya gubernur rakyat Fakhrurrozi Ishak yang kita tetapkan 1 Desember di depan Kantor DPRD,” tutur orator.

Fakhurrozi pun mengaku siap menjadi gubernur. Dia telah mengucapkan janji. Dia bertekad akan tetap menurunkan Ahok dari jabatannya.

Aksi unjuk rasa ini menutup jalan Kebon Sirih sehingga kendaraan tidak bisa melintas di daerah tersebut. GMJ dan FPI sama-sama mengklaim peserta yang turun aksi mencapai 100 ribu orang.

Seorang orator menyatakan, Ahok harus turun dari jabatannya karena dinilai tak pantas menjadi memimpin Jakarta yang mayoritas beragama islam. “Allahu Akbar. Allahu Akbar. Gue tidak mau tahu yang penting Ahok turun,” ujar massa serentak.

Pada aksinya ini massa membawa boneka yang diberi nama boneka Ahok. “Gantung, gantung Ahok,” ujar massa serentak.

Meski melibatkan ribuan massa, namun sampai laporan ini diturunkan aksi yang dimulai sejak pagi tadi berjalan tertib dan aman. Sekitar 750 personil aparat kepolisian dan Satpol PP ikut  menjaga unjuk rasa tersebut. [PurWD/robiawan/voa-islam.com] Senin, 9 Safar 1436 H / 1 Desember 2014 13:51 wib

(nahimunkar.com)