Menulis komentar di dunia maya perlu hati-hati juga. Bila tidak, maka justru jadi bumerang. Menimpa diri sendiri. Bahkan lebih tidak untungnya lagi, sama dengan memperlihatkan kebodohan diri sendiri atau bahkan kesesatan diri, yang kaitannya tidak hanya pada diri pribadi namun kelompok atau bahkan lebih luas lagi.

Di antara contoh kecil dari masalah ini adalah pengomentar terhadap postingan di fan page (fp) nahimunkar.com tentang Kenapa Ahli Bid’ah Sulit Bertaubat? . Dari sekian banyak pengomentar ada yang menulis “jegalan” (kalimat bermuatan untuk menjegal) atau semacam tidak terima terhadap materi yang menyodok bid’ah itu. Namun tahu-tahu pengomentar itu dibalik-balikin oleh komentator lain, sampai dia tidak bisa menjawab. Hingga diam seribu bahasa, bagai orong-orang kepidak (serangga/ anjing tanah terpijak).

Itulah di antara nasib pengomentar, maunya membela bid’ah tahu-tahu kejeblos.

Inilah ujud postingan dan sahut-sahutan komentar yang dimaksud:


NahiMunkar.com
 · 24.274 menyukai ini

28 November pukul 5:11 ·

# Kenapa Ahli Bid’ah Sulit Bertaubat? #

Rujuknya ahli bid’ah dari kesesatannya adalah hal yang paling sulit bagi mereka, karena mereka menganggap bahwa bid’ah yang mereka lakukan adalah bagian dari agama, mereka bertaqarrub kepada Allah dengan bid’ah tersebut.

Ini yang mendorong mereka sulit bertaubat, menentang dan bahkan sombong.

Fadhilatus Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al Madkhali | Twit Ulama

(Nahimunkar.com)

 

8.668 orang melihat kiriman ini

 

Komentar Terpopuler

Adi Land membid,ahkan yg bukan bid,ah juga bid,ah.
Suka · Balas · 3 · 28 November pukul 5:33 melalui seluler

 

***

Demikianlah, maunya membela bid’ah tahu-tahu kejeblos. Ya sudah. Kapokmu kapan.

(nahimunkar.com) 

(Dibaca 2.437 kali, 1 untuk hari ini)