Kebo Bule Kiai Bagong menghembuskan napas terakhir pada Selasa (4/11) di usia 66 tahun sekitar pukul 19.00 WIB di kadangnya wilayah Solobaru, Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Kiai Bagong mati setelah leher sisi kanan dan perutnya terluka oleh tusukan senjata tajam sejenis tombak yang diduga mengandung beracun.
Selama ini Kebo Bule dikenal sebagai salah satu pusaka Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tewasnya Kiai Bagong mengurangi jumlah koleksi Kebo Bule keraton dari 12 ekor menjadi 11 ekor. Kebo Bule biasanya menjadi bagian dari tradisi kirab 1 Sura sejak perpindahan Keraton Kartasura Hadiningrat ke Keraton Surakarta Hadiningrat pada 1745 silam./suaracom
***
Matinya kerbau bule yang dikeramatkan itu diratapi dengan mengungkapkan rasa kecewa oleh pelestari pengkeramatan alias kemusyrikan, di antaranya yang beredar suaranya adalah pendukung pornografi terkemuka yang ketika ada RUU anti pornografi wanita Jogja itu bersuara lantang menolaknya.
Selama ini entah berapa orang yang sudah terjerumus ke lubang kesesatan bahkan mungkin kemusyrikan oleh pelestarian pengkeramatan kebo bule itu, tidak pernah diprihatini oleh para pendukungnya. Sebaliknya, kekecewaan justru diobral ketika sarana kemusyrikan itu di antaranya ada yang mati.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 898 kali, 1 untuk hari ini)